Hey babe, what up! Scene ini ada banyak bing ya, karna beberapa kata yang aku rasa gak cocok kalau pake bindo apalagi kiel yg ngomong.
🎧 hear that ~~ LET THE WORLD BURN (Chris Grey, G-Eazy, Ari Abdul).
Satu libur hari tersisa.
Pada mansion besar.
Matahari bersinar tinggi di langit, memancarkan cahaya hangat di atas kolam renang. Udara dipenuhi percikan air serta obrolan sederhana dua sejoli, tetapi di satu sudut, suasana lebih tenang, lebih intim. Zakiel berdiri di tepi kolam renang pada sisi bersebrangan, tetesan air mengalir dari rambutnya — menambah pesona mutlak yang berkali-kali membuatnya tampan dan terkesan panas, dengan senyum nakal di wajahnya saat melihat kekasihnya, Naleeya, yang nampak dengan gugup mencelupkan jari kakinya ke dalam air. Perempuan itu ragu-ragu untuk masuk, terpancar kecemasan dari raut wajahnya. Perempuan itu memakai kemeja satin abu-abu milik Zakiel dengan celana pendek hitam diatas paha.
“Come on, it’s not that cold!” Zakiel berkata, suaranya menggoda namun memberi semangat. “You're not going to melt, i promise.”
Naleeya menatapnya dengan tatapan pura-pura, pipinya memerah karena malu dan gembira. Sebelah kakinya mengusap punggung kaki yang lain, menekan gugup. “Easy for you to say! You've been swimming since you were a kid. Aku lagi berusaha cari cara supaya nggak tenggelam di sini!”
“Gunain gue disini, Leeya.”
“Aku takut, Aarash. Kamu kan tau aku nggak bisa berenang, airnya juga keliatan dalam.”
Zakiel terkekeh, melangkah mendekati tepi kolam renang. “I’ll be right here, princess, i promise. Just think of it as a big, refreshing bathtub. And I'll even let you use my favorite floatie if you want.” Dia mengedipkan mata, mengetahui betapa kekasihnya menyukai boneka flamingo tiup konyol yang dimilikinya.
Menimang agak lama. Dengan menarik napas dalam, Naleeya melangkah maju, air membasahi pergelangan kakinya saat berpijak di tangga kolam. “Okay, okay. Just don’t let go of me.” katanya, suaranya bercampur antara tekad dan kekhawatiran.
“Deal!” Zakiel menjawab, matanya berbinar nakal. Dia mengulurkan tangan dan disambut hangat oleh Naleeya, kesejukan menyelimuti mereka berdua.
“Buka mata, sayang.”
Naleeya pelan-pelan membuka kelopak matanya.
“Kita mulai bagian dasar-dasarnya. Cukup mengapung di atas punggung lo dan rileks. I'll be right here to catch you.”
Naleeya ragu-ragu, jantungnya berdebar kencang. Ini cara yang sering dia lihat pada tutorial berenang di aplikasi ponselnya, tetapi tak menyangka kalau sensasi melakukannya langsung akan terasa menakutkan sekaligus membuatnya gugup setengah mati. Dia menatap Zakiel dengan sorot berkilat cemas. “Terus gimana kalau aku tenggelam?”
Zakiel menggelengkan kepalanya. “Lo bukan batu, nggak bakal tenggelam. Lo kan putri duyung.” Gemar sekali mengolok-olok kekasihnya yang sedang diserang ketakutan.
Tetapi Naleeya mengabaikan perkataan terakhir Zakiel. Perlahan meredam rasa takutnya dan menanam keyakinan penuh. “Okay, mermaid it is.” Katanya sambil memutar matanya karena Zakiel melayangkan tatapan usil, tetapi tetap tersenyum. Dengan sedikit dorongan, Naleeya bersandar, tubuhnya ragu-ragu mengambang di permukaan. Zakiel tetap dekat, tangannya siap menopang jika Naleeya membutuhkannya.
“See? You’re doing it!” Bersorak puas, suaranya penuh dengan kebanggaan. “Now, just breathe and let the water hold you. You're like a starfish!”
Naleeya tertawa, rasa takutnya di awal hilang saat dia mulai rileks. “Bintang laut? Kenapa harus hewan itu? Aku berharap sesuatu yang lebih anggun.”
KAMU SEDANG MEMBACA
Exquisite
Teen Fiction[ SHANKARA #02 ] ⚠︎ Mature themes, Contents kissing scene, and Bilingual. When he closed his eyes, he saw only the shadow of his lover, who loved to colonize the contents of his head. Many men admirer her in secret, and Zakiel has the privilege of h...
