Because I know you're sweeter than chocolate
Without even knowing, my eyes go to you
And stops right on your lips
Why does it feel like
I'd know what it tastes like even though I never tried?
Kalau boleh memilih, Sunjae tidak ingin berada di Pyeongchang di hari sedingin ini. Terlebih, ketika Ia harus tampil di panggung outdoor, berjibaku dengan angin provinsi Kangwon yang menggigit. Menekan tuts piano terasa sulit sekali - baru lagu kedua saja, jari-jarinya sudah terasa kaku. Dalam hati, Sunjae merutuki baju panggungnya yang terlalu tipis, bertanya-tanya apakah Ia boleh memakai padding di lagu selanjutnya.
Sunjae melihat ke arah Baek Inhyuk. Kalau saja tidak melihat hidungnya yang merah, Sunjae hampir mengira kalau Inhyuk baik-baik saja. Baek Inhyuk kelihatan sangat berenergi – performance seperti biasa – selalu ekspresif, nampak menikmati permainan gitarnya. Sunjae tahu tidak ada hal yang lebih Baek Inhyuk sukai selain berada di panggung bersama gitarnya. Tak ada yang mencintai music dan Eclipse lebih daripada Baek Inhyuk. Sunjae percaya, kecintaan itu membuat Inhyuk terlihat begitu berkharisma dan bercahaya di atas panggung.
Memperhatikan gerak-gerik Inhyuk di panggung membuat Sunjae teringat seseorang. Seseorang yang juga selalu terlihat bersemangat meski berada di panggung yang berbeda.
Im Sol, kira-kira sedang apa, ya?
Sunjae mengedarkan pandangannya ke sekeliling lapangan tempat mereka tampil. Ia memperhatikan satu persatu wajah penonton yang hadir, menebak-nebak kira-kira siapa performer yang sedang mereka tunggu. Sunjae tersenyum pada tiga perempuan yang menatapnya sambil melamun, begitu menyadari Sunjae tersenyum pada mereka, gadis-gadis itu langsung lompat-lompat heboh. Sunjae tak bisa menyembunyikan tawanya. Ia lalu mempertahankan senyumnya sampai...
Ryu Sunjae mengerjapkan matanya, tak percaya sosok gadis yang ditangkap matanya saat ini. Gadis itu berdiri tak jauh dari kerumunan gadis-gadis tadi, matanya lurus memandang Sunjae, seolah Ia sudah menunggu pandangan Sunjae untuk sampai ke arahnya. Dalam sekejap, senyum di wajah Sunjae menghilang – Ia tak bisa menyembunyikan rasa kagetnya.
Im Sol?
Im Sol melambaikan tangan menikmati alunan musik. Bibirnya bergumam seolah ikut bernyanyi. Sunjae bertanya-tanya apakah udara dingin membuat otaknya mulai berhalusinasi. Gadis yang beberapa detik lalu hanya ada di kepalanya, tiba-tiba benar-benar muncul di hadapannya. Kalau ini bukan halusinasi, lalu apa?
Meskipun gadis itu berdiri lumayan jauh dari panggung, segala hal di sekeliling Sunjae jadi terasa bias. Kerumunan di hadapannya menghilang, Sunjae hanya bisa fokus kepadanya. Seolah-olah, di festival yang ramai ini, di antara ratusan orang yang berada di hadapannya, Sunjae hanya bisa melihat Im Sol.
Mata Sunjae tak kunjung bisa lepas darinya. Ia mencoba untuk bersikap adil pada penonton yang ada di depannya, mencoba membagi perhatiannya dengan sama rata meskipun tak kunjung bisa. Seperti magnet, gadis itu membuat mata Sunjae tak mampu beralih darinya. Gadis itu cukup rakus- saat Ia tidak ada, kepala Sunjae tersita dengan bayangannya. Ketika Ia benar-benar berada di hadapan Sunjae, Ia merampok seluruh perhatiannya.
Im Sol meneriakkan namanya. Suaranya memang tenggelam ditengah kencangnya dentuman suara musik dan keramaian orang-orang, namun Sunjae seolah bisa mendengarnya. Perasaan Sunjae mendadak penuh, perasaan bahagia memenuhi dadanya, hampir membuncah. Perasaan-perasaan itu membuatnya nyaris lupa lirik.
Mungkin jika saat ini Eclipse tampil di tengah kota Seoul, Sunjae tidak akan seheran ini. Masalahnya, saat ini, mereka berada di kota pegunungan kecil berjarak dua setengah jam dari Seoul. Sunjae bertanya-tanya, naik apa dia ke sini, berangkat jam berapa, apa dia datang sendiri...
Sunjae tak pernah siap dengan kehadirannya yang tiba-tiba. Kehadirannya selalu membuat hati Sunjae terasa penuh hingga hampir meledak. Im Sol seharusnya bilang dulu padanya kalau dia akan datang. Dengan begitu, Sunjae bisa menyiapkan hatinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Fox Rain
FanfictionHasil debut yang kurang sukses sebagai idol memaksa Ryu Sunjae untuk menjajaki dunia akting. Di sanalah Ia bertemu dengan Im Sol, seorang pemeran figuran penuh potensi, dan langsung jatuh hati padanya. Namun, seperti kedatangannya yang tiba-tiba, Im...
