Pagi ini di kediaman keluarga cemara kita yaitu keluarga papa Jo sedang melakukan rtunitas paginya yaitu sarapan. Seperti biasa rumah besar itu selalu diawali dengan keributan, entah Harsa yang teriak-teriak mencari semvaknya dan papa Jo yang riweh dengan dasinya serta mama Zika yang sibuk dengan alat tempur masaknya. Walaupun ada ART dirumah, jika urusan keluarganya tetap Zika yang menghandle.
"Pa, Asa minta uang ya buat isi bensin nanti tapi jangan uang gede, uang kecil aja"
"Kenapa harus uang kecil deh, kan biasa ada kembaliannya". Zika heran anaknya suka sekali menyusahkan diri sendiri walau itu ga susah susah banget.
"Justru itu, inikan masih pagi, otomatis orang baru pada buka mana ada nanti kembalian, lagian kasian tau kalo harus nyari kembaliannya". Harsa itu baik cuman menyebalkan aja.
"iya, nanti papa kasih uangnya, hati-hati ya pakai motornya pelan-pelan asal selamat". Harsa mendengus karna dari mulai tau pake motor kalimat itu aja yang keluar dari mulut Jo.
"iyaaaaa papaaaa, Asa udah tau kali, kan mama ssama papa juga udh pernah Asa bonceng, eh bibi juga pernah"
Memang Asa sudah pernah membonceng 3 orang itu walau sebenarnya pas boncengin Jo sangat pelan karna papa prootectivenya itu banyak omong. Kalau bonceng mama itu pas mama mau kepasar kebetulan supir dirumah pada libur, papa jo juga lagi dinnas diluar kkota jadi dengan terpaksa Zika minta diboncengin harsa.
.
.
.
Harsa sudah tiba didepan gerbang sekolah, hampir saja dirinya akan terlambat masuk, walaupun terlambat juga ga dihukum sih tapi malu boss masa anak sekeren dia harus telat lagi.
"Pagiiii harsa sandyakala anak om Jo paling cakep" itu bukan Jema maupun Erza melainkan Rendy, teman satu TK mereka. Rendy itu pernah tinggal bertetangga sama mereka cuman pas udah masuk SD Randy pindah ke bandung mereka ga lost contact malah tiap hari kabar-kabaran jadi pas Randy piindah ke Jakarta lagi mereka ga canggung.
"Loh, kok lo disini, kapan pindahnya, kok ga ngabarin" gimana ga kaget, tiba-tiba banget pindahnya.
"Lo kemana aja kocak, kan semalem udah bahas pindahnya" Mulut Jema emang ga kekontrol guys harap maklum yaaa.
"Beneran? Hp gue gatau kemana soalnya semalam adiks sakit kepala ga peduliin Hp" Ezra yang mendengar keluhan Harsa langsung meraba kening sepupunya itu.
"Paan sih zra, gue bilangnya semalam, kalo hari ini udah ilang sakit kepalanya" Seolah tau apa yang dipikiran sepupunya itu.
"Jadi kita mau jalan ga hari ini, rayain kepulangan gue gitu"
"Baiklah kakanda, kita jalan kemana kakanda" Raja drama kita Harsa.
"Stop Sa, lo sama Randy kalo ketemu jangan gila ya, inget kita hari ini ulangan matematika"
"Aman aja sieh, mathematic doang kecil itu iyakan zra" dirinya menyikut pinggang Ezra yang dibalas anggukan pelan sama Ezra.
"ya kali gue baru masuk udah ulangan anjing" Randy si sumbu pendek
"mau gimana lagi ren takdir lo deh hari ini, nanti gue jajanin es teh jumbo" sahut Harsa
"Oke adek"
.
.
.
Sekarang Harsa DKK sudah berada disebuah restoran cina karna mereka mau makan chinese food atas ajakan Randy, karna dia orang cina.
Mereka juga akan membuaut Vlog karna Jema itu banyak followersnya tapi banyakan followers Ezra karna cegilnya dimana mana.
"Jangan. Foto. Gue" harsa ini, wajahnya ganteng, manis, imut tapi dirinya sangat anti dengan kamera tapi malah dipertemukan dengan Jema yang selalu nenteng kamera ke mana-mana dan sialnya mamanya juga suka nge foto dirinya terus masukin sosmed, Harsa mau marah tapi takut durhaka.
"Gue cuman foto ya, ga gue suruh lo cium bencong juga" Emosi sudah Jema karna Harsa marah-marah kayak disuruh cium bencong.
"Lo berdua kalo mau berantem noh didepan banyak orang biar banyak yang dukung nanti salah satu yang menang gue kasih jelly"
"Lo piker gue anak kecil segala di kasih jelly" Jemaa kamu gatau aja Harsa dirumah Jellynya segudang.
"Cukup, makan sekarang" Jika sudah ezra yang berbicara, gaada lagi yang berisik apalagi Harsa, dirinya langsung makan takut banget liat wajah Ezra.
CUTTTT
Eh makin kesini otakku semakin buntu mana gatau mau bikin konflik apa soalnya aku ga ssuka cerita yang banyak konflik.
Maaf kalau tidak sesuai harapan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.