○18○

2.9K 235 11
                                        

CERITA INI HANYALAH FIKSI
MOHON UNTUK JANGAN MEMBAWA CERITA INI KEDUNIA NYATA

Maaf jikalau ada kesalahan dalam penulisan kata/nama/pangkat/tempat

☆SELAMAT MEMBACA☆









Sambil merintih menahan perih dikaki, Zean akhirnya berhasil membawa Christy keluar dari situasi yang tak pernah terpikirkan dalam benak Zean.

Sebisa dan sekencang mungkin, Zean menancap gas motornya menjauh dari amukan gunung berapi yang terus menerus mengeluarkan lahar panasnya.

Sepanjang perjalanan dari Desa Sebrang ke posko pengungsian Zean hanya diam, ntah apa yang dipikirkannya, tapi Zean tampak menahan emosi. Christy juga diam, ia hanya mengeratkan pelukannya dengan sang abang.




Bruuumm Bruuuummmm

Hiiitttt......

"Alhamdulillaaaah" lirih Jian melihat kedatangan 2 sepupunya itu.

Bukan hanya Jian, semuanya memandang penuh syukur kala melihat kedatangan kakak adik itu.

"Bee, kamu gapapa" Aldo menghampiri Christy tergesa.

Breeesss

Belum sempat Christy menjawab, Zean sudah keduluan mencekam kuat kerah seragam Aldo dengan tatapan penuh amarah.

"Mas" Christy kaget melihat respon Zean.

Bukannya menjawab adiknya, Zean malah menarik kuat kerah baju Aldo dan membawanya menjauh dari keramaian.

Sraaaakk

Zean melepas kasar cengkaman tangannya hinggal Aldo sedikit oleng ke tanah.

"Zee gua minta maaf" lirih Aldo dengan tatapan memohon.

"Minta maaf untuk apa" ucap Zean terdengar dingin sekali.

"Gua ninggalin Christy"

BUGGGHHH

Satu pukulan keras dari Zean berhasil membuat sudut bibir Aldo mengeluarkan darah segar.

"Maaf Zee"

BUGGGHH

BUGGHHH

BUGHH

"MAS ZEAAAAN" teriak Christy ketika melihat abangnya itu memukuli suaminya.

Bughhhh

Sreeekk

"ISTRI LU HAMPIR AJA MATI KEJEBAK DI SANA ALDOOOOO" teriak Zean didepan muka Aldo dengan tangan yang mencekam kuat kerah baju Aldo.

"Udaaaaah" Jian berusaha melepaskan Aldo dari amukan Zean.

"Lu suami macam APAAN ALDOOO" teriak Zean siap kembali menghantam Aldo.

GREEEPPP

"Stop mas hiks hiks" Christy memeluk erat Zean.

"Please stop mas hiks hiks"

"Huuuuufffffttttt" Zean membuang nafasnya, berusaha mengatur emosinya yang benar-benar ada dipuncak.

"Maaf dek, mas kelepasan" lirih Zean membalas pelukan Christy tak kalah eratnya.

"Hiks hiks hiks"

"Mas cuman takut dedek kenapa-napa. Pikiran mas udah jauh tadi, mas takut. Mas bahkan ga mau dedek ke gores sedikitpun, mas setakut ituu" lirih Zean memeluk erat adiknya.

Our Love JourneyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang