06 || Tak Terduga [2]

2.4K 272 43
                                        

Alo~ dengan Mimel disini~

Nyoh, akhirnya update lagi. Terkadang baca komenannya kalian ngebuat jiwa pemalas ku berkurang.

Terima kasih buat yang sering komen, aku sangat menghargai itu! Kalian membantu memulihkan semangat ku😉♥️

Btw, aku ngetik chapter ini sambil dengerin lagu: Ruler Of My Heart by Luka & Mizi, Alien Stage.

Ruler of my heart~ ruler of my heart~

°~•~•♡•~•~°

Sinar emas tajam yang seolah menusuk kedalam, membelah setiap kesadaran. [Name] sesaat kehilangan fokus begitu mata emas bagai gurun pasir mengelilinginya.

Bergeming dalam bisu sunyi malam. Pancaran perak rembulan menelusup dari atas gang gelap, menunjukkan dengan jelas cahaya berkilau di sepasang netra emas hewan buas.

Hah. . . .

Tersadar, kemudian menyingkirkan belati ditangan dari atas wajah si tampan. [Name] menumpu kedua kaki bersiap bangun, namun——

Grep!

"Ah!"

Tangan-tangan besar sialan itu! Si surai merah nyaris tak dapat menahan ucapan kasarnya yang berhenti di ujung lidah. [Name] berdecak kesal, tak dapat menerka jalan pikiran pria mata emas ketika dengan entengnya mencengkram pinggang [Name]— jelas tak membiarkan gadis itu beranjak.

"Apakah tidak nyaman?"

"Apa?!" galak [Name], masih menggeliat tidak suka.

Kekehan halus namun kasar mengalun, pria besar menekan-nekan pinggang yang terasa kecil di jari-jemarinya.

"Kenapa harus buru-buru, kau tidak nyaman menunggangi ku, hem?" Ujarnya enteng.

Omong kosong! Menunggangi apanya, pria ini tidak waras. Melihatnya seperti ini, pemikiran [Name] yang sebelumnya mengira kalau dia adalah Ishakan, kini menguap.

Jelas sekali kalau pria besar cuman orang mesum.

'Lagi pula tidak mungkin pemeran utama laki-laki berada di sini.' kerutan hilang di keningnya. Wajahnya berubah lembut saat memikirkan tentang awalan isi novel.

Menyadari perubahan pada wajah terbingkai helain mawar, pria mata emas memiringkan kepalanya. Satu tebakan muncul di benak, menyatakan bahwa gadis diatasnya tidak mengingat dirinya.

"Kau. . . tidak ingat aku?"

Bicara apa sih? Dasar tidak jelas. . . . apa katanya tadi?

[Name] tidak pernah sedikitpun melupakan mata jingga Ishek, jadi bahkan jika ada yang memiliki warna serupa sekalipun. [Name] percaya diri dapat membedakan antara Ishek dan orang lain.

Namun pria besar tidak punya mata jingga. Sepasang emas berkilau itu nyata, bukan warna lain tapi emas! Memang pasti ada beberapa orang lain yang memiliki mata serupa.

Yah, tapi dengan mata emas, surai coklat terlihat lebih gelap karena minim penerangan, kulit coklat sehat dan bekas-bekas luka itu. . . . tidak mungkin, kan?

Sekarang seratus persen [Name] tidak dapat menyangkalnya lagi. Pria besar ternyata benar-benar Ishakan!

AAAAAAAAAAAAAAAH!

Wajah tabah [Name] berkebalikan dengan diri internalnya yang sekarang tengah berteriak dan berguling-guling.

Detik lalu dia mengira pria ini bukan Ishakan, kemudian sekarang malah berganti seperti ini. Pusing, [Name pusing! Dia cuman bisa menghembuskan nafas panjang merasa lelah. Mulutnya mulai terbuka sedikit dan segera memanggil.

Imbalance [PM Fic]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang