Prolog

192 11 0
                                        

Jika kau berada di ambang kematian, siapa yang akan kau mintai tolong?

Tuhan, malaikat , atau ... setan?

Jennie ingat sebelum dirinya ambruk, ia dipaksa makan malam oleh ibu tirinya. Sup miso yang mengingatkannya pada sang Ibu hingga Jennie merasa bernostalgia justru menjadi pengantarnya menuju kematian.

Jennie yakin dirinya diracun.

Tangannya yang bergetar terulur meski dirinya tidak lagi bisa merasakan apa pun lagi selain rasa sakit. Lubang hidung dan tenggorokan seolah menyempit, menolak udara yang coba masuk memberi kehidupan. Indera pendengarannya hanya diisi dengung monoton yang semakin lama makin menusuk. Penglihatannya mulai kabur layaknya tinta tersiram air. Namun, di tengah gempuran rasa sakit menuju ajal itu Jennie mungkin bertemu malaikat.

Ia melihat seorang pria merungguh di hadapannya. Dia hanya menatap diri Jennie seolah tengah ditugaskan mengawasi proses gadis itu menemui ajal. Mungkinkah dia malaikat maut? Pakaiannya serba hitam, sehitam jelaga di rambutnya. Anehnya, meski rasa sakit berebut mematikan kesadarannya, Jennie masih bisa menilai bahwa sosok itu sangat tampan, atau terlalu tampan untuk ukuran manusia.

"To-tolong ..."

Jennie merasa lehernya tercekik sehingga suaranya tidak lagi terdengar jelas bahkan di telinganya sendiri. Namun, rasanya itu cukup untuk memberitahu sosok di hadapannya ini bahwa dirinya dalam kondisi bahaya sehingga pria itu seharusnya segera menolongnya. Hanya saja, tidak. Pria itu masih diam di tempatnya, kecuali jemarinya mulai terulur ke wajah Jennie, menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah piasnya. Tindakan yang sama sekali tidak diperlukan karena tak berpengaruh apa-apa.

"Sakit?" tanya sosok itu kemudian.

Suaranya terdengar berat, dingin, asing.

Jennie tidak menjawab. Bukan karena rasa sakit yang menghilang, tetapi  kesakitan itu telah menelan suaranya.

"Kau tidak akan kubiarkan mati, tetapi kau harus berjanji satu hal padaku," katanya lagi membuat Jennie menatap sosok itu nanar.

Dadanya mulai dipenuhi harapan-harapan. Mungkinkah ia masih bisa diselamatkan?

"Menikahlah denganku."

Orang bilang jodoh itu ada dua, yaitu pernikahan dan kematian. Namun, nampaknya Jennie mendapatkan keduanya. Sekarang hanya menunggu siapa yang lebih dulu memenangkannya. Pria ini atau malaikat maut.


.
.
.
.
.
.
.
Cerita ini sedang on going di Karyakarsa dengan harga ±3k rupiah per chapternya.

Terima kasih!

Liu_

TAINTED CINDERELLA (Available On Karyakarsa)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang