12

721 56 3
                                        


"Dohyon-ah aku mohon jangan pasang wajah menyedihkanmu untuk kali ini saja jangan buat anak kita berpikiran buruk,dan satu lagi angkat wajahmu terlalu menunduk.bagimana jika ketombe mu nanti jatuh?"
Yoana sedikit mengusap punggung suaminya

Dohyon hanya merasa dirinya ini gagal menjadi ayah,tapi disamping itu semua Yoana juga merasakan hal yang sama bedanya wanita itu selalu mencoba menghibur dan terlihat baik-baik saja
Dohyon sedih mengetahui putra kecilnya kini sudah bisa membuat jalannya sendiri meskipun salah.

"Say-"dohyon hendak merengek pada yoana tapi malah mendapat tatapan tajam
"Berhenti merengek seperti bayi, sangat tidak pantas dengan umur"

Jungkook menatap interaksi ke-duanya dari ruang tamu
"Aku tidak menyangka papa dan mama menerima seksualitasku secepat ini"Gumam Jungkook dengan nada setengah bahagia dan sedih

"Meskipun satu dunia menerimanya tapi aku tidak yakin dengan Taehyung, Lagian kenapa pria lurus ini sangat sulit membuka kepekaan perasaannya!"sambung gumaman Jungkook

"Taehyung maaf membuatmu menunggu,mama sedari tadi bingung ingin memasak apa.dan jadinya ya seperti ini.."

Yoana memberikan piring pada Taehyung, serta suaminya
"Aaaaa aku ini tidak terlihat ternyata"
Jungkook dengan ogah-ogahan mengambil piringnya

"Tidak apa ma,aku malahan sangat berterimakasih karena sudah dimasakan dan diperbolehkan merayakan natal bersama kalian"
Saat dohyon akan menimpali ucapan Taehyung yoana lebih dulu mencubit pinggangnya
"Diam!"bisiknya,yang dapat membuat dohyon terdiam dongkol

"Lihat dohyon Taehyung bahkan sangat cocok menjadi putraku, sopannya melebihi putra kita"
Andai Saja dosanya tidak banyak dan melempar orang tua bukanlah dosa jungkook pastikan sendok nya melayang pada Yoana

"Yoana berhenti berbicara dan makan dengan tenang, berlaku juga untukmu"
Dohyon menodong Taehyung dengan garpunya

Yoana paham suaminya ini meskipun bobrok jika sudah serius itu artinya harus dituruti
"Maafkan papa jungkook Taehyung, makan kembali saja dan jungkook kau juga makan yang benar jangan diaduk-aduk"

Jungkook mengangguk memakan dengan benar makanannya.cukup lama makan malam berjalan dengan kesunyian yang amat melingkupi
"Jungkook bagiamana dengan kehidupanmu dikota?"
Yoana memberikan tisu pada suaminya

"Baik papa,ini juga berkat Taehyung aku seperti sekarang"
Jungkook berpaling menatap Taehyung yang juga menatapnya.
Melihat putranya menatap seseorang dengan binar tenangnya,ternyata benar-benar membuat dohyon cemburu bagimanapun sedari kecil tatapan itu berlaku hanya untuknya tapi sekarang? Ah sudahlah

"Taehyung,kau benar-benar serius dengan kehidupanmu dan jungkook?"
Dohyon menatap tajam Taehyung
Yang ditatap melawan tatapan Tanpa takut

"Ya,papa aku serius"
Meskipun sedikit bingung kenapa pembicaraan keduanya begitu terasa menegangkan menurut Taehyung

Menatap mata Taehyung yang memancarkan kepercayaan mampu membuat dohyon terdiam
"Papa tidak tau ingin berbicara bagiamana lagi tapi papa hanya ingin kau, jangan pernah menyakiti jungkook tolong jaga dia dan untuk kedepannya papa harap kau dan jungkook dapat bertanggung jawab atas perbuatan kalian, Kalian sesama pria dan itu jauh lebih Sulit dibanding hubungan normal....

...... banyak sekali tentangan akan hubungan seperti ini,papa harap apapun keputusan kalian cobalah mengakhiri dengan baik tanpa permusuhan"
Dohyon menatap ke-duanya lalu tersenyum

"Papa akan Tidur duluan, kalian juga istirahatkan tubuh kalian pasti lelah"

Jungkook menatap punggung papanya sendu memang bukan pertama kali papanya itu berbicara setegas dan seserius itu tapi kali ini dia bisa merasakan begitu banyak rasa kecewa ditatapan papanya
"Maafkan jungkook papa.."

pria lurus Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang