TAKUT KEHILANGAN

680 59 3
                                        

Seperti biasa Harsa akan melakukan tranfusi darah setiap bulannya. Saat ini dia sedang di temani oleh mamanya karna sang ayah sedang menghadiri rapat yang mengharuskan dirinya hadir.

"ehhh papa" Harsa melenguh di sela-sela tidurnya.

Zika yang berada disampingnya langsung menepuk nepuk punggung sang anak agar Kembali terlelap karena tranfusi darah membutuhkan waktu 4 jam dan Zika memutuskan untuk ke cafeteria yang ada dirumah sakit ini.

Zika menghela nafas Panjang, jika biasanya akan ditemani dirinya dan sang suami namun sekarang hanya ia yang menemani buah hati melakukan jadwal rutinnya.

.

.

.

.

Sekarang Harsa sudah Bersiap untuk pulang namun dirinya masih menunggu sang mama sedang menebus obat. Dirinya melihat orang berlalu lalang ada yang di kursi roda ada pula yang mendorong tiang infusnnya. Ia menghela nafas ternyata masih ada orang yang lebih menderita dari dirinya, terlebih ia masih memiliki orangtua lengkap serta fasilitas yang telah diberi orangtuanya, dirinya juga masih bisa bermain kesana kemari walau harus berteman dengan rasa sakit setelahnya. Sepertinya ia akan lebih bersyukur lagi.

"Sayang, hey kok ngelamun sih nak" Tepukan dari Zika menyadarkan dirinya dari lamunan kemudian ia dan sang mama beranjak dari rumah sakit tersebut.

Didalam mobil, Harsa Kembali tertidur karna sudah kebiasaannya apalagi setelah transfuse

Tak terasa perjalanan 30 menit dari rumah sakit ke rumahnya, kini mobil yang dikendarai Zika sudah sampai dihalaman.

Dirinya membangun Harsa namun belum dirinya membangunkan harsa, Jo terlebih dahulu keluar dari mobil kebetulan dirinya juga baru pulang dari rapatnya, dirinya juga menggendong Harsa masuk ke dalam rumah.

"Kata dokter apa sayang, gimana keadaan Harsa" sejujurnya dirinya sangat ingin menemani sang anak seperti biasanya yang ia lakukan, namun lagi-lagi pekerjaannya sangat tidak bisa ditinggalkan.

"Gapapa mas, cuman kata dokter aktivitasnya harus dikurangin, kata harsa juga dirinya sering sakit dada jadi dokter nyaranin buat berhentiin basket harsa." Memang untuk penderita anemia aplastic seperti Harsa harus membatasi aktivtas dan apabila obat-obatan tidak lagi bekerja maka dapat diatasi dengan transplantasi sumsum tulang belakang.

Jo sangat takut jika Harsa si buah hatinya pergi, dirinya tidak mau kehilangan harta beharganya. Apapun berapapun biayanya dirinya akan usahakan asal sang anak tidak meninggalkannya.

Saat sedang mengobrol tiba-tiba Harsa datang dengan wajah khas bangun tidurnya.

"Papa aku kangen papa tau" kini ia sudah gelendotan di lengan papanya. Jika kalian bertanya dimana Zika, sekarang ia sudah terperangah, dirinya benar-benar tidak dianggap disini pasangan ayah dan anak itu sudah seperti tidak bertemu setahun ditambah Harsa yang sangat dramatis.

"Heh tadi pagi kamu ketemu papa ya, dateng-dateng ganggu mama sama papa pacarana" omel Zika.

"Ini papa Harsa, mama cari papa lain aja" ntah sadar atau tidak dengan yang diucapkannya dirinya tidak peduli.

"hey mana ada gitu, sia-sia dong dulu mama jadi cegilnya papa kalo sekarang cari papa baru lagi, mau kamu punya papa baru?" ah sangat seru menjahili Harsa kalau dia sedang dalam mode sensitive.

Jo hanya tertawa melihat perdebatan anak dan ibu itu, ntah kenapa Harsa dan Zika itu seperti Tom and Jerry, jika anak laki-laki akan lebih dekat dengan ibunya berbeda dengan Harsa, dirinya sangat dekat dengan sang ayah jika tidak manja dengan ayah sehari kayaknya dia akan meriang.

"Oke kalau gitu mau Harsa, mama cari papa baru sekarang" Zika pura-pura memasang wajah merajuk.

"IH jangan mama, nanti papa duda, terus nanti aku pergi siapa yang jaga papa". Oke sepertinya Harsa melupakan larangan untuk jangan membahas sensitive itu. Sekarang Jo sudah menatap tajam dirinya.

"Asa, Asa ga lupa kan kalo papa marah banget kalo Asa bahas hal itu, kamu ga akan pernah ninggalin papa, tuaan papa dari kamu jadi harus papa dulu yang pergi" dia berucap dengan mata berkaca-kaca.

"Asa, mama ga suka ya asa bahas pergi-pergi, ga ada yang pergi" Air mata Zika bahkan sudah menetes. Harsa benar-benar merasa bersalah karna membuat kedua orangtuanya menangis.

"Mama papa, Asa say sorry, asa takut, asa takut setiap sakitnya dateng kematian selalu jadi hal pertama yang asa pikirin"

"Asa say sorry mama papa" dirinya bahkan sudah seperti anak kucing karna menahan tangis, matanya sudah berkaca karna merasa bersalah,

"Gapapa, mama sama papa maafin, jangan gitu lagi ya? Papa sama mama sedih banget nak kalo kamu bahas itu, hargain perjuangan kita ya sayangnya papa" Sepertinya hari ini hari tersedih Harsa karna telah membuat orang tersayangnya menangis.

CUTTTTT

Jadi aku akan jelasin penyakit si Harsa (aku juga tau dari google sih)

· Anemia Aplastik atau Aplastic Anemia adalah salah satu jenis kelainan darah yang terjadi karena kegagalan sumsum tulang untuk menghasilkan sel darah. Sumsum tulang tidak dapat memproduksi salah satu atau seluruh sel darah, termasuk sel darah merah, sel darah putih, dan platelet. Jika manusia normal memiliki jumlah platelet 150.000-450.000 per mikroliter darah, maka jika kurang dari 150.000 seseorang dapat dianggap kekurangan trombosit.

· Penyakit ini bisa disebabkan oleh gen juga penyakit ini biasa sangat berkaitan dengan penyakit system imun (Autoimun).

·       Penyakit ini bisa disebabkan oleh gen  juga penyakit ini biasa sangat berkaitan dengan penyakit system imun (Autoimun)

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Kok ada ya orang selucu dia

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Kok ada ya orang selucu dia.

Harsa SandyakalaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang