Min Yoonji.
Gadis itu mirip sekali dengan senior Jennie di sekolah, Min Yoongi. Si pucat berwajah imut dan bertubuh mungil. Namun, bermulut pedas. Mungkinkah mereka saudara? Marga mereka sama.
Dari sekian banyaknya gadis yang bisa Taehyung pacari, kenapa harus gadis seperti itu yang dia pilih? Gadis jalang. Jennie ingin memakinya seperti itu. Memang dia cantik. Jangan lupakan tubuh sintalnya yang mana pasti jadi favorit para lelaki termasuk Taehyung. Hanya saja, sudah sejauh apa Taehyung berubah semenjak menjauhinya? Juga, sudah berapa gadis yang ia jadikan pacar selain Yoonji dan Yerim?
Betapa beruntungnya mereka bisa menjadi pacar Taehyung meski pemuda itu suka main belakang. Apa kabar dengan Jennie yang pernah menjadi pemuas nafsunya? Sekali pun Taehyung tak pernah bilang cinta meski sebatas gombalan belaka. Taehyung bahkan tak pernah bersikap manis pada Jennie, kecuali ada maunya. Tapi dengan Yoonji, Taehyung merangkulnya mesra saat hendak mengantarnya pulang. Bahkan beberapa kali ia lihat gadis itu mematuk-matuk bibir berisi menggodanya dan Taehyung hanya menanggapinya dengan senyum manis.
Taehyung tidak pernah seperti itu di hadapan Jennie. Dia lebih sering menyeringai licik dan meraba-raba pahanya ketika pelajaran berlangsung. Sebenarnya Taehyung menganggapnya apa selama ini?
Oh—Jennie ingat. Partner seks kalau tidak salah. Taehyung sering bilang begitu.
“Kalian bertengkar?”
Pertanyaan itu sukses membuat kepala Jennie bergeser dari tangan yang menyangganya selagi memperhatikan Taehyung menghilang di pintu bersama Yoonji.
Jennie kaget. Baru sadar kalau ia tak sendirian di ruang makan. Namjoon baru saja selesai ganti baju dan kini duduk di hadapannya. Mulai mengambil nasi dan lauk dengan wajah berbinar seperti orang kelaparan.
“Kami? Tidak. Kami baik-baik saja.”
Setelahnya, Jennie merasa dirinya bodoh karena tengah membohongi diri sendiri. It’s not fine kalau kata lagu yang ia dengar akhir-akhir ini. Tapi ia cuma bisa bersikap seolah semuanya baik. Mengenaskan, ya?
“Jangan bohong. Taehyung tidak pernah membawa seorang gadis ke rumah selama ini. Tapi sejak sepekan lalu gadis yang dia bawa ganti-ganti. Mana cantik-cantik semua,” jelas Namjoon seraya melahap makanannya sesuap demi sesuap.
Jennie pikir Namjoon akan menunggu Taehyung untuk makan bersama karena mereka adalah keluarga, tapi ternyata tidak. Bahkan apa yang baru pemuda berambut plontos itu katakan lebih membuat Jennie kaget. Taehyung bergonta-ganti pacar? Jika mendengar cerita Namjoon, nampaknya perubahan Taehyung tak cukup untuk bisa dimaklumi sang kakak. Sambil makan dan bercerita, Namjoon nampak tertekan.
“Apa yang mereka lakukan di rumah?” tanya Jennie penasaran mengingat sudah cukup Taehyung mengantar Yoonji pulang. Mereka masih SMA. Jam malam pastinya diberlakukan untuk anak-anak seusia mereka. Kecuali jika Yoonji itu anak rantau yang tinggal sendirian.
Namjoon menatapnya serius kali ini sehingga Jennie merasa terintimidasi. Terlebih karena Taehyung pernah bilang bahwa Namjoon tahu apa yang sering mereka lakukan dulu.
“Tidak tahu. Yang jelas tidak seberisik ketika dia bersamamu,” jelas Namjoon.
Seketika semburat merah jambu menyeruak di kedua pipi Jennie. Sedang mengarah ke mana pembicaraan pemuda ini sebenarnya?
“Serius, deh aku lebih suka Taehyung pacaran denganmu,” kata Namjoon lagi membuat Jennie gugup.
“Ka-kami tidak pernah pacaran,” jelas Jennie membuat Namjoon terkesiap.
Ia menatap Jennie dengan wajah syok berat. Mencoba mengingat desahan yang didengarnya waktu. Jika Jennie dan adiknya tidak memiliki hubungan romantis lantas mereka itu apa? Apa anak muda zaman sekarang melakukannya begitu saja? Gila! Namjoon saja masih perjaka.
KAMU SEDANG MEMBACA
TAINTED CINDERELLA (Available On Karyakarsa)
FanfictionSpoiler E-book TreeLiu yang sudah terbit.
