🚨Warning : 18+
Perhatian! Untuk yang masih di bawah umur, dengan hormat saya ingatkan untuk menjauh dari lapak ini yaa. Untuk yang sudah cukup umur, mohon lebih dewasa dan bijak dalam membaca. Terima kasih :)
Warning ⚠️❗
Sebelum kalian baca cerita...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Now playing : Di Akhir Perang song by Nadin Amizah
Salma POV🌼
Di dalam mobil van hitam yang tenang, aku bersama Haidar duduk berdampingan. Kami baru saja melakukan perjalanan saat matahari tenggelam di bawah senja, sebelum akhirnya kami berakhir di depan pagar rumahku dengan langit yang sudah sepenuhnya gelap.
Sebenarnya ini bukan perjalanan yang di rencanakan, melainkan dadakan dan tiba-tiba.
Sebelum ini, kami sempat melakukan grocery date. Kami hanya berbelanja beberapa makanan ringan dan dua ice cream yang sudah habis termakan.
Awal mulanya karena aku yang mengeluh suntuk dan bosan pada Haidar. Karena aku tengah mengambil cuti dari semua aktivitas cafe yang sekarang sudah kembali beroprasi lagi setelah beberapa bulan terpaksa tutup.
Setelah aku niatkan untuk mengoprasikan cafe kembali, aku banyak mengganti dan merubah seluruh isi cafe. Cukup banyak dana dan tenaga yang di keluarkan, oleh karena itu aku memilih untuk cuti beberapa hari ke depan sebelum aku kembali bekerja bersama Debby.
Saat ini aku dan Haidar tengah sibuk dengan benda pipih di tangan kami masing-masing. Membiarkan udara malam itu mengisi ruang kosong di antara kami, berbisik lembut ikut menyelimuti keheningan.
Tidak terdengar adanya suara, yang ada hanya helaan nafas yang saling berhembus. Namun, di antara keheningan itu tidak ada canggung seperti biasanya. Justru aku merasa ... nyaman dan tenang.
Entah karena suasananya atau karena bersama siapa aku duduk saat ini.
Sebenarnya perasaan yang seperti ini, bukan lah pertama kalinya bagiku. Sejak awal aku memutuskan untuk bersama Haidar, rasa itu sudah tumbuh. Meskipun beberpa kali aku selalu denial dan tidak mau mengakui secara berlebihan, tapi nyata nya rasa itu benar-benar ada dan sampai padaku.
Aku juga sempat berpikir di tengah perjalananku bersama Haidar tadi, perjalanan tanpa tujuan tertentu.
Aku pernah membaca salah satu quote yang aku temukan di instagram, aku tidak begitu ingat. Namun, secara garis beras yang aku pahami sendiri, kira-kira seperti ini. Bukan kemana, tapi bersama siapa. Awalnya aku pikir itu bukanlah hal yang begitu penting untuk aku pikirkan. Namun, setelah perjalanan bersama Haidar aku mulai mengerti arti terselubung dari quote tersebut.
Aku mungkin tidak tahu kemana Haidar akan membawaku pergi, karena ketika aku bertanya dia hanya menjawab kemana aja, yang penting jalan. Tidak ada kepastian mengenai hal itu.
Namun, bukan merasa khawatir atau cemas. Aku justru tetap diam mengikuti tanpa menebak-nebak meskipun aku tahu kami tidak memiliki tujuan. Selain karena aku bosan, simple nya karena aku pergi bersama Haidar.
Seseorang yang tidak membawaku pada kebingungan, seseorang yang mampu membawaku pada rasa aman dan tenang tanpa bisa dijelaskan. Mengalir begitu saja, tanpa rasa khawatir atau merasa cemas. Hanya menikmati tanpa berisik bertanya.