10 || Malam keputusan (1)

1.1K 174 22
                                        

*celingak-celinguk

Manis manis kuuu, haloooo!

Haaa~ yare yare, mianhae baru bisa update. Masih ada yang minat baca? Kayaknya masih ada, aku terharu banget༎ຶ⁠‿⁠༎ຶ

Ini udah tahun 2026, SUMPRIT?! Jujur, aku banyak melewati hal berat tahun lalu. Haahh .... capek sih, tapiiii gapapa! Namanya juga hidup, yekan??

Okelah, gas baca!

Terima kasih untuk yang masih nunggu☺️♥️

°~•~•♡•~•~°

Angin segar yang memenangkan meniupkan aroma taman bunga. Membawa euforia manis diantara dua sejoli yang duduk bernaung pohon hijau rindang.

Raja Kurkan, menggunakan jari-jemari coklat besar dengan telaten membubuhi karya terampilnya melalui helai merah mawar.

"Aku tidak tahu raja Kurkan dapat melakukan hal semacam ini." [Name] terkikik lucu, tangan tergerak menyentuh kepangan di sisi kepala.

"Ku pikir itulah aku, tak ada yang tidak bisa aku lakukan." pria mata emas enteng membanggakan diri.

Dasar tengil. [Name] mendengkus internal.

Gadis surai mawar perlahan merubah posisi duduk menjadi menyamping; beralaskan paha tebal pria Kurkan, dua kaki jenjang putihnya di sejajarkan pada paha tebal satunya lagi.

Ditatap lamat pahatan wajah kokoh dengan kulit eksotik, cahaya hangat mentari memantul menciptakan bias indah dibelakang Ishakan.

Dia menengadah, mengamati-- mengagumi ciptaan penuh kasih yang sang pencipta berikan didepan mata.

"Apa aku memang setampan itu?"

[Name] mengalihkan tatapan begitu pipi memanas penuh rona.

Tawa pihak lain mengudara lepas, kedengaran merdu sejujurnya.

Sembari melingkarkan tangan ke pinggang gadis pujaan hati, Ishakan menaruh kecupan lembut pada surai merah.

"Jika aku tidak salah ingat, kemarin kamu mengatakan malam ini ingin pergi ke tempat pelelangan?"

Menetralkan merah di pipi, [Name] mengangguk. "Ini bukan pelelangan resmi. Barang yang dilelang juga bukan makhluk hidup, ada barang yang sedang ku cari."

Walau kodrat masih manusia biasa, dia tetap tidak lupa tentang kenyataan seorang Gipsi. [Name] butuh beberapa barang magis demi membantu rencana masa depan.

Bukan hal mudah juga menemukan barang bagus ditempat yang umum. [Name] susah payah mengumpulkan informasi dan mencari tempat yang sangat cocok.

Rencananya hampir matang, barang-barang berguna juga nyaris lengkap.

Tinggal menunggu waktu tepat sampai rencananya dilaksanakan.

Saat hari itu tiba akan menjadi hari bahagianya!

'Aku bisa pulang....' tatapan ruby menerawang jauh penuh damba dan kerinduan.

Srekk!

Mata kiri terpejam, [Name] rasa sebelah kanan lehernya berat akibat ditimpa bobot kepala Ishakan yang barusan berlabuh tanpa permisi.

Menyusup disana sambil memberi kecupan kupu-kupu; geli dan menyenangkan dalam satu moment.

Tawa lembut mengalun, pihak hawa mengangkat satu tangan memegang pipi pria besar yang memangku dirinya.

Namun kecupan kecil berubah menjadi tindakan lebih berani. Ishakan tak hanya mencium lembut, tapi mulai menghisap gemas disertai gigitan meninggalkan bekas.

Secara refleks membuat [Name] menengadah. Napas yang ditarik mulai tak beraturan, panas tubuhnya menyiratkan kondisi lain.

"I-isha...."

Panggilan halus terselip lenguhan pelan agak menarik perhatian si raja Kurkan. Ishakan menghentikan tangannya yang tadi membelai dada [Name]-- alasan utama mengapa wanita favoritnya melenguh sembari menyebut namanya.

Tersenyum tipis dari balik helai mawar, Ishakan memberikan kecupan basah terakhir ke leher jenjang. Wajahnya masih terbenam disana, sedangkan tangan menarik tubuh dalam dekapan kiat merapat.

Menarik napas dalam-dalam, terbuai oleh aroma alami bercampur udara segar taman.

"Kamu benar-benar....." pemilik surai merah masih mengatur pasokan oksigen. Kepalanya bersandar didekat kepala Ishakan.

Selang beberapa menit hening, Ishakan menjauhkan wajah. Puas dengan istrahat sebentar yang nyaman dan damai.

Bibirnya menarik senyuman; penuh kasih, cinta, dan segala pemujaan sayang.

"Kau tentu tidak akan menolak aku ikut bersamamu, benar?" Ishakan berujar sambil dengan perhatian mengusap wajah manis dihadapan.

Tangan kecil menyentuh punggung tangan di pipinya.

"Memangnya kau tidak sibuk? Kau itu raja, pasti memiliki kesibukan sendiri." cemberut kecil terlukis di paras cantik pujaan hati Ishakan.

"Tidak ada yang terlalu penting."

Ditanggapi seperti itu, [Name] memalingkan wajah dibarengi helaan napas.

"Jadi, artinya aku boleh ikut?" tanya Ishakan jenaka.

"Seolah kau tidak akan pergi kalau ku tolak." [Name] mencibir kecil dengan wajah lucu.

Meski tak mau terikat lebih jauh tapi [Name] sadar diri. Perubahan besar ini juga gara-gara dirinya.

Begitulah dia harus menghadapi konsekuensinya. Ishakan adalah tanggung jawabnya sekarang, dia harus mengurus laki-laki besar yang tampan ini.

Sampai semua selesai dan mereka berpisah.

Lamunan [Name] buyar kala Ishakan terkekeh lalu mencium bibirnya.

Berawal dari ciuman sederhana, hingga berubah lebih intens.

Aduh .... [Name] sadar dia tidak akan lolos dengan mudah. Ishakan diikuti segala tindakan seduktifnya berhasil menggeret [Name].

Bahkan tidak cukup sadar untuk menyadari kalau bagian dadanya hampir terpampang bebas.

Semoga siang ini sampai malam nanti kondisinya tetap prima.

°~•~•♡•~•~°

IISSSHHHHH! Sebenernya aku gamau update sependek ini, tapi aku cuman mampu ngetik sampai sini.

Aku juga sekaligus mau ngasih tau kalau aku masih ada disini. Cuman keterbatasan waktu dan mood jadi penghalang.

Aku enggak bisa janji update kilat, tapi aku yakinkan kalau aku enggak kemana-mana.

DADAAAAH! Chapter selanjutnya bakal lebih panjang.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jan 02 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Imbalance [PM Fic]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang