~Tarik ulur~
"Apa kalian pernah merasakan sebuah tarikan antara keinginan untuk mendekat dan kenyataan yang terasa menghalangi?"
°
°
°
"Woah Yovan!".
"Huuuuu".
Siswa-siswi bersorak melihat perlakuan Yovan terhadap Runa.Mereka berpikir, bahwa Yovan itu selalu bercanda dan tidak pernah bisa serius terhadap suatu hal.
Namun ternyata tidak,ia bisa bersikap serius juga ketika ia bersama Runa,dan auranya terlihat begitu mempesona,tidak seperti biasanya.
Yovan menurunkan Runa di atas ranjang uks,ia melepas pantofel yang Runa kenakan,"Lo boleh diemin gue,tapi jangan diemin luka lo"kata Yovan sambil berjongkok.
Yovan membuka seluruh laci dan lemari,tetapi ia tidak menemukan keberadaan kotak p3k,"Dimana sih!".
"Maaf maaf,mana yang terluka?"teriak Sella,yang biasanya berjaga di uks.
Yovan merebut kotak p3k yang Sella bawa,"Lama lo!".
"Biar gue yang mengobati lukanya,lo bisa pergi"kata Yovan mengusir Sella.
Dengan telaten,Yovan mengobati luka di telapak kaki Runa yang terkena pecahan kaca kemarin.
"Selesai".
"Lo bisa istirahat disini kalo lo mau"putus Yovan tanpa menatap wajah Runa.
Ketika Yovan meninggalkan Runa begitu saja,Runa merasa ada sesuatu yang hilang dari dalam dirinya.
"Hiks hiks hiks".
Runa menutupi wajahnya dengan kedua tangan,"Aku nggak tahu harus gimana Yovan hiks"lirih Runa.
"Kalo kamu seperti itu,kamu bisa terluka lagi"lanjutnya dalam hati.
Ceklek
Runa menghapus air matanya dengan kasar,"Apa lagi".
"Permintaan maaf gue"kata Athar menyodorkan coklat dan susu pada Runa.
Runa mendongak menatap Athar,"Kak Athar?".
"Maaf,buat lo terluka"putus Athar meletakkan coklat dan susu yang ia bawa di atas meja.
******
"Van,mau kemana lo?!"teriak Ruslan melihat Yovan yang buru-buru keluar dari uks.
"YOVAN YANG BENER AJA LU,JANGAN ANEH ANEH YA!"timpal Alvero,berlari mengejar Yovan.
Brak!"
"BRENGSEK!"
"DIMANA ATHAR!"marah Yovan melihat sekeliling kelas 3 IPA sains.
"Ada apa?"tanya Athar berdiri di belakang Yovan.
Bugh
"AAA!"
Teriak siswi siswi yang berada di dalam kelas.
Alvero mencekal lengan Yovan dengan erat,
"UDAH ANJIR!".
Yovan menarik kerah seragam milik Athar,"Bangga lo,bisa bersikap kaya gitu sama adik kelas?!"
"Cih segitunya banget lo,belain perempuan itu"balas Athar sambil menghapus darah di sudut bibirnya.
"APA LO BILANG?!"teriak Yovan,tersulut emosi.
"Yovan,udah Van!"pinta Ruslan,ia panik melihat Pak Dermawan yang berjalan ke arah mereka.
"ADA APA INI RIBUT RIBUT!"teriak Pak Dermawan sambil membawa penggaris panjang.
Alvero tersenyum,"Bapak sudah makan?".
KAMU SEDANG MEMBACA
Sweet love
FantasiaPerjalanan seorang tokoh utama yang terjebak dalam perasaan mendalam terhadap seseorang yang hanya ia temui dua kali dalam dua tahun. Sebut saja Runa,yang melakukan perjalanan ke masa lalu untuk menemukan pujaan hatinya. Dalam berbagai rintangan,a...
