08 || Perubahan Itu [1]

3.1K 277 38
                                        

Helauurrr seng seng kuh~

Akhirnya, usai bergulat dengan mood dan kemalasan diri sendiri-- aku update juga huh!

Aku pingin secepatnya namatin fanfic ini;) target ku pokoknya ni fanfic selesai tahun ini. Biar aku bisa lanjut dan eksplor lebih banyak fanfic lagi.

Btw aku mau nanyak. . . menurut kalian gaya penulisan ku aneh enggak? Aku suka bacain ulang setiap fanfic ku, kadang ngerasa aneh sendiri karena penulisannya agak laen.... yah, aku cuman mau tau pendapat kalian aja sih☺️

Hehehe, happy reading😉♥️

°~•~•♡•~•~°

Hangat dan damai.

Sinar mentari yang hangat tak terik seperti seharusnya. Angin sepoi-sepoi sejuk juga ikut meniupkan aroma segar rerumputan hijau dan bunga-bunga yang ada disekitaran daerah tersebut.

Matanya yang memejam secara perlahan terbuka. Silau sesaat, sampai berangsur membiasakan diri.

Tak lama bisingnya pembicaraan dari banyak orang terdengar. Sangat ramai, mungkin karena hari ini adalah minggu? Banyak orang menghabiskan waktu di taman.

Gadis dengan surai coklat gelap duduk di salah satu kursi taman. Berdiam di sana, seraya tangan memegang tempat minuman berisi jus buah.

Huh?

Dia bertanya-tanya secara internal kenapa dapat berada di sana. Jika tak salah, seharusnya saat ini dia berada. . .

"Kakak!"

Suara imut anak kecil memanggil dari kejauhan-- si kecil lincah berlarian mendekatinya.

"Kok melamun gitu, kak?"

Ini. . .

Sepasang mata membesar begitu sosok kecil dihadapannya terlihat sangat nyata. Hampir seperti semua yang dia alami sebelumnya hanyalah halusinasi semata, dan yang sekarang terjadi di depan mata adalah kenyataan.

"Uwahh! Kakak udah beliin minumannya, terima kasih," si kecil tidak menyadari apapun, tetap sibuk akan dunianya sendiri.

Sementara anak perempuan itu mengambil minuman dari tangannya, dia masih membeku tak percaya.

"Sha--

"Kak,"

"Kenapa rasa melon? Kakak tahu 'kan kalau aku enggak suka melon?"

Eh?

Mendadak suasana hangat berubah dingin. Cahaya lembut tergantikan mendung, tempat itu berangsur jadi gelap.

"Sha, kakak--

"Aku enggak suka melon. . . . kamu bukan kakak aku, iyakan?"

Kata-kata itu bagai menusuk langsung ke hatinya. Terus terngiang, tanpa jeda dan membanjiri dirinya.

Gelap dan semakin gelap, saat dia menyadarinya tempat itu sepenuhnya hitam. Sosok kecil didepannya memudar sambil menangis.

"Kamu bukan kakak ku!"

SREKK!

"Uhuk! Hahh. . . haah . . ."

Pemilik surai merah langsung terduduk dengan disertai batuk juga nafas yang ditarik secara kasar. Pandangan matanya yang memburam ter-arah pada dua telapak tangannya, tetesan air mata segera menitik membasahi telapak tangan.

Imbalance [PM Fic]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang