13. Terkena Hukuman

20 3 0
                                        

Halloooo semuahhh!!!! Semoga pada suka yaa.. jangan lupa di vote dan komen yaa!!!

Happy reading!!!

***

Didalam ruangan yang cukup dingin, terdapat tiga orang didalamnya yang sedang beradu mulut, dan disitulah juga Fadhil berada.

"Kalian itu ya, setiap hari ribut aja kerjaannya." Ucap Reza.

Mereka berdua hanya diam dan saling memalingkan muka mereka.

"Apalagi kamu fadhil, baru tadi pagi saya kasih hukuman dan sekarang kamu udah minta untuk dihukum lagi? Iya?" Ucap Reza heran dengan kelakuan fadhil yang ada aja tingkah lakunya.

"Saya gak minta dihukum, pa." Jawab fadhil dengan santai dan tak ada takut-takutnya.

"Tetapi tingkah kamu yang meminta untuk dihukum!" Bentaknya sambil memukul meja.

"Ck." Fadhil hanya berdecak kesal dan memutar bola mata malas.

Sedangkan Argasha tetap masih diam membisu.

"Sekarang saya tanya kamu Fadhil, kenapa kamu bisa memukul wajah Argasha sampai mulutnya berdarah? Mau jadi so pahlawan kamu mukul-mukulin anak orang? Iya?" Cecar Reza.

"Bukan gitu pa, emang mukanya aja yang ngeselin minta di bogem." Ucap Fadhil disertai kekehan kecil.

"JAWAB YANG BENER KAMU FADHIL!!" Teriak Reza muak akan sikap fadhil yang selalu tidak masuk akal.

"Saya juga udah bener kok pa." Ucap fadhil dengan percaya dirinya.

"Ck, diam kamu fadhil, lebih baik saya akan tanya Argasha saja." Bentak Reza.

"Katanya tadi disuruh jawab? Gimana sih?" Ucap fadhil tiada hentinya menjawab membuat Reza semakin kesal.

"Jadi gimana kronologinya Gasha?" Ucap Reza beralih kepada Argasha yang sedari tadi hanya diam.

"Luthfi ga sengaja ngelempar bola ke arah kepalanya dugong, luthfi udah minta maaf, eh si dugong malah ga terima dan malah mau mukul luthfi, yaudah saya pukul balik sebelum hal itu terjadi." Tutur fadhil panjang lebar.

Argahsa yang mendengar fadhil menyebutnya dengan panggilan tersebut langsung mempolototi Fadhil kesal.

"Apa semua yang diucapkan fadhil itu benar dug- eh salah, Gasha?" Ucap Reza menatap tajam ke arah Argasha.

"Iya, tapi dia yang dulu-" Ucapan Argasha terpotong oleh fadhil.

"Nah, nahh kan, dia ngaku pa." Sela fadhil.

"Apaan sih lo, ini semua gara-gara pacar sialan lo yang lempar bola ke kepala gue!" Hardik Argasha.

"Ya, tapikan dia udah minta maaf bego, lagian dia ga sengaja juga, dia itu lagi belajar sama gue." Ucap fadhil balik dengan nada tinggi.

"Sudah-sudah, kalian berdua tetep saya hukum bersihin toilet." Ucap Reza.

"Tapi saya kan bukan babu pa, suruh aja yang disamping saya, mukanya aja mendukung banget jadi OB sekolah." Ucap fadhil sambil menunjuk Argasha dengan matanya.

"Huh, yasudah kalian hormat dilapangan sampai pulang sekolah." Final Reza.

"Yeyy, ga belajar." Seru Fadhil.

"Panas bego." Sahut Argasha kesal, bisa-bisanya seneng dikasih hukuman.

"Iya sih, udahlah kabur aja apa susahnya." Ucap Fadhil didepan Reza, Reza yang mendengar itu pun tak segan-segan langsung memukul kepala fadhil dengan buku tebalnya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Nov 19, 2024 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Fadhfi's True LoveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang