Forgotten Memories 2

11 1 0
                                    

Keesokkan pagi harinya, suasana sarapan di ruang makan terasa hangat, dentingan sendok dan garpu menandakan mereka sedang sibuk menikmati sarapan dengan nyaman.

"Dad, boleh ga besok aku ke Korea?" Tanya Sky dengan yakin.

"Korea? Ngapain? Bukannya besok kamu bakal ke Swiss ya ditemani Rafka?" Tanya dad sambil mengerutkan keningnya.

"Aku batalin tiket pesawat ke Swiss nya pih. Aku mau nonton konser bareng Rafka" Ucap Sky dengan senyuman kearah Rafka.

"Nonton konser? Idol yang mana? Abang ikut boleh?" Tanya Fasya.

Sky terdiam lalu. Menatap kearah abangnya dengan senyuman seperti biasanya tanpa ada raut gugup dan ragu sama sekali.

"Gfriend" Ucapku dengan senyum antusias.

Fasya langsung merasa lega karena bukan nonton konser grup yang dia khawatirkan.

"Boleh kan dad" Ucapku dengan semangat.

"Okeyy... Dengan Rafka kan? Abang juga jadi ikut?" Tanya Daddy.

"Engga dad, besok dan beberapa hari kedepan ada meeting penting. Maaf ya abang ga bisa nemenin" Ucap Fasya merasa bersalah.

"Gppa" Ucap Sky lalu tersenyum.

Rencananya pergi ke Korea begitu mulus. Mereka ga tau aja kalo gfriend ga mungkin ngadain konser 2024. Sky berbohong padahal dia akan menonton konser enhypen. Dia ingin mencari tahu sesuatu.

Keesokan harinya, sky berjalan keluar bandara bersama Rafka. Mereka sudah sampai di korea, duduk lama di pesawat membuat sky berasa lelah.

Sky dan Rafka langsung menaiki mobil jemputan mereka menuju hotel yang sudah mereka pesan.

"Kak, kamu yakin?? Maksud aku, ga tau kalo daddy dan bang Fasya tau? Jujur aku takut" Ucap Rafka dengan senyum penuh ketakutan.

"Kalo pun mereka tau. Kita akan pergi ke negara lain lebih dulu sebelum mereka datang menyusul kita." Ucap Sky berbisik.

"Lo nekat banget sumpah. Gue yang ketar ketir" Ucap Rafka yang memang nyalinya ciut kalo udah menyangkut daddy dan bang Fasya yang kalo udah marah sangat sangat menyeramkan.

Mereka akhirnya sampai dan langsung beristirahat dikamar hotel dengan tenang. Besok malamnya, sesuai janji mereka menonton konser ENHYPEN. Disana sangat ramai. Sky dan Rafka berada di barisan depan. Sengaja karena sky benar-benar ingin melihat sunoo.

Dia benar-benar penasaran. Jantungnya berdetak kencang. Dia gugup. Tapi mencoba untuk mengontrol nafasnya dengan baik.

"Hallo semua" Suara Jungwon terdengar memenuhi speaker yang ada di atas panggung.

Sky merangkul lengan Rafka sedari tadi tidak pernah terlepas, jujur sky takut hilang dengan banyaknya kerumunan yang ada disini.

Sky fokus, mencoba melihat sunoo dengan lebih jelas, sky memegang jantungnya, memang berdetak kencang tapi tak ada yang lain selain itu.

Bahkan orang-orang yang ada di samping dan belakang sky terkejut lalu membisikan pada teman disampingnya dan langsung menyebar kepada seluruh kerumunan.

Tiba-tiba sunoo berjongkok dengan elegan di atas panggung pas banget menghadap sky. Sunoo menatap sky lekat pandangan mereka bertemu tiba-tiba ada seseorang yang berteriak.

"SUNSKY!!!!!!!!!!!!" membuat kerumunan orang-orang disana menoleh kearah objek dan menjadi heboh.

"SUNSKY!!!!!!"

"SUNSKY!!!!!!"

"SUNSKY!!!!!!"

Tiba-tiba kepala sunoo berdenyut hebat. Begitu pula sky. Mereka sama-sam menunduk dan memegang kepalanya yang berdenyut sakit.

Oneshoot Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang