♡10♡

3.6K 200 10
                                        

CERITA INI HANYALAH FIKSI
MOHON UNTUK JANGAN MEMBAWA CERITA INI KEDUNIA NYATA

Maaf jikalau ada kesalahan dalam penulisan kata/nama/pangkat/tempat

☆SELAMAT MEMBACA☆







"Ci Gre ??"

"Kita keluar dulu yuk, biar ci Gre ngobrol sama dedek" ajak Shani.

"Iya ayo ci" sambung Marsha.

"Aku keluar bentar yaa" Aldo mengusap lembut kepala istrinya.

Semuanya mulai berjalan keluar, memberikan ruang untuk Gracia menjelaskan dan memberikan pengertian kepada Christy.

Hap

Gracia menahan tangan Zean.

"Temenin cici disini"

Zean hanya mengangguk pasrah dan mengambil posisi berdiri disamping kiri Christy, sedangkan Gracia duduk dikursi samping Christy.

"Cici periksa dulu bentar ya" Gracia mulai memeriksakan keadaan adiknya.

"Gimana ci" tanya Zean.

Gracia mengangguk pelan.

"Mas" panggil Christy.

"Iya sayang, apa hhmm"

"Dedek mau duduk"

"Jangan banyak gerak dulu dek" ucap Gracia.

"Mau duduk ci" rengek Christy.

"Yaudah mas naikin dikit ya" Zean sedikit menaikkan tempat tidur Christy agar adiknya itu bisa sedikit duduk bersandar.

"Udaah cukup Zee, ga usah terlalu tegak dulu"

"Iya ci"

"Dedek" Gracia menggengam erat tangan adiknya.

"Kenapa ci, ada apa"

"Cici jelasin pelan-pelan ya, tapi dedek harus tenang"

Christy mengangguk pelan.

"Cici mau tanya dulu, dedek ada ngerasain ada yang beda ga dari badan dedek ?"

"Dedek ga ada ngerasain apa-apa ci, cuman dedek bulan ini belum dateng bulan aja"

"Iya, terus apa lagi yang dedek rasain ?"

"Dedek kemaren-kemaren ngerasa nafsu makan dedek meningkat, sama mood dedek suka naik turun ci"

"Iya" Gracia mengangguk "tanpa dedek sadari, ternyata kemarin dedek udah isi" ucap Gracia pelan.

Christy kaget, ia terdiam menatap Gracia.

"Ma maksdunya ci ?"

"Dedek hamil, tapi"

"Tapi ?"

"Tapi Allah berkehendak lain, janinnya ga bisa kita selamatin dek"

Duaaaaarrrrrrr

Bak disambar petir. Hati Christy seperti ditusuk jarum. Air matanya langsung luluh, perasaan yang tadinya sudah senang kini hancur dalam sesaat.

"Hiks hiks hiks" Christy mulai menangis lirih sambil memegang perutnya.

"Yang kuat sayang" ucap Gracia tanpa melepaskan gengaman tangannya dengan Christy.

"Hiks hiks huaaaaa" Christy mulai menangis lirih.

Sebenarnya Gracia juga tak kuat untuk tak menangis, tapi ia tahan sekuat tenaga agar tak ikut terlihat rapuh dihadapan adiknya itu.

Our Love JourneyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang