13

681 58 7
                                        

Keesokan paginya
08.49

"ASTAGA...kau mengagetkanku bocah, ada apa denganmu?.kau tampak seperti orang pengangguran eh kau kan memang pengangguran "
Yoana menatap remeh Jungkook.

Niat awalnya adalah menyuruh Jungkook untuk bangun tapi sepertinya empunya bahkan sudah terduduk lemas di kasurnya

Mata panda, wajah sedikit pucat ditambah rambutnya yang terlihat lepek

"Hoam... sepengangguran nya aku tapi uangku masih mengalir.dan aku hanya kurang tidur"
Jungkook mengucak pelan matanya yang terasa gatal

"Yayaya itupun karena Taehyungmu itu"

Jungkook menatap ibunya yang hari ini terlihat berbeda, drees well rambut digerai menjuntai indah dan jangan lupakan deretan emas yang menggantung
"Yoana apa kau melakukan pesugihan semalam? Kenapa penampilanmu seperti nyonya besar?"

"Sopanlah sedikit curut, bagimana baguskan penampilanku? Hari ini kita akan berbelanja untuk menunjang aku terlihat cocok dengan Taehyung maka penampilan ini lah yang cocok"
Jungkook menghela lelah ibunya terlalu centil untuk Taehyung

"Bagus, seperti toko emas keliling"

"Dari pada kau terus menguap,lebih baik jika nafasmu itu wangi tapi ini bau naga.so cepat bangun mandi dan keluar"
Jungkook memperagakan membuang nafas dengan dibekap tangannya
"Apa bau? Tidak ah dasar jeon suka berbohong!"











"Mama apa ini yang kau maksud berbelanja dengan elegan? Dipasar? Kau serius tapi kenapa penampilanmu seperti akan menghadiri prom night?"
Yoana menyenggol perut putranya

"Curut dengar Sini,jika kita kemall baru membeli satu pakaian saja uangku sudah habis lebih baik dipasar bukan? Mau mall atau pasar bentuk dan nama sayurnya sama disini kita bisa menawar sedangkan dimall? Apa kau mau ibumu ini menawar dimall, tidak malu?"
Yoana meninggalkan putranya berjalan ke toko yang ia incar

"Pak Berapa sawi putih ini?"
Yoana menimbang-nimbang dengan tangannya sebiji sawi putih

"Harga biasa nyonya, karena kemarin itu baru dicabut jadi masih segar harganya hanya 25 ribu"
Ucap sang penjual
( Vale disini pake rupiah aja ya? Soalnya kalo pake won vale kurang tau gapapakan?)

"Kau ini mau menjual sayur atau menjual ceritanya? 25 untuk sebiji? Dua Minggu yang lalu saja masih 20 kenapa sekarang mahal? Aku akan ambil jika 20 kalau tidak mau, aku pergi"
Yoana Kembali meletakan sawinya

"Tapi nyonya itu dua Minggu yang lalu jelas harganya sudah naik, dan nyonya jika kau berbelanja ditempat lain pasti lebih mahal dari ini"
Penjual itu mencoba membuat Yoana setuju

Oh tentu tidak ini yoana tidak mudah mengelabui nya
"Dengar ini pak,apa kau mau dikutuk tuhan? Kemarin temanku bilang sawi putih sedang turun harga masih mending aku menawarmu 20 dari pada ku tawar 15 apa kau mau? Berjualanlah yang jujur"
Ucapan yoana dapat membungkam si penjual

"Kenapa dia sangat pemaksa lagian hanya berbeda 5 ribu, padahal tinggal diambil dan pergi"
Batinnya sedikit malu saat melihat sekeliling menatap mereka apalagi penampilan mereka yang terkesan mencolok

"Koo apa jika beli disini harus mengurangi harga seperti ini?"
Jungkook menatap Taehyung bingung, untungnya pria ini menggunakan masker jadi tidak ada yang mengenalinya
"Tidak juga memang dasarnya yoana jika berbelanja suka mempersulit"

"Jadi mau apa tidak? 20 aku ambil"
Penjual itu masih memikirkan ucapan yoana
"..... yasudahlah Jung Tae kita pergi..."
Yoana hendak menarik tangan ke-dua anaknya.

pria lurus Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang