26

138 8 5
                                        

Mohon maaf tadi malem aku lupa update, semoga part ini cukup untuke mengobati rasa rindu kalian sama Haidar Salma yaaa🥹🙏

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Mohon maaf tadi malem aku lupa update, semoga part ini cukup untuke mengobati rasa rindu kalian sama Haidar Salma yaaa🥹🙏

Vote komennya jangan lupa ya cinta-cintanya akuuu😚🫶
.
.
.

"Aku pulang, ya?" Ucap Haidar sembari mengenakan jaketnya.

"Iya, hati-hati di jalan terus nanti bawa motornya jangan ngebut-ngebut" Tutur Salma mengingatkan, dan dibalas anggukan oleh Haidar.

"Oh iya kamu belum pernah aku bawa motoran, ya? Nanti kita jalan-jalan lagi gimana? Kita motoran berdua, oke?" Salma terkekeh, sambari tangannya merapihkan jaket laki-laki itu Salma menjawab.

"Iyaa, nanti kita jalan-jalan lagi. Kita night ride sambil jajan jajanan dipinggir jalan gitu, kayanya bakalan seru deh" Mendengar itu gelak tawa Haidar mengudara.

"Kamu pengen night ride? Kenapa kamu nggak ngomong dari kemaren sih kalo pengen night ride, kalo tau gitu kan aku bisa langsung bawa kamu keliling dari sudut ke sudut kota Bandung" Salma hanya tersenyum kecil mendengar penuturan Haidar.

"Nggak kenapa-kenapa, aku takut kamu keberatan kalo aku minta"

"Astaga sayang, bisa-bisanya kamu mikir kaya gitu. Lagi-lagi kalo kamu mau sesuatu atau butuh sesuatu bilang sama aku, oke cantik?" Salma mengangguk.

"Yaudah aku pulang, ya–eh tapi peluk dulu dong" Haidar membuka kedua tangannya lebar, mengundang Salma untuk masuk ke dalamnya.

Dengan pandding jacket yang terpasang rapi di tubuh Haidar, mengapa laki-laki itu terlihat menggemaskan dengan kedua tangannya yang terbuka. Dengan senang hati Salma berjalan mendekat sebelum akhirnya memeluk erat tubuh jangkung Haidar, bahkan Salma harus rela berjinjit agar mampu menggapai pundak laki-laki itu.

Sementara Haidar membalas tak kalah erat pelukan keduanya, mengunci tubuh Salma yang ada dipelukannya itu kemudian mengusak-usak wajahnya diperpotongan leher gadis itu dengan sengaja.

"Haidar aku geli, ih" Ucap Salma yang merasakan bagaimana wajah Haidar yang semakin meringsak pada lehernya.

"Kamu wangi" Ucap Haidar yang suaranya tenggelam bersama wajahnya dipundak Salma, membuatnya sedikit tidak terdengar jelas.

Ditengah dinginnya hembusan angin malam itu, pelukan keduanya justru mengalirkan rasa hangat. Dekapan keduanya menumbuhkan rasa sayang disetiap hitungan detiknya. Menghadirkan gelombang rasa yang mampu menggelitik hati dua pasangan anak adam dan hawa disana sehingga mampu menciptakan sebuah lengkungan senyum manis yang tidak dibuat-buat.

Salma tertawa kecil lalu memukul pelan punggung Haidar saat laki-laki itu tidak juga berhenti melakukan aksi mengendus lehernya, bukan berhenti laki-laki itu justru semakin menyamankan dagunya untuk ditumpu dipundaknya itu.

Eccedentesiast (COMPLETED)✔️Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang