☆22☆

3K 217 18
                                        

CERITA INI HANYALAH FIKSI
MOHON UNTUK JANGAN MEMBAWA CERITA INI KEDUNIA NYATA

Maaf jikalau ada kesalahan dalam penulisan kata/nama/pangkat/tempat

☆SELAMAT MEMBACA☆










"Mas Miko"

"Haaaahh"

Semuanya kaget tak percaya mendengar ucapan Aldo barusan.

"Ga mungkin Do, mas Miko kan di penjara" ucap Gracia.

"Demi tuhan ci"

"Kamu tau dari mana bee ?" Tanya Christy.

"Tadi pas aku papasan sama dia, dia baru mau dipindahin ke ICU" jawab Aldo.

"Parah juga ya bang ?" tanya Marsha.

"Keliatannya sih gitu Sha, tapi sadar sih"

"Dia mau apalagi ya Tuhan" lirih Cio.

"Berarti dia udah keluar dari penjara dong" gumam Ale.

Zean diam dan tak berkomentar apapun. Emosinya naik kembali, benar-benar di puncak.

"Mas" panik Marsha menahan tangan Zean saat Zean tiba-tiba bangkit dari duduknya.

"Heh heeh mau kemana Zee" tahan Gracia.

"Mas mau keluar bentar" Zean melepaskan tangannya pelan dari Marsha dan langsung berlalu meninggalkan ruang rawat Shani.

"Mas"

"Eehhh tolong ikutin dong, lagi emosi ituuu" ucap Christy.

"Ayoo ayoo Do" Ale menarik Aldo menyusul Zean keluar.






Pikiran Zean kalut, pikirannya tak lain kini hanya ingin langsung bertemu lelaki bajingan yang tak henti-hentinya menggangu dan menyakiti kakak pertamanya itu.

"Pasien atas nama Miko disebelah mana sus" tanya Zean pada perawat ICU.

"Oohh di paling ujung ya pak"

"Makasih sus"

Zean langsung berjalan menghampiri Miko di ruangan paling ujung.



Ceklek....


Zean masuk kedalam ruangan kecil yang hanya ada Miko didalamnya.

"Selamat malam Miko Arnata Yudana" ucap Zean sinis ketika melihat Miko yang tampak tersenyum dengan kedatangan Zean.

"Masih bisa senyum anda ya" ketus Zean.

Miko tampak terbaring lemah dengan bantuan alat-alat yang menempel di badannya. Mulutnya juga tampak tertutup alat bantu nafas.

"Masih berani anda muncul di hadapan saya ya, B*GS*T" Zean menundukkan badannya berbisik ditelinga Miko.

"SAYA GA AKAN LEPASIN ANDA KALI INI" tegas Zean di telinga Miko.

"Anda sudah lancang dan berani menyakiti salah satu wanita kesayangan saya, setelah ini saya yang akan membuat anda merasakan sakit yang lebih dari ini" ucap Zean menegakkan badannya menatap Miko penuh amarah.

Miko terdiam mendengar kata demi kata yang diucapkan Zean penuh penekanan itu.

"Atau anda mau menghadap Tuhan sekarang" Zean mencekap kuat leher Miko dengan satu tangannya.

"Eeeemmmm" Miko memegang tangan Zean, berusaha melepaskannya.

"Kenapa hahaha" Zean terus memperkuat cekaman tangannya.

Our Love JourneyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang