☆28☆

2.7K 207 39
                                        

CERITA INI HANYALAH FIKSI
MOHON UNTUK JANGAN MEMBAWA CERITA INI KEDUNIA NYATA

Maaf jikalau ada kesalahan dalam penulisan kata/nama/pangkat/tempat

☆SELAMAT MEMBACA☆









Eagle Team masih berada didalam pesawat. Ternyata bukan hanya Team Zean, Team Jian juga ikut berangkat malam ini dalam pesawat yang sama.

Semuanya tampak sibuk dengan ransel dan peralatan yang lain. Kedua Team terbaik ini akan terjun payung dan mendarat di tengah hutan yang posisinya tak jauh dari Markas Besar kelompok pemberontak bersenjata yang telah menyerang dan mengepung 5 Desa di Papua.

"Semuanya ready ?" Tanya Jian yang kini tengah berdiri didepan anggota mereka bersama dengan Zean.

"READY KAPT"

"Sesuai rencana awal ya bang" ucap Zean.

"Iya Zee"

"Okee, kita akan turun sekitar 10 menit lagi. Pastikan semuanya sudah siap" ucap Zean.

"Sesuai planning ya, Eagle ke utara, Tiger ke Selatan. Dari sisi barat dan timur, sudah ada Team gabungan TNI Polri yang juga ikut terlibat dalam misi ini" jelas Jian.

"Stay safe guys" Zean tersenyum menatap satu-satu anak buahnya.

"Apapun yang terjadi nanti, ntah kita akan pulang dalam keadaan masih bernyawa atau tidak, serahkan semuanya ke pemilik semesta dan isinya" ujar Zean.

"Semuanya beresiko, kemungkinan pulang tak bernyawa juga benar-benar didepan mata. Selamat dan semangat bertugas semuanya" sambung Jian.

"SEMANGAAAT YOO SEMANGAAAAT" teriakan penuh semangat dari Zean berhasil membuat semuanya juga tampak menggebu-gebu.

"SEMANGAAAAAATTTT"

"AYOO AYOOOOO"

Tiger Team lebih dulu terjun dari dalam pesawat.


Wuussahhhhh.........


Kepiawaian Eagle Team memang tak perlu di ragukan lagi. Dari sisi mana pun semuanya memang terlihat sangat-sangat terlatih.

Setelah beberapa saat berada diudara bermodalkan parasut yang mengembang sempurna, akhirnya Eagle Team mendarat sempurna disebuah lapangan ditengah hutan belantara Papua.

"Aman semua ?"

"Aman Kapt"

"Okee, go go" titah Zean.

Eagle Team langsung bergerak cepat menyusuri hutan lebat bermodalkan peta, kompas dan beberapa alat khusus milik mereka.

Gito berada paling depan dan di susul Zean yang berada di barisan kedua. Yang lainnya mengikuti sesuai perintah Zean di belakang.


Puk puk


Zean menyentuh pundak Gito dan menepuknya pelan.

Zean mengangkat tangannya dan memberikan aba-aba agar semuanya berhenti melangkah.

"Jam 10" ucap Zean pelan.

Dalam kegelapan malam, semuanya berusaha mendeteksi maksud Zean.

"Berlindung" titah Zean dan semuanya langsung berpencar namun tak terlalu jauh, mencari tempat teraman untuk melindungi diri mereka dari penglihatan musuh.

"4 orang Kapt" ucap Aran dalam sambungan earphone yang terpasang di telinga mereka.

"Jangan ada yang ngelepas tembakan, tahan"

Our Love JourneyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang