26

190 19 6
                                        


gelisah. Menatap pintu ICU yang sejak beberapa jam lalu senantiasa tertutup, takut? Itu sudah pasti, banyak pikiran buruk untuk seseorang yang tengah berpegang dengan malaikat maut didalam

Seharusnya orang yang mereka tunggu kabarnya sudah keluar seharusnya begitu, tapi nyatanya jangankan keluar. Lampu menandakan selesai tidaknya operasi sama sekali belum berubah

"Duduk nak"
Jina tersenyum lembut. Membawa tubuh lebih tinggi untuk duduk pada kursi disamping mereka

Dia tau kekasih dari putranya ini dilanda kekhawatiran, terlihat bagaimana resah dan gelisah tubuh ini bergerak.

Tuutt..

Semua mata tertuju pada pintu yang ditunggu terbuka bahkan orang-orang tak mengenal sekalipun —pria itu! Seseorang yang menjadi tumpuan harap mereka sayangnya keluar tidak dengan wajah puasnya
"Maaf..."

"Tolong jangan katakan... kumohon tuhan"

Singkat tapi jelas memiliki makna yang buruk
"... pasien tidak mampu menahan sakitnya lagi.—kami berusaha semaksimal mungkin tapi nyatanya tuhan lebih menyayangi mendiang, kami permisi dan turut berduka"

Hancur. Harapan yang semula terbangun untuk menyakinkan hati buruknya seketika runtuh tak bersisa
"Tidak!"

Jina mengeratkan pelukannya pada jungkook.wiliam yang sedari tadi duduk diseberang mereka mulai mendekat
"Jungkook"

Jungkook menggangguk lirih, langkahnya seolah memberat menatap dalam seseorang dengan setatus ibu bersimpuh pada lantai dingin menentang takdir tuhan yang terlalu berat

"Pu-putraku!"

Luruh, air mata yang semula tertahan apik harus turun kala wanita baya dihadapannya memukul ringan dadanya menumpahkan segala sesak yang dirasa

"Maaf..m-maaf.nyonya"

Tangan keriput termakan usia mulai memelan, tubuh tuanya jatuh begitu saja di pelukannya
"Sus tolong!"

...

Mata berbinar penuh cinta dibarengi ketakutan milik Jungkook menatap Taehyung yang terbaring diatas ranjang rumah sakit
"Tuhan terlalu baik untuk kita Tae..."

Koma? Atau kritis? Tak salah satupun mereka lewati, tuhan memang memiliki takdir yang sulit ditebak. Disaat dirinya dan Taehyung terbanting bahkan terhimpit mobil yang menyebabkan luka robek besar dipundak kanannya dan dari paha sampai betis kekasihnya mengalami patah tulang

Dia pikir ini akan menjadi akhir dari kehidupan mereka nyatanya tidak

—dibalik syukurnya pasti ada duka, seseorang yang bergelut dengan malaikat maut mencoba melewati kematian agar dapat menikmati kembali kehidupan bersama putri dan ibunya namun tuhan mengambilnya

Dunianya terasa tak adil mulai sekarang bagi orang-orang yang ditinggalkan, sosok itu pergi membawa banyak luka tak terlihat bagi yang mencintai

"Engrr...ashh"

Jungkook menatap kekasihnya, terkesiap.
"Berhenti bergerak. tak berguna!"
Nadanya acuh ingatkan pria bergigi kelinci ini masih menyimpan begitu banyak kekesalan dan trauma akan kecelakaan sebelumnya

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Sep 14, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

pria lurus Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang