17.

522 56 7
                                        

~

Beberapa hari sudah berlalu,Taehyung harus kembali beraktifitas dinegara ayahnya harus ikut dalam setiap pertemuan dan setiap rapat

Tubuhnya lelah dia jarang tidur, jarang beristirahat, dan pikiran yang tak teratur terkadang membuatnya amat sangat berisik dikepala


"Taehyung..."

"Taehyung!"

"TAEHYUNG!!"Taehyung terjengkit kaget beralih dari menatap jendela keayahnya

"TAEHYUNG!!"Taehyung terjengkit kaget beralih dari menatap jendela keayahnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Wiliam  Alexander ketua grup perusahaan Alexander.

Taehyung menatap beberapa infestor dan ayahnya bergantian
"Maaf atas ketidak fokusanku. Dan maaf juga karena memotong acara rapat siang ini"

Semenjak pengunduran diri jungkook dari agensinya Taehyung mencoba menghubungi sahabatnya itu tapi sama sekali tidak mendapatkan jawaban, dia pikir dengan ikut ayahnya setidaknya dapat mengurangi kegelisahannya.

Nyatanya semua itu hanya membawa ayahnya juga dalam situasi yang lumayan buruk.

"Memang seharusnya kau fokus Taehyung, jangan terbiasa melamun. Tapi aku Masih bisa memakluminya dilain pertemuan cobalah untuk fokus"ucap salah satu investor

"Benar katanya Taehyung optimalkan dirimu seperti Mr.wiliam, dan bukankah kau memiliki perusahaan yang kau bangun sendiri? Berjalan dibidang apa perusahaanmu?"

"Perusahaan saya bukanlah perusahaan besar, hanya sebuah entertainment kecil-kecilan"

Taehyung hanya tersenyum menanggapi ucapan investor ayahnya,kini dia menatap ayahnya yang seperti sedang dalam keadaan buruk

"Ya, kecil-kecilan tapi dinaungi artis dan model mendunia. Bahkan putriku sangat suka denganmu dalam segala hal"
Pria berkumis terkekeh geli membayangkan Putri kecilnya yang selalu mengidolakan Taehyung

"Maaf.tapi sebaiknya kita kembali kepembicaraan awal"
Taehyung menengahi pembicaraan ketiga infestor, ayahnya itu belum bisa menerima perusahaannya dan sialnya para investor malam membicarakan perusahaannya

"Saya sama sekali tidak mempersalahkan pembicaraan barusan tapi karena sedari awal putraku seperti hilang raga, rapat kali ini kita tutup bisa dilanjutkan besok, bagaimana?"

Para investor mengangguk setuju mereka juga sudah tidak fokus pada pembahasan lebih memungkinkan untuk mengakhiri rapat

"Baiklah kami permisi tuan Wiliam"ucap mereka serentak

pria lurus Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang