6

763 59 10
                                        


08.58

"Eungh.."
Lenguhan panjang disertai bilah yang tebuka lebar mengeluarkan uap tak kasat mata

Jungkook membuka matanya mencoba untuk membiasakan cahaya lampu gantung yang bersinar terang berbeda dengan cuaca diluar yang malah sebaliknya

"Jam berapa ini?"
Tangannya mencoba meraba bagian nakas
Setalah mendapatkan benda yang ia cari Jungkook menarik tangannya kembali dan mendudukan tubuhnya

"Delapan lima lapan...oke jam biasa aku bangun, Lalu Kenapa aku merasa melupakan sesuatu?"
Jungkook menyingkap selimutnya, menatap sebelah kanannya yang sudah kosong

Taehyung sudah berangkat pikirnya, masih belum menemukan dimana letak kejanggalan dalam pikirannya

Selang beberapa menit jungkook keluar dari kamar mandi, menatap ke sekitar kamar mencoba mencari sesuatu yang mengingatkannya akan kelupaan yang mengusiknya

Pandangannya kembali tertuju pada nakas
Kaki jenjang itu melangkah dan berhenti tepat didepan nakasnya
"T*I!!, penerbangan nya!! Ini bagaimana? sialan memang aku lupa.taehyung mana Taehyung"

Jungkook menghubungi nomor sahabatnya namun entah kesialan apa yang menimpahnya Taehyung sama sekali tidak bisa dihubungi
"Apa aku ditinggal pria lurus itu?"

Berkali-kali Jungkook mencoba kembali menghubungi nomor Taehyung
"Hiks.."
Isakan tangisnya Mulai terdengar

Dia kesal,bukan kesal pada Taehyung yang tidak mengangkat panggilannya lebih kesal pada dirinya sendiri dia bangun kesiangan itu salahnya,dia yang begadang Karena resah itu salahnya,dia tidak kesal pada Taehyung yang tidak membangunkannya dia sangat tau bila dirinya sudah tidur jangankan Taehyung bahkan bila ada gempa bumi yang mengguncang hingga runtuh dia tidak akan bangun

Mungkin sajakan Taehyung sudah membangunkannya tapi dasarnya Jungkook kebo sulit dibangunkan,bisa jadi karena Taehyung lelah membangunkannya pria itu meninggalkan dirinya.

dan jalan satu-satunya meluapkan kekesalan adalah menangis ya meskipun bukan tipikal yang mudah menangis tapi untuk kali ini dia benar-benar tidak bisa menahannya

"Baru saja setelah sekian lama aku akan muncul dimedia tapi karena keburukanku itu semua gagal hiks..aaa uangku yang berharga terbang bersama kebodohanku hiks"
Dan salah satu penyesalan terbesarnya adalah ketika uang lebih besar menghampirinya tapi kesialan dihidupnya jauh lebih memimpin kehidupan

Jungkook berbaring terlentang menatap langit-langit kamarnya menggulung dirinya dengan selimut dan meraung keras agar kesalnya hilang

Ckelk... Taehyung berlarian memasuki apartemen, Beberapa saat yang lalu Taehyung baru saja selesai memperbarui pasport Jungkook ya memang beberapa bulan terakhir ada kesalahan didalamnya.biarpun perjalanan antar kota tetap saja pasport ini buat jaga-jaga siapa tau nanti ada kepentingan keluar negri mendadak

Belum sempat sepatu serta jas hujannya dilepas. ya memang baru beberapa menitan hujan turun mengguyur kota padahal tidak ada informasi akan hujan

Pendengarannya Itu tajam bahkan dari jarak tiga meter jelas dia mendengar Isak Tangis seseorang
"Siapa? Apa sekarang disini angker? Setan mana yang dengan kurang kerjaannya menangis disiang hari disaat sedang hujan.kenapa apa tidak kebagian hotpot?"

Semakin didengar semakin keras juga tangisannya
Taehyung dengan tergesa berlari memasuki kamarnya,dia teringat Jungkook takutnya nanti setannya berbuat jahat pada soulmatenya

Tapi sepertinya tidak mungkin mana ada setan' yang berani dengan jungkook kecuali jika setan itu mau diajak bermain

Ckelk...."Koo?."
Taehyung menatap gumpalan selimut dikasurnya
Menyentuh kepala jungkook dan mengusaknya

pria lurus Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang