43

15.5K 891 45
                                        

Chapter - 43

Polisi Berhasil Bongkar Bisnis Prostitusi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Polisi Berhasil Bongkar Bisnis Prostitusi

Bisnis Prostitusi Elit, Kencan di Hotel dan Apartemen dan Daftar Tarifnya

Menguak Bisnis Prostitusi Berlabel Layanan Spa dan Karaoke

Beberapa berita sudah beredar luas. Atas bantuan Yanuar, berita terkait penggerebekan sebuah bisnis prostitusi yang mana Pragya terlibat di dalamnya berhasil menjadi trending topic. Tidak mudah untuk menguak hal ini. Sejak awal memang ada aparat yang ikut tergabung dalam bisnis tersebut, melindungi bisnis itu sehingga bisa berjalan selama ini. Namun sayangnya, Disha dan juga Arva juga bekerja dengan keras untuk menemukan celah. Memanfaatkan berbagai koneksi tentu saja. Arva punya banyak relasi yang membantu rencana ini berjalan.

Meskipun tidak ada satu media pun yang menyebut nama Pragya, tapi Disha yakin laki-laki itu sudah ditahan di kantor polisi. Disha sendiri yang mengondisikan agar nama Pragya tidak muncul di tajuk berita. Bukan apa-apa, itu akan menjadi senjata lain.

"Apa kita tidak sebaiknya juga menyebarkan jika Pragya terlibat. Aku yakin Asara bisa mengatasinya." Ujar Arva sambil menyesap kopinya. Siang ini, laki-laki itu datang ke kantor Dirapharm. Merayakan bom pertama yang berhasil mereka ledakkan. Di dalam ruangan Disha, ada Kairav dan Geya yang juga tergabung dalam rencana ini. Dan tidak terlupa jika ada Arva itu artinya ada Farhan yang menyertai.

Disha tahu jika Asara bisa mengatasi berbagai masalah yang mungkin timbul dengan munculnya berita ini. Papinya bisa mengatasi semuanya. Ngomong-ngomong soal papinya, Disha belum sempat berbicara empat mata lagi dengan ayahnya itu.

"Sementara seperti ini dulu, kita lihat bagaimana reaksi mereka"

Disha menggulir tabnya yang berisi artikel berita. Ia yakin sekarang Tante Adisti sedang kebakaran jenggot. Wanita itu pasti sedang memikirkan berbagai cara untuk menyelamatkan putra tersayangnya.

Ada alasan mengapa Tante Adisti dan Pragya sangat mengincar posisi papinya. Om Prabu yang tidak tertarik pada kursi tahta menjadi pukulan telak untuk Tante Adisti. Wanita itu mengira jika menikahi putra sulung dari Baswara pasti akan menjadikannya ratu di kemudian hari. Sayangnya, Prama Baswara justru memilih putra keduanya untuk menggantikan pria itu meneruskan kerajaan bisnis.

Di keluarganya, Tante Adisti hanyalah putri kedua. Kakaknya seorang laki-laki. Ayah wanita itu menganut perspektif bahwa anak pertama laki-laki lah yang akan menjadi penerusnya. Tante Adisti dan Pragya tidak masuk dalam kandidat calon penerus. Selain itu, bisnis tekstil milik keluarga Tante Adisti menemui penurunan yang tajam. Bisnis itu tergerus oleh persaingan, terutama sekarang ini banyak bisnis tekstil asing yang masuk ke dalam negeri. Maka dari itu, Tante Adisti dan Pragya sangat berambisi untuk mendapatkan tahta Baswara. Meskipun Om Prabu sendiri tidak berminat dengan harta keluarganya.

Melihat kondisi keluarga Tante Adisti yang mengalami penurunan dan sudah kehilangan pamornya, Disha ragu apakah wanita itu bisa menggunakan nama keluarganya untuk mengeluarkan putra mereka dari masalah. Pilihannya pasti menggunakan Baswara.

Mengikat Hati [✓]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang