Happy reading and don't forget to vote yaa...
Semua mata langsung tertuju ke ranjang sang bungsu. Mereka semua menghampiri shaka yang masih setengah sadar.
"Boy bisa denger daddy?" tanya devan dengan nada lembut.
"Shaka kenapa bisa ada disini?" tanya shaka lemah kepada devan.
"Kami menemukan kamu sudah pingsan di tempat tidur dengan badan penuh bintik merah dan keringat dingin." jawab leo
"Apa saat di sekolah kamu makan makanan yg berbahan seafood arshaka?" tanya al datar.
"Shaka tidak tahu bang, karna yang mesen teman shaka bukan shaka." jawab shaka lemah
"Akan abang beri pelajaran dia karna hampir membuat kamu celaka." ucap al dengan nada menahan amarah, baku tangannya sudah mengepal.
"Shaka mohon jangan apa apain temen shaka abang. Dia ga salah dia kan tidak tahu." ucap shaka dengan lemah, dia tidak mau temannya kenapa kenapa karna dirinya.
"Hufftt...... Baiklah" jawab al lembut entahlah sekarang dia mudah luluh dengan bujukan si bungsu revandra.
"Terimakasih abangg shaka sayang abang al" ucap shaka dengan girang sampai dia bangkit dari ranjangnya untuk memeluk sangat abang.
"Ekhmm... Yang disayang cuma bang al nih kita nggak?" tanya gevan menggoda
"Shaka juga sayang kok sama daddy dan abang semua." jawab shaka dengan ekspresi yang menggemaskan.
Mereka tidak tahan dengan kegemasan shaka, lantas tanpa pikir panjang mereka langsung mencium pipi merah shaka yang sedikit berisi,
Setelah itu mereka berpelukan bersama."Shaka aku berhasil buat mereka sayang kamu lagi, aku harap kamu tenang yaa disana. Aku akan jaga mereka di sini kamu tenang aja." batin shaka dia bahagia akhirnya keluarganya atau lebih tepatnya keluarga shaka menyayangi shaka lagi.
•
•
•
•
•
•
•
•
•2 hari kemudian, shaka sudah pulang ke mansion revandra. Saat ini, shaka sedang berada di ruang keluarga bersama leo dan abang kembarnya. sedangkan, daddy dan abang pertamanya masih berada dikantor mereka.
"Abangg leo shaka bosen, kitaa keluar yuk jalan jalan ke taman boleh yaa abangg?" bujuk shaka dengan puppy eyes-nya yg membuat ketiga abangnya gemas dengan dirinya.
"Oke boleh tapi kamu harus tetap disamping abang yaa.... " kata leo lembut sembari mengusap rambut shaka.
"Iyaa shaka janji." ucapnya sambil menunjukkan jari kelingking nya
"Yaudah sana siap-siap gih, kembar kalian mau ikut ga??" tanya leo kepada adik kembarnya.
"Ikutt lah bangg" jawab mereka kompak, emang kembar yaa.
"Yaudah sana siap-siap jangan lama-lama." ucap leo, setelah itu gevan dan Gavin berlari ke kamar mereka untuk bersiap-siap.
Di sebuah gedung yang besar dengan bertuliskan revandra company terlihat sesosok pria ya dia devan yang sedang sibuk dengan berkas-berkas yang menumpuk.
Drrttttt........ Drrrrtttttt........
"Halo leo ada apa?" jawab devan to the point
"Shaka ngajak jalan-jalan ke taman dad, boleh kah leo ajak ke taman dad?" tanya leo
"Baiklah, tapi, kamu harus jaga shaka dengan baik jangan sampai dia kenapa-kenapa paham son?" tanya devan datar
"Tanpa daddy suruh pun aku akan menjaganya dad, tidak usah khawatir." jawab leo dari sebrang telfon.
"Baiklah Hati-hati daddy matikan telfonnya jika ada apa-apa segera hubungi daddy." ucap devan.
"Baik dad"
Sambungan telfon itu di matikan, dengan bersamaan keluarnya shaka dan si kembar dari kamar mereka.
"Ayo abang shaka sama abang kembar sudah siap." kata shaka semangat.
"Iya ayo tapi ingat yaa saat sampai disana kamu ga boleh kemana-mana tanpa di temenin sama salah satu dari kita paham arshaka revandra?" tanya leo dengan lembut selembut sutra.
"Ayy ayy capten" jawab shaka dengan pose hormat
"Hahahahaha lucu sekalii adik kitaa ya kan bang?" tanya Gavin ke abang kembarnya. Gevan hanya mengangguk membenarkan ucapan Gavin.
Setelahnya, mereka berlalu pergi menuju taman dengan berjalan kaki. Karna, jarak antara mansion dan taman tidak terlalu jauh.

KAMU SEDANG MEMBACA
TRANSMIGRASI SHAKA
RandomBagaimana jadinya jika seorang laki-laki yang selalu ramah, tersenyum, dan baik kepada semua orang. Ber transmigrasi ke tubuh seorang laki-laki yg memiliki sifat Dingin, datar, dan arogan. Cerita ini murni pikiran sendiri tidak mem plagiat milik or...