Paradisha dan Arvasatya. Dua manusia yang disatukan dalam ikatan pernikahan melalui sebuah perjodohan yang direncanakan oleh orang tua mereka. Perjodohan di kalangan mereka adalah hal yang biasa. Pasangan mereka ditentukan agar mereka memiliki pasan...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ada serangan balik.
Muncul berita baru dari portal berita yang sama dengan yang memberitakan soal Arva dan Binar. Jadi Disha yakin di balik berita ini adalah pihak Tante Praya. Berita itu berisi tentang papinya dan Mama Kamala. Bagaimana pernikahan mereka terjadi. Berita itu menyebutkan jika Mama Kamala adalah orang ketiga dan lain sebagainya. Tante Praya sungguh licik menggunakan hal ini sebagai serangan balik. Padahal wanita itu lah dibalik semua alasan pernikahan papinya dan Mama Kamala.
Di masa lalu, memang muncul berita soal pernikahan papinya dan Mama Kamala. Namun pada saat itu perkembangan media belum sepesat sekarang. Jadi tidak banyak yang tahu skandal yang terjadi pada papinya. Sekarang Tante Praya mengangkat skandal itu lagi.
Tidak hanya itu, nama Pragya juga sudah mulai disebut di media berita menggunakan inisial. Hal ini pun menjadi perbincangan hangat.
Disha berusaha fokus untuk menangani berita yang membawa-bawa nama sang adik. Ia tidak mau Mitha disangkut pautkan. Sudah ada satu berita yang menyeret Mitha dengan sebutan tidak pantas. Disha tidak akan tinggal diam untuk hal itu. Paramitha tidak tahu apapun. Dia memang anak yang dikandung di luar pernikahan, namun itu bukan kesalahannya. Orang tuanya memang melakukan kesalahan, tapi tidak serta merta itu juga menjadi salah anak. Anak dilahirkan tanpa tahu apapun dan tidak bisa memilih siapa orang tua mereka.
Saham Asara juga mengalami penurunan. Disha yakin Asara Tower sekarang sedang sibuk. Disha mempertimbangkan untuk menemui papinya untuk membicarakan hal ini. Saat tiba di Asara Tower, Disha tidak bisa bertemu papinya. Papiya sibuk dengan agenda rapat sana-sini untuk mengatasi masalah yang muncul.
"Mbak Disha tenang saja. Pak Praba bisa mengatasinya. Asara tidak akan goyah"
Hanya Pak Brata –asisten kepercayaan papinya yang bisa Disha temui. Pria itu mengatakan pada Disha untuk tidak perlu khawatir. Semua bisa teratasi. Saat ini juga Asara sudah menggunakan jasa firma hukum lain yang akan mewakili mereka.
Sejak awal Disha memang yakin jika Asara tidak akan tergoyahkan dengan semua rencana yang dijalankannya. Dari awal Disha memahami jika rencana pembalasannya pasti sedikit banyak akan berdampak pada Asara. Namun Disha yakin, papinya itu bisa mengatasinya. Disha anggap ini adalah bentuk pertanggung jawaban papinya yang sudah menyembunyikan kebenaran perihal kematian sang mami. Mengurusi guncangan seperti ini jelas bukan apa-apa bagi papinya.
"Mbak Disha bisa kembali ke kantor. Saya yakin Mbak Disha juga banyak pekerjaan. Tentang saja, semua pasti terselesaikan"
***
"Semua artikel berita sudah ditakedown. Sementara ini udah nggak ada pergerakan lagi dari Nyonya Praya. Untuk kasus Pragya juga terus menjalani penyidikan. Statusnya sudah menjadi tersangka"
Kairav menjelaskan situasi. Disha dan Arva mendengarkan dengan seksama. Seperti yang mereka harapkan, Asara bisa mengatasi berita miring dengan cepat. Asara juga membuat pernyataan tegas terkait masalah Pragya bahwa Asara akan menyerahkan sepenuhnya hal itu kepada pihak yang berwajib. Tidak akan ikut campur. Benar-benar tidak ikut campur. Asara sepenuhnya lepas tangan terhadap Pragya. Disha yakin saat ini Tante Adisti sangat kelimpungan. Terakhir kali, Disha menyuruh Kairav untuk mengirimkan pesan secara anonim kepada Om Prabu yang berisi bukti ketidaksetiaan Tante Adisti. Disha belum tahu bagaimana respon sang paman. Ia harap Om Prabu bisa lepas dari wanita itu.