09

208 9 0
                                        

Suasana pagi hari ini cerah seperti biasanya, keadaan Salma pun sudah membaik setelah hampir tiga hari sakit, sebelum memulai aktivitas Salma menyiapkan bekal yang berisikan beberapa potong roti yang dilapisi selai coklat dan sedikit potongan stra...

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Suasana pagi hari ini cerah seperti biasanya, keadaan Salma pun sudah membaik setelah hampir tiga hari sakit, sebelum memulai aktivitas Salma menyiapkan bekal yang berisikan beberapa potong roti yang dilapisi selai coklat dan sedikit potongan strawberry di atasnya, memasukan ke dalam wadah bekal sudah di siapkan.

Setelah membuat bekal, Salma melihat sekilas handphone nya yang terletak diatas meja, takut kalau Bang Koki yang biasa di panggil Bang Kok sudah sampai di depan rumahnya, tapi sepertinya Bang Kok masih bersiap di rumahnya.

Terdengar suara derap langkah kaki dari arah belakangnya, Salma menolehkan kepalanya, disana sang ibu sedang berjalan ke arah Salma berdiri.

"Ibuu"

Salma menyambut ibunya dengan rentangan tangan yang siap memeluk wanita paruh baya kesayangan yang berada di depannya, karena sang ibu melakukan hal yang sama seperti yang Salma lakukan, Salma langsung memeluk erat tubuh wanita di depannya itu dengan manja.

"Aduh anak gadis ibu, sudah semakin cantik ya sekarang" Ujar sang ibu menyentuh puncak hidung Salma, keduanya terkekeh kecil. Pemandangan yang cukup hangat di pagi hari yang cerah ini.

"Sudah siap semuanya?" Tanya sang ibu dengan sedikit memberi senyuman pada putrinya.

"Udah, tinggal tunggu Bang Kok aja" Balas Salma yang membuat sang ibu menganggukan kepalanya.

Bang Koki atau biasa di panggil bang kok, adalah salah satu ojol kepercayaan Salma karena Bang Koki sendiri tinggal dalam satu komplek perumahan yang sama dengan Salma hanya berbeda blok saja.

Setelah menunggu selama 10 menit ditemani oleh sang ibu, Bang Kok akhirnya sampai. Sebelum benar-benar pergi Salma berpamitan dengan sang ibu seperti rutinitas dirinya setiap sebelum berangkat bekerja.

Membutuhkan waktu kurang lebih 45 menit sebelum benar-benar sampai di depan cafe. Entah masih disebut pagi atau siang tapi hari ini jalanan lumayan penuh sehingga membuat kemacetan lalu lintas, padahal sekarang sudah pukul sembilan lewat sepuluh.

Salma bergegas melangkah masuk ke dalam cafe dan langsung beres-beres. Tidak lama setelah kedatangan Salma di cafe, kedatangan itu pun di susul dengan Debby yang ikut bergegas masuk ke dalam cafe menyusul Salma yang sudah lebih dulu sampai.

~~~

Dilain tempat, Haidar sampai di depan kampusnya, melepas helmnya dan meletakannya di tangki depan motornya, merapihkan anak-anak rambutnya yang yang sedikit berantakan.

Hari ini Haidar berangkat ke kampus bersama Celine adik kembarnya, mereka berdua kedapatan jadwal kelas di jam yang sama, maka dari itu mereka berangkat berdua di satu motor yang sama dengan Haidar yang mengendarainya.

"Tolong bukain dong" Toel Celine pada bahu Haidar yang kesusahan membuka kaitan helm yang di pakainya.

"Gitu doang ngga bisa, sini" Gerutu Haidar tapi tetap membantu Celine untuk membuka kaitan helmnya.

Eccedentesiast (COMPLETED)✔️Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang