Bab 15. Siluman Landak

6.4K 724 15
                                        

Setelah persiapan yang cukup matang, Eugene menaiki kudanya. Meski ia benci dengan guncangan yang ditimbulkan, ia tak memiliki pilihan lain selain menahan ketidaknyamanan tersebut, sambil berharap ada keajaiban yang bisa memberinya mobil.

Ia hanya membawa pasukan pilihan yang dilatih khusus oleh Isodore, tanpa membawa selir lainnya demi efisiensi dan kecepatan perjalanan.

Setelah berkuda selama dua jam, akhirnya mereka sampai di tepi hutan. Eugene turun dari kudanya, mengedarkan pandangan ke sekeliling.

"Kenapa kabutnya tebal sekali?" gumamnya heran dengan alisnya bertaut bingung. Padahal mereka sedang berada di dataran rendah, bukan di pegunungan.

"Baik!" katanya seraya menghadap pasukannya. "Sekarang kita berpencar menjadi tiga kelompok untuk mencari biji besi. Kita akan berkumpul kembali di sini dalam waktu lima jam. Jika ada yang tidak kembali tepat waktu, kita harus saling mencari."

"Baik, Yang Mulia" jawab kepala kesatria. Setelah itu, ia segera membagi pasukan sesuai perintah, sementara Eugene sendiri memilih untuk tetap bersama Isodore.

Dalam perjalanan, Isodore bertanya, "Yang Mulia, apakah biji besi itu benar-benar sangat penting?"

Eugene berbalik melihat isodore yang berada di belakangnya "Isodore" ucapnya pelan sembari memegang kedua bahu pria tegap didepannya dengan wajah serius.

"Bayangkan sebuah senjata yang tak akan hancur atau patah dalam serangan berulang. Besi jauh lebih tangguh dibandingkan kayu dan batu, namun lebih ringan dari baja. Dengan besi ini, kita bisa membuat senjata dan perisai yang bahkan serangan musuh terkuat pun akan sulit untuk menembusnya"

Para kesatria dibelakang, juga mendengar dengan seksama dan tidak bisa menahan decakan kagum.

"Lebih kuat dari kayu dan batu?" isodore mengedipkan matanya tak percaya.

"Jangan bandingkan keduanya" ujar Eugene sambil melanjutkan langkah. "Kayu terlalu lemah, sementara batu mungkin setara, tapi besi lebih praktis"

Isodore hanya mengangguk pelan, matanya tak lepas dari sosok pangeran yang melangkah di depannya dengan tatapan yang sulit diartikan,

Di tengah perjalanan, seorang pengawal datang memberi laporan. "Yang Mulia, ada panggilan sihir dari kelompok lain. Mereka melaporkan telah menemukan benda yang Anda cari"

Eugene menoleh. "Bagus. Kalian kembali dan ambil sebanyak mungkin. Aku akan tetap mengawasi daerah ini"

Tanpa membuang waktu, para kesatria langsung mengangguk dan bergegas menjauh.

"Pangeran, Anda tidak kembali? Memasuki hutan lebih dalam sangat berbahaya" kata Isodore dengan nada waspada. Menurutnya, jika biji besi sudah ditemukan, maka tidak ada alasan bagi Eugene untuk tetap di sini.

Eugene tersenyum tipis, penuh teka-teki. "Selain besi, ada sesuatu lagi di sini yang kucari"

Langkah mereka berakhir di depan sebuah air terjun yang deras. Suara gemuruhnya menggetarkan udara, sementara kabut tipis menyelubungi sekeliling.

"Yang Mulia, tempat ini indah sekali" ucap Isodore takjub dengan pemandangan di depannya.

"Memang indah" gumam Eugene, tatapannya meninjau segala arah "Namun, sesuatu yang indah sering kali menyimpan bahaya" Tepat setelah itu, sebuah serangan datang dari arah pepohonan.

Isodore segera siaga, melihat sekilas makhluk mirip landak besar yang menyerang dengan melesatkan duri-durinya bagaikan anak panah.

Dengan cepat, Eugene membentuk formasi sihir. Berkat ia bercinta naga siluman ular, kekuatan sihirnya meningkat pesat. 

[BL] Be A Figuran PrinceTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang