Prolog

391 18 0
                                        

Jennie Kim dikenal sebagai siswi yang kurang menonjol di kelasnya.

Dia tidak pernah berada dalam jajaran murid berprestasi meski nilainya tidak pernah ada di level C. Guru-guru tidak cukup terkesan dengan eksistensinya sampai nama dan wajahnya perlu dikenal setiap pengajar di sekolahnya. Dalam pergaulan dia cukup tertinggal. Sulit untuk mencemarinya dengan hal-hal buruk yang orang-orang sebayanya sebut dengan kesenangan remaja, sehingga teman-temannya bilang, “Kau tidak asyik.”

Dibanding bergosip dengan kumpulan gadis rumpi, Jennie lebih suka membaca buku di bangkunya dengan telinga tersumpal head-set. Dibanding menguntit kakak kelas populer beramai-ramai, Jennie lebih memilih menghabiskan waktu menikmati segelas jus di kafetaria sambil mengamati keadaan demi mendapatkan inspirasi. Dibanding main game yang menyita waktu, dia akan lebih suka jatuh tertidur di mana saja seolah dia telah terjaga seminggu penuh.

Namun, ada alasan mengapa gadis yang kedengarannya payah itu menjadi sangat populer di sekolahnya, terlebih di kalangan murid laki-laki—baik senior maupun junior, bahkan teman seangkatannya. Menjadikannya sasaran kebencian para gadis yang merasa lebih baik, juga lebih layak mendapat perhatian dari pada seseorang berwajah lesu bernama Jennie Kim.

Alasan pertama tentu karena wajah Jennie cantik. Rambutnya bagus. Hitam berkilau seperti model iklan sampo. Akan sangat bagus kalau dia punya hobi mengibaskan rambut, laki-laki akan jatuh bergelimpangan ke lantai lantaran tak tahan dengan aroma semerbak sampo mahalnya.

Sayangnya, Jennie tidak senarsis itu untuk memamerkan kelebihannya. Meski kata orang senyumnya juga sangat manis, tak banyak yang berkesempatan melihatnya hingga semua itu disebut mitos belaka. Sorot matanya tak mendukung. Garis mata itu lebih cocok disebut mematikan, jadi ia tak begitu disukai.

Alasan lain yang cukup berpengaruh pada kepopulerannya juga karena Jennie dikabarkan berasal dari keluarga ‘sendok emas’. Bisa dibuktikan dengan barang-barang yang melekat di tubuhnya.  Tas sekolahnya saja merek terkenal. Edisi terbatas hingga tak ada yang menyamai miliknya.

Namun, ada satu hal yang membuat gadis ini menjadi sangat-sangat menarik, terlepas dari bagaimana paras ataupun kebenaran siapa kedua orang tuanya.
Pada kenyataannya gadis dengan tinggi 163 cm di usianya yang ke tujuh belas itu tidak pernah pacaran. Bukan karena tak ada yang menyatakan cinta padanya. Namun, hampir semua pemuda yang datang untuk menembaknya ia tolak di detik yang sama.

Jika dihitung-hitung hingga sekarang, rasanya sudah hampir semua murid laki-laki di sekolahnya mencoba peruntungan untuk pacaran dengannya meski untuk hitungan jam saja. Ada yang datang memang karena suka, ada juga yang datang karena penasaran saja. Saking banyaknya pemuda yang dipatahkan hatinya, Jennie kemudian mendapat rumor buruk atas kesadisannya.

Pertama, dikatakan seleranya terhadap jantan sangatlah tinggi, meski tidak pernah ada yang yakin tipe pacar gadis itu seperti apa. Mungkin seseorang yang bisa pacaran dengannya adalah pemuda dengan wajah sekelas artis Hollywood, bersekolah di SMA bergengsi, bersih dari skandal, dan kedua matanya hanya boleh digunakan untuk menatap dirinya seorang.

Kedua, gadis itu hanya akan langsung menikah di usia dewasanya tanpa mau pacaran. Bahkan ada yang yakin gadis itu sudah dijodohkan jauh-jauh hari dan hubungannya tidak akan diketahui publik hingga hari pernikahan. Seolah dia artis bahkan anggota keluarga kerajaan.

Ketiga, katanya, sih dia penyuka sesama jenis. Dia sering kedapatan memperhatikan gadis-gadis dengan pandangan yang lekat, tak tergoyahkan meski tsunami datang.
Namun, sepertinya rumor-rumor itu akan terpatahkan segera, sebab ada lagi satu pemuda yang ingin uji nyali menyatakan cintanya pada Jennie Kim. Kalau dia sampai ditolak, sih bisa dipastikan salah satu rumor yang beredar ada benarnya. Sebab Kim Taehyung—pemuda nekat selanjutnya, adalah most wanted di sekolah itu. Pemuda tampan blasteran surga katanya. Juga ... sangat pintar otaknya.

“Aku, sih tidak akan bertele-tele, ya. Aku bicara padamu untuk mengajakmu pacaran. Mulai hari ini.”

Dia tak cukup keren, sih dalam menyatakan cintanya. Di wajahnya juga hanya ada pandangan mesum alih-alih cinta. Namun, tidak ada yang menyangka, bukan jika pemuda seperti ini adalah tipenya Jennie?

“Boleh saja.”

Entah apakah dua sejoli ini sedang mengerjai orang-orang satu sekolah. Tidak mungkin jika sekali saja Jennie tidak mendengar gosip tentang pemuda berhidung bangir itu. Taehyung terlalu populer untuk diabaikan. Semua orang tahu otaknya begitu cerdas, tak hanya dalam mata pelajaran, tapi juga untuk banyak hal yang menguntungkan.

Sayangnya, Kim Taehyung lebih dikenal sebagai penjahat kelamin alih-alih pangeran. Hampir setengah dari gadis yang ada di sekolah itu dirumorkan pernah tidur dengannya. Alat kontrasepsi selalu ada di saku celananya. Toilet, UKS, ruang olahraga, kau pasti mau melakukan hubungan terlarang dengannya di mana saja.

“Kau suka stroberi atau anggur?”

“Bagaimana kalau neon? Glow in the dark.”

Pilihan yang tak biasa.


Liu_

TAINTED CINDERELLA (Available On Karyakarsa)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang