Paradisha dan Arvasatya. Dua manusia yang disatukan dalam ikatan pernikahan melalui sebuah perjodohan yang direncanakan oleh orang tua mereka. Perjodohan di kalangan mereka adalah hal yang biasa. Pasangan mereka ditentukan agar mereka memiliki pasan...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Proyek resort Asara dan Wiyasa sudah pada tahap peletakan batu pertama. Meskipun sempat ada huru-hara dalam prosesnya, proyek ini berjalan sesuai jadwalnya. Huru-haranya tentu saja skandal yang membawa nama Arva dan Binar. Sudah satu bulan lebih sejak insiden itu.
Berbicara tentang Binar, terakhir kali Disha bertemu dengan perempuan itu adalah tiga minggu yang lalu. Binar yang menghubunginya terlebih dahulu melalui Geya, meminta bertemu. perempuan itu menyampaikan maaf atas berita miring yang melibatkannya. Binar juga meminta maaf karena pagi itu ia sudah terlalu lancang untuk melangkah masuk ke kamar Arva, padahal lelaki itu sudah menjadi suami Disha. Binar menyadari jika kekhawatirannya yang berujung membuatnya menjadi ceroboh dan merugikan orang. Karena itu, ia juga menyampaikan maaf kepada Disha bahwa ia tidak bisa menerima tawaran untuk bergabung dengan Dirapharm.
Binar memilih untuk mengajukan mutasi. Awalnya tidak mudah, perusahaan tidak bisa memprosesnya karena Binar masih terhitung sebagai pegawai baru. Tapi berkat bantuan Disha, Binar kini sudah dipindahkan ke kantor cabang lain yang ada di luar kota. Binar rasa menjauh adalah pilihan yang paling tepat. Disha pun menghargai keputusan perempuan itu.
Kini Disha sedang berkemas. Memasukkan beberapa gaun dan jas Arva ke dalam koper. Mereka akan pergi ke Malang untuk menghadiri pesta peletakan batu pertama proyek resort besok malam. Mereka akan berangkat hari ini. Besok pagi, Arva akan ada acara seremonial di lokasi pembangunan. Pesta yang diadakan diharapkan bisa menjadi ajang untuk menarik investor sebanyak-banyaknya. Acara itu akan dilangsungkan di salah satu hotel. Bukan hotel yang sebelumnya tentunya. Mereka memilih menggunakan hotel lain. Salah satu hotel milik Amarnath Group. Seharusnya sejak awal mereka menggunakan layanan mereka.
Tentu Disha akan menghadiri acara ini. Ia masih bagian dari Asara, dan ia juga merupakan putri dari Praba Baswara dan juga istri Arva yang merupakan tokoh penting dalam proyek ini. Omong-omong soal papinya, Disha dan sang ayah masih bersitegang. Bahkan selama sebulan ini, Disha tidak pernah berkunjung ke rumah orang tuanya. Disha masih memberikan jarak.
"Semua sudah siap?"
"Sebentar lagi." Sahut Disha. Tangannya dengan cekatan memasukkan beberapa kebutuhan perawatan wajah dan kulitnya yang tidak boleh sampai terlewat.
Arva ikut membantu sang istri mengemasi beberapa barang yang perlu mereka bawa. Setelah memastikan semuanya sudah masuk ke dalam koper dan tas mereka. Laki-laki itu membawa koper mereka ke bawah. Pak Edi sudah kembali bekerja dan akan mengantarkan mereka hari ini.
Saat mereka turun ada Bi Liyah dan juga Bi Uli. Kedua orang itu semakin dekat. Bi Liyah jadi mempunyai teman mengobrol berkat kehadiran Bi Uli di rumah ini.
"Bi Uli tolong jaga rumah ya"
"Siap, mas"
Hanya Bi Uli yang selalu 24 jam berada di rumah. Bi Liyah tetap akan pulang setelah pekerjaannya selesai di sore hari.