23

163 26 2
                                        


Makasih untuk kalian yang masih nungguin, apalagi Kaka! iniduniakhayalan
Untuk setiap komen and semangatnya! Lup banget sama Kaka!!💙🤍

Happy reading



JUNGKOOK menatap Taehyung yang kini tengah memijat kakinya. Beberapa jam yang lalu keduanya baru saja selesai dengan acara masing-masing jungkook dengan pemotretan nya dan Taehyung dengan actionnya.

Keduanya diam. Sebenarnya jungkook ingin bertanya sesuatu pada Taehyung tapi kembali ia urungkan, melihat yang lebih tua terlalu fokus pada ponselnya sedikit membuatnya kesal.

"Tae–"

Lihat baru memanggil sedikit pria itu sudah bangkit menuju dapur

Cukup sudah kekesalan nya kini berada di ubun-ubun, dengan tergesa jungkook menyusul dominan nya ke dapur
"Sialan bangsat kau Kim tae-emmmh!!"

Taehyung terkekeh geli melihat jungkook
"Kurang kurangi perkataan kasarmu gempal..."
Jungkook menatap tajam Taehyung, tentu dengan segara ia mengambil roti yang sebelumnya ia sumpal pada mulut jungkook

"Kupikir dia lapar?"

"Kurang ajar! Kau yang membuatku kesal jadi jangan salahkan aku berucap kasar. Hampir setengah jam kita hanya duduk dan kau fokus pada ponselmu! Kurasa kita tidak benar-benar menjadi kekasih tetap seperti dulu ti–"

Jungkook melotot kaget kala ucapan beruntun nya kembali disumpal kini bukan roti tapi bibir tebal Taehyung
"Aku sibuk untuk hubungan kita bukan pekerjaan"
Tangannya menarik paksa kerah jungkook untuk duduk disofa
"Makan. Aku tau kau lapar. Beberapa hari ini aku berusaha untuk mencari cara agar kita bisa segera keluar dari perusahaan."

Jungkook diam. Memang benar keduanya memutuskan untuk mengakhiri karir mereka tapi tidak mendadak mereka membutuhkan sesuatu atau scandal untuk membantu hiatusnya atau keluarnya mereka tanpa dicurigai

"Sendiri? sebenarnya yang mau keluar kau atau kita sih!!"
Kesal. Dalam setiap tindak maju hubungannya Taehyung tak pernah menariknya untuk ikut campur, dia hanya perlu menerima selesainya saja

"Maaf tapi kau terlalu padat jadwal untuk berkontribusi, lagian aku tak masalah sendirian"

"Tapi ini hubungan kita Tae bukan hanya dirimu, kau seperti menyepelekan ku Taehyung"
Jungkook kembali menatap kaget Taehyung, berkali-kali pria berkulit Tan ini membuatnya terkena serangan jantung akan semua perlakuannya

Taehyung melumat bibir bagian atas kelincinya, tak membiarkan kembali bibir itu berucap sesuatu yang tak enak didengar, melepas perlahan saat dirasa empunya mulai diam
"Aku tidak pernah menyepelekanmu...tapi dengan sakitnya kau sama saja menyakitiku. Kau juga berkontribusi nanti kita akan melewati semuanya bersama. Jadi sekarang biarkan aku mempermudah prosesnya?"

Dia juga ingin ikut-ikutan! Namun setelah dirasa ucapan Taehyung ada benarnya, lagian jika ia membantu. Membantu apa? Dia tak memiliki kendali dan penuh atas kontraknya seperti Taehyung, ada kertas kontrak untuknya sedangkan Taehyung bisa berkerja semaunya
"Dasar tolol tau begitu aku tidak akan pindah agensi, huh!"

"Aku masih menunggu waktu yang cocok untuk menurunkan artikel. —aku juga sempat bertemu atasanmu, yang tolol!_"
Sedikit menarik nafas
"_dia benar-benar sulit dibicarakan, aku hampir menonjoknya. Kami terlibat percakapan serius, dan dia belum setuju atas usulanku. Kau bisa membicarakan ini dengannya, kan?"

"Tentu bisa lagian kau bodoh atau gimana sih? Kontraku masih ada beberapa bulan lagi mana bisa ditarik begitu saja"
Jawabnya acuh
"Petang aku akan menemuinya membicarakan kontrak"

pria lurus Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang