Titik demi titik peluh bercampur darah mengalir dengan deras, napas pelan itu terasa tak beraturan dengan mata sayunya yang terlihat lelah. Kedua tangannya masih terikat erat pada rantai yang menggantung apik disetiap sisinya, menandai sang pemilik tangan sebagai tuan dari rantai panjang itu.
"Daddy, tolong aku..." bisiknya dengan suara parau yang menyakitkan.
Lelaki didepan Gentar tersenyum dengan lebar, mata merahnya tampak bergetar hebat menahan rasa gembira oleh kekuatan yang terus-menerus disalurkan dari tubuh gabungan itu.
"Kamu benar-benar memiliki potensi yang hebat, ayolah, jika kamu bergabung bersamaku kita akan menguasai dunia." ucap Pian dengan senyum lebar sambil merapikan rambut lepek Gentar.
Fusion dari Halilintar dan Gempa itu melirik dengan tatapan tajam yang kontras dengan tubuh acak-acakannya, "Teruslah bermimpi sedalam mungkin." desisnya pelan yang mengundang gelak tawa dari Pian.
Wajah yang awalnya terukir senyum itu berubah dalam sekejap, mata merah itu menatap dingin Gentar bersamaan dengan tombol kecil yang ia tekan, benda kecil itu berhasil membuat tubuh sang fusion bergetar hebat layaknya disetrum oleh ribuan aliras listrik dan hal itu diiringi teriakan kesakitan bersama tatapan penuh amarah.
Rasa sakit bertubi-tubi yang menyerang Gentar ternyata sampai pada sang inang, Halilintar. Tubuh sulung elemental itu dengan pasti bergetar hebat menahan rasa sakit yang menyerangnya secara mendadak. Belum lagi Gempa yang ikut berteriak sakit sembari memeluk tubuhnya yang seperti tersengat aliran listrik ribuan volt.
Para elemental dan fusion lain tampak bingung, sebelumnya kedua kakaknya ini tampak baik namun entah apa yang tiba-tiba membuat mereka seperti itu menjadi pertanyaan besar dikepala para elemental dan fusion.
"Kak Gempa, kalian kenapa?" tanya Thorn yang tampak sibuk memberikan heal pada pada kakak ketiganya itu. Sedangkan disisi lain, Sori ikut bekerja pada Halilintar yang terus memuntahkan darah.
Mereka semua mulai kalang kabut, Solar dengan tanggap mengambil alih dan mulai mengatur kembali formasi awal dari elemental dan fusion.
"Tolong tenang, dan para elemental aku harap ga jauh dari sekitar kak Gempa dan kak Alin. Para fusion sendiri juga jangan kalang kabut, buat sekarang kalian jadi tameng utama bersama aku didepan nantinya." ucap Solar yang dipahami oleh seluruh fusion dan elemental yang masih tak mengerti dengan keadaan itu.
Frostfire dan Glacier mulai mendekati Ice yang tampak menatap khawatir dua kakaknya, sedangkan Blaze sibuk membantu Thorn sebisa dan sesuai yang diarahkan sang adik.
"Ibunda, apakah ibunda tau apa yang terjadi pada papa Halilintar dan mama Gempa?" tanya Sopan yang tampak ingin memberi sebuah petunjuk secara halus pada Taufan.
Taufan menggeleng pelan sambil menatap Gempa dan Halilintar secara bergantian, ia mengelus kepala sang fusion untuk memberi afeksi nyaman, "Ga tau, kita tunggu aja Sori dan Thorn selesai ya?" jawab Taufan dengan wajahnya yang terlihat teduh layaknya wajah Gempa.
Sopan hanya dapat mengangguk dan menatap dalam diam kejadian didepannya, ia menghela napas akibat ketidakpekaan sang ibunda, ia mulai bergerak untuk berpindah pada dua saudara se-elementalnya yang lain dengan Gempa yang mulai berangsur membaik, sedangkan Halilintar masih tetap merasakan sakit yang benar-benar tak bisa dijelaskan.
Setelah menyerahkan Gempa pada Taufan, Thorn dengan sigap melihat kakak pertamanya yang belum terlihat akan membaik, ia dengan sigap mengambil alih sang sulung dari Sori, "Tubuh kak Halilintar seperti sedang disetrum sesuatu, makanya ga bisa diobatin secara sembarang." ucap Thorn dengan khawatir yang mengundang rasa bingung dari Solar.
"Tapi bukannya tubuh kak Hali penghasil listrik itu sendiri?" tanyanya dengan wajah yang mulai berpikir dalam rasa khawatir pada kejadian itu.
Thorn menggeleng pelan, ia masih tetap memberi heal agar sang kakak yang masih kesakitan bisa agak membaik seperti kakak ketiganya yang tampak terlelap setelah berhasil melewati rasa sakit tiba-tiba tadi.
Mendengar hal tersebut Sopan dengan cepat berdiri disamping Supra dan Sori, ia berbisik dengan lirih pada dua kakaknya itu untuk memberi tau sebuah fakta yang mengejutkan dua fusion Solar itu, "Kak, sebenarnya rasa sakit itu mereka dapat dari tubuh Gentar." bisik Sopan dengan lirih.
Supra dengan cepat menanggapi dan melirik Sopan yang dengan cepat juga diikuti oleh Sori, "Maksud kamu gimana Sopan?" tanya Supra sama lirihnya pula.
"Tunggu papa Hali bangun baru aku cerita, kemarin aku sempat cari tau beberapa fakta yang aku temukan ditubuh sementara kita ini, jadi aku bakal kasih tau semua fakta yang aku dapat untuk kita." jawab Sopan yang berhasil mengundang rasa penasaran tinggi dari Supra dan Sori.
Sopan dalam tenang kembali berpindah tempat pada sang ayahanda, ia berdiri dalam diam melihat Thorn yang mengambil alih Halilintar dari Sori yang masih menatap dirinya dengan rasa penasaran.
Supra sendiri hanya terdiam, ia menghela napas berat sembari menatap sang ayah yang terlihat begitu tersiksa dan berharap sang adik satu ayahnya itu dapat segera mereka temukan.
.
.
.
.
.
Tubuh penuh luka dan berbagai bekas darah kering itu mulai melemah, kekuatan yang terus-menerus diserap dan tubuh yang tak henti-hentinya disiksa berhasil membuat Gentar hampir menyerah.
Mata yang bergradasi merah dan emas itu terlihat sayu sambil berharap entah siapapun dari salah satu keluarganya datang, mata sayu itu juga dapat melihat dengan jelas bahwa kekuatan yang diserap darinya disalurkan pada berpuluh-puluh ribuan robot, baik dari ukuran yang besar sekalipun yang kecil.
"Ku mohon, tolong aku disini mom, dad..." lirih Gentar dengan suara hampir hilang.
Gentar menutup matanya pelan, rasanya ia ingin beristirahat sejenak dalam tubuh hampir rubuh itu. Gentar menghela napas panjang dan mulai terlelap dalam rasa sakit yang mendera hingga ujung nadinya sekalipun, berharap saat terbangun ia telah berada dalam pelukan hangat sang mommy yang ia rindukan.
tbc.
Halo readerss
Gimana chapter ini? Pasti agak muter-muter ya? Aku sebenarnya masih dalam masa writer block tapi aku paksain biar ga terlalu berlarut-larut dan jadilah chapter kali ini.
Mungkin kedepannya bakal ada beberapa yang direvisi karena belum sesuai dengan yang aku mau, jadi kalau chapter ini tiba-tiba dihapus berarti aku lagi ngerevisi dan nambahin beberapa paragraf nantinyaa.
So, stay tune ya readers and see u next chapter!
Pay-payyy🤍
KAMU SEDANG MEMBACA
Elemental parents and fusion? [OG]
FantasySetelah terjadinya penyerangan dari sang penguasa elemental legenda, Retta'ka. Boboiboy memutuskan untuk berpecah menjadi tujuh selamanya, ia membiarkan para elemental mengambil alih tubuh aslinya. Sedangkan para elemental mendapatkan sebuah cara me...
![Elemental parents and fusion? [OG]](https://img.wattpad.com/cover/363208595-64-k592012.jpg)