Happy reading🤍
.
.
.
.
.
"Em, Blaze? Yang lain kemana?"
"Blaze juga ga tau kak."
Keduanya tampak kebingungan, melirik segala arah dengan tatapan khawatir bercampur takut. Mereka berdua berteriak, memanggil nama saudara dan para fusion yang sudah mereka terima sebagai anak mereka, berharap salah satu dari nama yang mereka panggil datang untuk menjemput mereka.
Keduanya terus berjalan menyusuri jalan setapak hutan itu, hari makin menggelap, para hewan malam mulai aktif dengan berbagai suara jangkrik memenuhi indra pendengaran mereka berdua.
Beruntung bagi mereka karena Gempa membawa perbekalan yang lebih, dan juga beruntung bagi Gempa karena ia tersesat bersama Blaze. Dimana dia tidak akan kedinginan nantinya karena suhu tubuh Blaze yang cukup hangat.
"Duh, kok bisa kita misah sih?" tanya Blaze dengan heran, tangannya bergerak untuk menyendokkan mie rebus yang baru dimasak oleh Gempa.
"Kakak juga ga sadar, yang kakak ingat tadi Thorn dan Sori lagi sibuk mungutin biji tanaman disini." balas Gempa dengan lemah, ia khawatir dengan kejadian ini. Meski mereka bukan manusia biasa, tapi tetap saja mereka akan khawatir jika dalam situasi seperti sekarang.
Gempa memeluk tubuhnya pelan, baju yang ia gunakan agak tipis membuat tubuhnya sedikit kedinginan. Hal tersebut tentu saja disadari oleh Blaze yang baru menyelesaikan acara makannya.
"Kakak kedinginan ya?" tanya Blaze dengan binar bening dimata jingganya.
"Dikit, kenapa?" balas Gempa dengan pertanyaan lagi.
"Sini kak, pegang tangan aku biar ga dingin lagi." ujar Blaze dengan gembira.
Gempa menuruti, ia mendekati adiknya. Menerima uluran tangan sang adik yang hangat dan mencoba menenangkan pikirannya yang mulai berkelana jauh.
"Hufft ... Semoga mereka bisa nemuin kita secepatnya ya." gumam Gempa pelan sembari menikmati rasa hangat yang dikirim oleh sang adik.
.
.
.
.
.
"Kalian udah nyari disegala arah?" tanya Taufan dengan tatapan khawatir.
"Udah ma, tapi kamu ga nemuin satupun jejak mommy ataupun mama Blaze." jawab Gentar untuk mewakili para fusion lain yang tampak panik.
Disaat sekarang, Gentar terlihat lebih dewasa. Sifat Gempa yang tenang lebih mendominasi dalam dirinya, daripada itu, sebenarnya Gentar begitu panik sekarang.
"Solar, kamu udah bisa ngehubungin mereka?" tanya Halilintar dengan raut wajahnya yang terkesan khawatir, walaupun ekspresi itu hanya terlihat samar.
"Ga bisa, aku udah coba hubungin mereka berkali-kali tapi tetap ga dibalas. Ada semacam hal yang ngehalangin koneksi dari jam mereka." terang Solar dengan tangannya yang sibuk mengotak-atik layar hologram didepannya.
"Mama..." gumam Frostfire dengan raut wajah yang gelisah, ia terus saja bergumam tak jelas sejak awal ia meraung dan jatuh pingsan setelah mengetahui jika mereka kehilangan Gempa dan Blaze.
Sedangkan Glacier dan Gentar telah duduk berdampingan, mereka berdua mencoba untuk tidak meraung seperti yang dilakukan Frostfire. Wajah yang tampak seiras itu dibuat setenang mungkin, berharap mereka tidak terbawa suasana.
KAMU SEDANG MEMBACA
Elemental parents and fusion? [OG]
FantasySetelah terjadinya penyerangan dari sang penguasa elemental legenda, Retta'ka. Boboiboy memutuskan untuk berpecah menjadi tujuh selamanya, ia membiarkan para elemental mengambil alih tubuh aslinya. Sedangkan para elemental mendapatkan sebuah cara me...
![Elemental parents and fusion? [OG]](https://img.wattpad.com/cover/363208595-64-k592012.jpg)