15

552 58 8
                                        

Dohyon menghela lelah semalaman tidak tidur hanya karna memikirkan putranya yang tidak tidur.

Bahkan sepagi ini, putranya sudah terisak,dari pada berdiam dan terus terjaga dohyon akhirnya memutuskan untuk melihat putranya.

Tangannya mengetuk halus pintu jungkook,takut membangunkan istrinya.

"papa?"
Jungkook menatap dohyon kaget,apa dia seberisik itu sampai dohyon terbangun?.

"Boleh papa masuk?"
Pertanyaan itu sebenarnya agak ragu ia ucapkan, bagaimanapun dohyon takut jungkook merasa terganggu.

"Jungkookie menangis?"
Kalimat singkat tapi jika dohyon yang mengucapkannya rasanya air matanya ingin segera mengalir deras

"Tidak-

Sebenarnya hanya masalah sepele, mimpi buruk. Ya, jungkook terbangun dan terisak karna mimpi buruk

Salah satu kebiasaan yang tidak pernah hilang, apalagi jika tertidur tanpa menyelesaikan masalah,maka dipastikan mimpinya akan buruk.

"Papa tau jungkook menangis, kenapa? bisa cerita? Jika tidak,juga tidak papa"
Suaranya sedikit tegas dan berat tapi didalamnya tetap mengalun halus.

Jungkook menatap dalam dohyon, sekarang ia tau Kenapa ibunya jatuh cinta pada dohyon.terkadang terlihat culun tapi terkadang berwibawa.

"Papa"
Suaranya sedikit bergetar,ia butuh pelukan papanya.

Dohyon tersenyum halus, putranya,, Jungkooknya tidak pernah berubah mungkin dia dewasa tapi baginya jungkook tetaplah pangeran kecil yang dulu sering minta ditemani tidur.

"Kenapa bunbun? Apa mimpi buruk? Atau bunbun mengompol?"
Dohyon mengelus halus punggung jungkook. bunbun panggilan jungkook saat Masih kecil

Panggilan itu hanyalah ceplosan dohyon karna Jungkook sangat gempal mirip boneka beruangnya,dan yang terpikir hanya bunbun saat melihat jungkook.

"Papa,aku mim-mimpi buruk,buruk sekali!"

"Ingat ada papa disini"
Dohyon menangkup pipi basah jungkook mengecup kedua matanya lalu terakhir pucuk kepalanya

"Bunbun papa selalu ada untuk bunbun, nanti jika mimpinya buruk biar papa yang menghadapinya"

"Tidak!, mimpinya buruk tapi aku mau mengatasinya sendiri aku sudah besar papa,tapi mungkin papa perlu memelukku saja hehehe"

Yoana sebenarnya terbangun karna tidak ada dohyon disampingnya niatnya dia ingin marah.tapi melihat anak dan suaminya berpelukan hatinya menghangat

Yoana membuka lebar pintu kamar jungkook
" Sudah cukup memeluk suamiku, karna si bunbun, suamiku tidak tidur bahkan meninggalkanku sepagi ini!"


" Yoana berhenti memanggilku bunbun!"
Jungkook sedikit merengek

"Suamiku boleh kenapa aku tidak?"
Yoana menghampiri ranjang jungkook

"Entahlah aku suka saat suamimu menjadi jeon dohyon bukan dohyon-ah,,...oh ya dimana Taehyung?"

"Taehyung?,dia pergi dini hari tadi dia bilang dia memiliki urusan mendesak diluar negeri yang penting"
Yoana duduk disamping jungkook dan mengelus Surai putranya

pria lurus Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang