CHAPTER 1

9 4 0
                                    

" Mamas..... Mau kemana kau tak ajak aku? " Teriak soarang bocah perempuan dari pintu rumahnya.

"  Mancing sama temen, kamu mau ikut? " Jawab bocah laki-laki ya tadi di teriaki.

" Ikutttt " Tanpa di suruh, bocah perempuan itu langsung berlari menghampiri kakak laki-laki nya.

" Kerumah temen mamas dulu ya, mau nyamperin, oke? " Ucap kakak laki-laki nya dengan lembut.

" Oke " Jawab bocah perempuan itu, dia menganggukkan kepalanya dan tersenyum. Dua bocah itupun pergi dengan membawa satu alat pancing.

Bocah perempuan itu bernama Bulan, nama panjang nya Bulan Purnama dan si bocah laki-laki itu bernama Bintang dengan nama panjang Bintang Pratama. Mereka kakak beradik tapi bukan kandung, mereka sepupuan, Bintang diasuh olah mama Bulan karena orang tua Bintang bekerja semua, ayah Bintang bekerja di luar negri dan  ibunya bekerja di PT. Ayahnya pulang 2 atau 3 tahun sekali sedangkan ibunya pulang malem berangkat kerja nya saja dari subuh. Walaupun ibunya pulang ke rumah, Bintang jarang sekali mau tidur di rumahnya sendiri.

Bulan Purnama, dua memiliki mama yang hebat. Dia bernama Ratna Dewi, dia membesarkan Bulan dan Bintang sendirian. Walaupun Bintang bukan anak kandung nya tapi mama menyayangi nya seperti anaknya sendiri. Mama orang hebat, dimana ayah Bulan? Jawabannya ada, tapi dia orang yang tidak bertanggung jawab, dia tidak menjalankan kewajiban nya, semua kebutuhan Bulan entah itu sekolah ataupun yang lainnya mama nya lah yang menanggung.

***

" Man jadi mancing ga? " Teriak Bintang di depan rumah Arman - temannya.

" Jadi, sini masuk aja Bin aku di belakang " Arman berteriak balik. Karena sudah di perbolehkan masuk akhirnya mereka masuk dan langsung menuju belakang rumah Arman.

" Eh ada Bulan, mau ikut mancing? " Tanya Arman, matanya masih terfokus dengan senar pancingnya.

" Hehe iya mas, bolehkan? " Bulan bertanya balik sembari cengengesan.

" Boleh boleh " Jawab Arman.

" Oh ya tumben banget rumah kamu sepi? " Tanya Bintang kepada Arman.

" Oh itu, ibu sama bapak lagi keluar semua " Jelas Arman.

Lama mereka bergelut dengan alat pancing sederhana nya, berdua? Ya karena di Bulan cuman liatin doang, oke lanjut, mereka pun berjalan menuju sungai, tapi saat beberapa meter lagi sampai mereka baru ingat sesuatu.

" Kita bertiga doang nih mas? " Tanya bulan kepada Bintang dan Arman.

" Oh ya lupa Astagfirullah " Ucap mereka kompak.

" Ada apa mas? " Tanya Bulan heran.

" Itu si Arya katanya mau ikut " Jawab mereka kompak.

" Terus sekarang gimana? " Tanya Bulan.

" Kalo balik lagi gapapa kan dek? " Bintang bertanya balik kepada adiknya dan di jawab anggukan oleh Bulan.

" Tapi kasihan Bulan ga sih? " Tanya Arman kepada Bintang.

" Iya juga sih, kita lebih deket ke sungainya dibanding ke rumah si Arya " Bintang tampak mempertimbangkan. Mau balik lagi kasihan Bukan barangkali cape, mana dia cewek sendiri lagi.

" Balik lagi aja mas, kasihan mas Arya barangkali udah nunggu gimana? " Ucap Bulan.

" Jadi gimana Bin? Bulan dah setuju tuh buat balik lagi " Tanya Arman.

" Ya udah balik lagi aja " Akhirnya Bintang mau buat putar balik walaupun jaraknya lumayan jauh " Nanti kalo kamu cape ngomong mas aja biar mas gendong " Jelas Bintang kepada Bulan dan di jawab oleh annggukan kepala.

Bulan merindukan BintangTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang