DI HUKUM

667 66 5
                                        

Sungguh sial Nasib anak Tunggal kaya raya satu ini siapa lagi kalau bukan Harsa. Bagaimana tidak, dirinya dihukum berjemur oleh guru BK dikarenakan dirinya terlambat datang kesekolah. Ini semua gara gara Erza yang mengajak dirinya bermain game hingga larut.

"Gue mau bikin perhitungan sama Ezra, gamau tau pokoknya salah Ezra" Salah sendiri marah-marah sendiri. Itulah harsa Sandyakala. Guru BK yang mengawasinya sedari tadi hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah anak muridnya yang satu itu.

Jujur kepala Harsa sudah pusing bukan main keringat dingin sudah membanjiri tubuh ringkihnya, ditambah dirinya belum sarapan karna tidak sempat untuk melaksanakan sarapan, sekarang sudah dipastikan asam lambungnya juga ikutan naik. Tolong diingat bahwa Harsa ini tidak tahan bila terkena matahari langsung, badannya akan timbul ruam-ruam kemerahan.

"Ibuuuu tolong dong udahan ya hukumnya, saya udah pusing nih, nanti saya pingsan terus ibu dipanggil papa saya emang ibu mau?" Yaps memang Jo masih menjadi bagian Donatur sekolah ini namun itu tidak membuat harsa besar kepala untuk menjadikan jabatan ayahnya sebagai alasan untuk keluar dari hukuman.

"Baik kalau begitu, kebetulan kamu juga baru kali ini terlambat, tapi jangan diulangi lagi Harsa" ucap guru BK tersebut.

Namun baru selesai mengatakan itu Harsa lebih dahulu tumbang disusul teriakan siswa yang kebetulan olahraga dilapangan itu.

Skip UKS

Ezra dan Jema mendengar kabar bahwa harsa pingsan langsung bergegas ke UKS padahal mereka sedang mengerjakan tugas tapi apa peduli mereka yang terpenting Harsa dulu.

"Sa, gimana kok bisa dihukum sampe pingsan, diapain guru BK lo?" tanya Ezra Panjang lebar.

"Huaaaaa, ini semua gara gara kalian, gue telat ga sempet sarapan terus liat tangan gue leher gue gatel jemmmm" dirinya menangis karna seluruh tubuhnya gatal belum lagi sakit diperutnya belum juga hilang.

"Zra beliin makanan sana, anaknya maag kayaknya" Jema menyuruh Ezra yang membeli makanan karena dirinya tahu bahwa sekarang harsa lagi senggol bacok sama Ezra.

"Jemmm, gatel tolong telepon papa, mau papa hiks". Dirinya butuh papa sekarang, hanya papa yang mampu membuatnya merasa sembuh. Terkesan alay tapi menurut Jema itu sudah biasa bagaimanapun Harsa anak Tunggal dan snagat dimanjakan sejak dari kandungan.

Setelah acara tangisan Harsa sekarang anak itu sudah anteng dirinya tertidur akibat usapan Jema yang sialnya sangat nyaman itu.

Lain disekolah lain pula dikantor. Jo sudah seperti orang gila karena dapat kabar dari guru bahwa Harsa pingsan disekolah, dirinya kalang kabut menelepon orang rumah namun sepertinya sang istri tidak dirumah ponselnya pun tidak aktif. Dirinya panik setengah dari jiwanya pingsan gara-gara dihukum.

Sekarang Jo sudah sampai di area sekolah dirinya bergegas ke UKS untuk mlihat sang anak.

"Ezra, gimana keadaan Harsa" Bahkan nafasnya masih belum stabil akibat berlari dari parkiran sekolah sampai ke UKS.

"Udah dikasih salep om, kata dokter juga gapapa cuman kalo Harsa demam langsung periksa aja katanya" kali ini Jema yang menjelaskan karna Ezra masih sama paniknya, dirinya merasa bersalah dengan Harsa.

"Om bawa Harsa pulang dulu ya, nanti om kabarin kondisi Harsa lagi". Jo pamit sambil membawa Harsa didalam gendongannya. Jika kalian bertanya bagaimana Harsa sekarang? Jawabannya dirinya tertidur pulas entah kecapean atau karena obat yang sudah dikasih dokter tadi.

Jo merebahkan sang anak dimobil bagian belakang yang memang sudah diberi Kasur karna Harsa suka tidur kalau perjalanan mau jauh ataupun dekat.

CUTTTTT!!!!!!!!

Ih maafin aku yg jarang up ya teman-teman semuanya hihi.

Ih maafin aku yg jarang up ya teman-teman semuanya hihi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

LUCU LUCU LUCU LUCU LUCU LUCU

LUCU LUCU LUCU LUCU LUCU LUCU

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Harsa SandyakalaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang