🚨Warning : 18+
Perhatian! Untuk yang masih di bawah umur, dengan hormat saya ingatkan untuk menjauh dari lapak ini yaa. Untuk yang sudah cukup umur, mohon lebih dewasa dan bijak dalam membaca. Terima kasih :)
Warning ⚠️❗
Sebelum kalian baca cerita...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Warning!🔺: Part panjang + jangan lupa pencet tombol votenya yaa . . .
Matahari pagi sudah mengudara diketinggian diiringi cuitan burung yang baru saja mengepakan sayapnya. Cuaca hari ini cukup cerah dan hangat, tidak seperti beberapa hari belakangan yang serinh diterjang hujan.
Disebuah bangunan sederhana, tepatnya didalam kamar. Salma baru saja menyelesaikan rutinitas mandinya, dengan langkah kecil Salma mendekati lemari pakaiannya. Memilah dan memilih sekiranya pakian apa yang pantas untuk ia kenakan hari ini, hari dimana ia akan berkunjung ke kediaman milik Haidar.
Seperti yang laki-laki itu sempat katakan di bubble massage, kalau sang ibunda dari laki-laki itu berkenan untuk berkenalan langsung dengan Salma. Ia sendiri pun tidak tahu bagaimana bisa orang tua laki-laki itu mengetahui tentang hubungan mereka, laki-laki itu hanya mengatakan bahwa sang ibunda ingin bertemu langsung dengan dirinya.
Setelah lama memilih pakian, Salma akhirnya menjatuhkan pilihannya pada atasan hitam yang dipadukan jeans longgar. Menatap pantulan dirinya didepan standee miror, membolak balikan tubuhnya berniat mengecek agar tidak ada yang salah dengan pakaiannya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
(Outfit Salma)
Kemudian Salma berjalan menuju meja dimana barang-barang yang hanya dimiliki perempuan saja sebelum duduk dan merias wajahnya semaksimal mungkin, meskipun Salma tidak yakin tapi ya setidaknya ia tidak mempermalukan dirinya sendiri didepan orang tua Haidar nanti.
Sambil Salma bersiap-siap, sesekali Salma juga akan membalas pesan Haidar yang mengatakan sudah dalam perjalanan menjemput Salma. Setelah selesai dengan persiapannya, Salma kembali menatap penampilannya pada pantulan cermin sekali lagi. Merasa cukup puas dengan hasilnya, kemudian Salma melenggang keluar menemui ibu yang sedang berkutat dengan alat-alat dapurnya. Namun nihil, ketika netra Salma menyapu bersih seisi dapur ia tidak menemukan ibu didalam sana.
Salma justru mendapati pintu rumahnya sudah terbuka. Salma mengernyitksn keningnya sebelum akhirnya berjalan mendekati pintu, terdengar percakapan kecil dari dua orang, dan benar saja. Ibu bersama Haidar ada di sana, sedang berbincang didepan teras rumah. Rupanya laki-laki itu sudah sampai.