~akhirnya,aku kecewa juga~
"Perasaan yang seharusnya aku pendam dalam dalam, mengapa harus kembali datang?"
°
°
°
Yovan berlari tergesa-gesa, namun langkahnya terhenti ketika melihat punggung seseorang yang ia kenali.
"Runa!"panggil Yovan sambil melambaikan tangannya.
Bukannya berbalik badan, Runa malah memiringkan kepalanya mengamati Athar yang sedang bersama Allyn.
"Ini minumnya"kata Allyn memberikan air mineral pada Athar.
Athar menerima sebotol air tersebut, kemudian ia menyeruputnya hingga tak tersisa, "Kenapa kamu lakuin hal tadi?"tanya Athar.
"Memangnya kenapa?"
"Nggak".
Melihat interaksi keduannya yang begitu dekat, Runa menundukkan kepalanya, sambil memegang erat air mineral yang sebenarnya ingin ia berikan pada Athar.
Yovan berlari mendekati Runa, "Huh gue panggil juga!"ucap Yovan sambil tertawa lelah.
Yovan meneguk sebotol air mineral yang diberikan oleh Runa hingga tandas, "Haus banget nih gue, ini buat gue ya!"lanjutnya merebut sebotol mineral yang masih Runa genggam.
"Kamu nggakpapa?"tanya Runa
"Lo udah maafin gue?"sahut Yovan.
*****
"Yovan, apa kita bisa seperti ini selamanya?"tanya Runa sambil melahap ice cream.
Yovan mengelap sudut bibir Runa yang cemong akibat makan ice cream, "Kenapa tanya gitu, kita berdua kan udah janji waktu itu".
Runa menghadang langkah Yovan, "Kalau gitu, aku mau kita berjanji setiap hari".
"Buat apa?"tanya Yovan, menunduk menatap Runa yang lebih pendek darinya.
"Supaya kamu nggak pernah lupain aku!"jelas Runa.
"Ayo janji!"
"Gue nggak mungkin lupa Runa"tolak Yovan meninggalkan Runa, "Gue nggak segoblok itu untuk melupakan cewek segemes lo".
Runa berhenti di tempat dan mendengus kesal, "Aku nggak mau kamu pergi!".
"Kamu harus janji sama aku!".
Yovan terkekeh geli mendengar ucapan Runa, "Siapa juga yang mau ninggalin lo".
Yovan menyugarkan rambutnya dan berbalik badan menatap Runa, "Lo nangis?"ucap Yovan terkejut.
Yovan melangkah mendekati Runa, kedua tangannya memegang pundak gadis itu, "Lo nangis beneran?".
Ia menghapus air mata Runa dengan seragamnya, "Yaudah,ayo kita janji setiap hari!"ajak Yovan mendekatkan jari kelingkingnya pada Runa.
Kemudian Runa tersenyum dan menautkan jari kelingkingnya,"JANJI NGGAK AKAN TINGGALIN RUNA SENDIRIAN!".
"Iya"
Runa memeluk Yovan dengan erat,"Aku selalu bergantung sama kamu,aku nggak tahu apa jadinya aku kalau kamu nggak ada".
"Kalau gitu,kamu harus belajar mandiri mulai sekarang".
"YOVAN!".
"AWAS!"
Brug!.
"HIKS YOVAN!"teriak Runa,terbangun dari tidurnya.
Runa duduk di atas ranjang,ia mengatur deru napasnya yang terengah-engah,"Mimpi itu?"gumam Runa dengan kedua tangannya yang gemetar.
Ia menghapus keringat yang membanjiri lehernya,Runa beranjak dari ranjang dan berdiri menggambil sebuah kalender, "Waktunya terus berjalan"
KAMU SEDANG MEMBACA
Sweet love
FantasiPerjalanan seorang tokoh utama yang terjebak dalam perasaan mendalam terhadap seseorang yang hanya ia temui dua kali dalam dua tahun. Sebut saja Runa,yang melakukan perjalanan ke masa lalu untuk menemukan pujaan hatinya. Dalam berbagai rintangan,a...
