Halloooo semuahhh!!!! Udah lama nihhh gak up lagii... Typoo tandain yahh!!!
Jangan lupa vote dan komen!!
Happy reading!!!!!!
***
Gadis itu terbangun dari pingsannya, ia melihat ke sekelilingnya, pengap, gelap, dan berdebu. Ia baru menyadari bahwa tangan dan kakinya yang sudah diikat.
"Eunghh, g-gue ada dimana?", Ucap gadis itu.
Brakk
Suara pintu gudang terbuka, dan menampilkan tiga orang gadis yang sedang tertawa terbahak-bahak.
"Eh, udah bangun ternyata, ya?", Ucap Grisel.
"Ahahaha, gampang banget ternyata nipu cewek caper.", Ucap Nadya.
"Caper banget ga sih, kemarin aja sampai masuk ke rumah sakit.", Ucap Mellisha setelahnya diselingi tawa.
"K-kalian? Mau apa kalian?", Ucap luthfi.
"Ck, jangan so polos lo.", Bentak Nadya.
"Udahlah, langsung aja biar ga banyak bacot kayak dia!", Ucap Grisel selaku ketua geng tersebut.
Mellisha dan Nadya pun mulai mendekati luthfi dan menampar pipinya.
Plakk
"Awshh, s-sakit kak", Ucap luthfi.
"Diem lo, dasar cewek caper, ga guna, sikap kayak gini tuh pantes buat lo.", Ucap Mellisha.
"Dia gak pantes diginiin, yang seharusnya diginiin adalah kalian bertiga."
Mereka bertiga terkejut karena ada orang lain selain mereka, semuanya serempak melihat ke arah sumber suara.
"Ohh, ternyata pahlawan kesiangannya udah dateng nih?", Ucap Nadya.
"Nah, kalo ini mah cocok sih.", Ucap Mellisha.
"Ck, mau apa lo?", Ucap Grisel malas.
"Lepasin dia, atau gue bakal kasih tau guru."
"Gitu doang? Ck, Gue takut sama lo.", Ucap Grisel sinis.
"Apa perlu gue kasih tau fadhil tentang lo dan cowok lain?"
"C-cowok apaan maksud lo? Heh, gue ini cuma suka sama fadhil. Ga ada cowok lain.", Ucap Grisel ngegas.
"Oh ya? Gue ada loh, foto lo sama cowok lain lagi di cafe."
"Ck, banyak bacot lo.", Ucap Grisel marah.
"Pergi sekarang."
Grisel pun pergi dari ruangan itu dan menyenggol bahu cowok itu. Mellisha dan Nadya pun juga pergi mengikuti Grisel.
"Lo gapapa?"
"A-areksa?", Ucap luthfi.
"Iya, ini gue.", Ucap Areksa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Fadhfi's True Love
أدب المراهقين"Upii!! Kita beli eskrim yok!!", Ucap seorang anak laki-laki berusia 5 tahun. ••• "Secepat, itu ya?" ••• "Lo, kan yang ngelakuin semua itu? Gue kecewa sama lo fi." ••• "Lo, kalau mau sekedar bermain-main sama perasaan gue, mendingan lo pergi selaman...
