Chapter 6

54 48 2
                                        


~kebenaran~

"Bahkan,jika ini mimpi,
aku tidak ingin bangun lagi"

°
°
°

"Aku berpikir,bahwa sebuah pohon akan selalu tumbang oleh angin yang besar".

"Namun ternyata aku salah,nyatanya pohon itu bukanlah pohon besar,akan tetapi itu hanyalah sebuah ranting".

"Ranting akan tumbang dengan angin besar,tapi pohon besar belum tentu akan tumbang oleh angin".

"Mungkin,jika kita tidak mempunyai tekat yang besar,apa kita akan menjadi ranting yang terpotong?".

"RUNA!".

"Runa kalau lo nggak bangun,gue tinggal!"ancam Audy sambil berkacak pinggang.

Vera menguncang bahu Runa,"RUNA BANGUN!"teriak Vera.

Runa terkejut dengan teriakan Vera yang membuat telinganya berdengung.Ia membuka kedua matanya sambil membenarkan posisi duduk Runa.

"Lo lihat apasih,ayo ke kantin!"sentak Vera.

"Vera?"gumam Runa mengucek ucek matanya dan mendongak menatap Vera,tidak percaya.

Runa berdiri dan mencekal kedua pergelangan tangan Vera,"Vera,a-aku minta maaf Vera,aku nggak bermaksud untuk-!"

"Runa,lepasin gue ih!"kata Vera,merasa tidak nyaman sebab dilihat oleh banyak siswa.

"Lo kenapa sih?"potong Audy.

"Audy?"celetuk Runa,memutar kepalanya.

"Iya ini gue,lo kenapa?!".

"Kenapa kita di sekolah,bukannya kita udah lulus ya"celetuk Runa kebinggungan.

"His,lo pasti mimpi,udah ayo ke kantin!"sungut Vera menarik pergelangan Runa dengan paksa,dan membawanya ke kantin.

Dalam perjalanan menuju kantin,Runa bertanya tanya pada dirinya sendiri,"Apakah ini benar mimpi?".

"Namun,bagaimana aku bisa menjadi siswa sma?"lanjutnya dalam hati.

"Lo mau makan apa?"tanya Audy,yang biasanya bertugas untuk memesan.

"Aku bakso ya!"celetuk Vera.

"Runa,lo apa?".

"Bakso aja tiga"putus Vera,karena tidak mendapatkan jawaban dari Runa.

Pesanan pun datang,Vera dan Audy memasukkan bumbu bumbu penyedap pada bakso mereka.

Karena Runa masih berkelahi dengan pikirannya,Vera dengan senang hati menambahkan saus pada makanan Runa.

"Makan Runa!"pinta Vera.

"Shhh huff"

Wajah Runa memerah,sebab kepedesan.

"Runa,lo kepedesan?!"sentak Audy terkejut.

Runa menyeruput segelas es teh nya hinga tandas,ia merasakan lidahnya panas.

"Makan ini"pinta seseorang menghampiri Runa dengan membawakan es cream.

Runa mendongak dan menatap lelaki tersebut,ia merasakan detak jantungnya berdetak lebih kencang dari biasanya.

"Kenapa,biasa aja lihatinnya"ucap lelaki itu,"Gue tahu,gue ganteng"lanjutnya menyugar rambutnya ke belakang.

Byur

"KENA WAJAH GUE SIALAN!"umpat Ruslan,bergegas mengelap wajahnya dengan tisu.

"GILA,KEPEDEAN BANGET DIA"kekeh Alvero,tidak menyadari perbuatannya yang menyemburkan  jus pada Ruslan.

Sweet loveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang