🚨Warning : 18+
Perhatian! Untuk yang masih di bawah umur, dengan hormat saya ingatkan untuk menjauh dari lapak ini yaa. Untuk yang sudah cukup umur, mohon lebih dewasa dan bijak dalam membaca. Terima kasih :)
Warning ⚠️❗
Sebelum kalian baca cerita...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Warning!🔺: Hati-hati merasa bosan karena part panjang dan sedikit mengandung🔞
Bijaklah dalam membaca🙂 Jangan lupa vote komen follownya Happy reading🌱 . . .
Waktu berlalu begitu cepat, tidak terasa tahun sudah berganti. Setelah desember tahun kemarin yang banyak diterjang hujan terus-menerus, digantikan oleh januari tahun ini yang penuh dengan kehangatan.
Pergantian tahun kemarin Salma dan Haidar sempat membuat permohonan masing-masing sekaligus untuk hubungan keduanya. Seperti biasa Salma akan selalu memohon kesehatan juga kebahagiaan untuk dirinya dan orang-orang disekelilingnya terutama Ibu.
Salma dan Haidar juga merayakan malam pergantian tahun itu sekaligus ditemani kembang api, bahkan Haidar juga menempati janjinya dengan membawa Salma night ride mengelilingi kota Bandung dibawah terangnya bulan malam itu, banyak jenis-jenis makanan yang sebelumnya Salma belum pernah makan namun karena Haidar Salma bisa memakannya.
Tahun 2024 memang masih menjadi tahun terberat bagi Salma, namun di tahun itu jugalah Salma mendapati dirinya pada versi yang jauh lebih kuat walaupun sebenarnya ia sendiri pun tidak yakin. Ia mampu melewati jeratan benang merah yang mengikatnya pada trauma, mampu berjalan diatas patah dan rusaknya jalan walaupun Salma berakhir kembali pada persimpangan jalan yang membuatnya kehilangan asa. Dimana Salma harus mencari asa itu saat dirinya hampir kehilangan dirinya sendiri?
Dan ya, sepertinya semesta memang senang sekali mempermainkannya, dengan kuasanya mengapa semesta lagi dan lagi membuat kehancuran atas dirinya. Sepertinya Salma bukanlah salah satu dari banyaknya orang yang mampu merasakan pelangi setelah hujan, Salma bukan orang beruntung itu. Hal itu bukan diperuntukan untuk dirinya. Mungkinkah karena ia sudah terlalu banyak catatan merah pada buku amalnya? Catatan keluhan, kemarahan, ketidak terimaan sampai catatan dosa.
Atau karena Salma terlalu buruk di mata semesta sampai-sampai semesta selalu ingin menghukumnya? Sepertinya memang belum cukup sampai disini saja, semesta masih terus menjadikannya peran utama dalam setiap kesedihannya. Di tahun ini Salma dikejutkan dengan sesuatu yang sebelumnya tidak pernah ada dikepalanya, sesuatu yang tidak pernah ia pikirkan sebelumnya namun itu terjadi padanya saat ini.
Dua minggu yang lalu Salma baru saja di vonis mengalami tumor otak ganas derajat IV pada kepalanya, atau bisa dikatakan glioblastoma multiforme. Penyakit mematikan yang dimana merujuk ke arah tumor otak yang berasal dari sel atrosit, paling ganas dengan rata-rata kemungkinan hidup kurang lebih 1 tahun. Terkejut? Salma juga sangat terkejut dengan kenyataan baru yang didalaminya itu. Dokter mengatakan kalau tumor itu sudah cukup lama bersarang didalam kepalanya, bahkan ukuran dari benjolan tumor itu cukup besar.
Dokter juga membeberkan apa saja gejala umum pada tumor otak seperti yang di alaminya, dan Salma memang mengalami salah satu dari banyaknya gejala itu. Nyeri pada kepalanya yang terkadang semakin hari semakin terasa sakit, bahkan dokter tahu kalau emosi Salma akhir-akhir ini sangat sensitif. Awalnya Salma pikir kalau rasa sakit di kepalanya hanya sakit kepala biasa, namun ternyata Salma salah.