Halo dek?

2.1K 153 25
                                        

"Bajingan!"

Perempuan berambut merah muda itu lari sambil menarik tangan gadis berambut kuncir kuda berwarna blonde.

"Uhuk uhuk mata gue perih banget ra, gue gasanggup"

"Pig! aduh jangan pingsan! Gue gakuat ngangkatnya"

Haruno sakura, Mahasiswi keperawatan Universitas Konoha ikut turun kelapangan bersama sahabat sedari bayinya, Yamakana ino. Menyuarakan hak-hak rakyat yang dirampas oleh pemerintah.

"Ra please jangan bercanda, gue serius" Ino memelas diantara hiruk pikuk demo mahasiswa.

"DENGARKAN SUARA RAKYAT!"

"KATANYA DARI RAKYAT UNTUK RAKYAT? KOK MAKAN UANG RAKYAT"

Sakura menelisik sekitar, berusaha mencari para lelaki dari kampusnya, cukup mudah dikarenakan mereka semua sepakat berdemo menggunakan almamater mereka yang berwarna mencolok, warna kuning matahari.

"SAI!" Teriaknya saat melihat pemuda pucat yang mengenakan ikat kepala yang sedang berlarian melawan para aparat.

Sai tergopoh gopoh menghampiri sakura dan ino. Matanya terlihat memerah, sepertinya sai juga terkena gas air mata yang dilemparkan aparat kepolisian.

"Ino kenapa ra?"

"Dia gakuat, tolong bantu. Gue rasa dia kecapean gara gara aparat bajingan ini"

"Lo bisa jalan no?"

Ino menggeleng lemah, dadanya sesak menghirup gas gas air mata ini. Sai dengan cepat menggendong ino dipunggungnya.

"Ayo ra! Jangan kepisah, udah mulai ricuh"

Sakura mengangguk cepat dan mengekor dibelakang sai menuju tempat yang sekiranya aman untuk mereka beristirahat dan juga memberikan sedikit pengobatan ke ino.

"Dasar aparat brengsek! Jangan mentang mentang lo semua bawa senjata dikira kita takut" Sakura memaki kumpulan aparat yang sedang membuat brikade yang ia lewati. Padahal ayahnya juga polisi, tapi dia ogah tujuh turunan punya pasangan polisi.

"Lari! Lari!

"Mundur mereka ngeluarin water canon!"

Brak!

Sakura terhuyung dan terlepas dari pegangan tangan sai yang terus menghilang terbawa rombongan mahasiswa yang berlarian.

Sakura melirik di kaki bawahnya terdapat pria berseragam SMA terduduk sambil berusaha memegang kepalanya takut terinjak rombongan masa.

"Dek?! Kamu gapapa?"

Sakura memekik melihat pergelangan tangan bocah itu berlumuran darah, sial! Pasti anak ini terkena pecahan kaca didepan tadi. Ia buru-buru menarik bahu anak itu ketepi trotoar yang menurutnya aman.  Jarak ambulance darurat masih jauh dibelakang, tak mungkin ia bawa kesana.

"Duduk dulu, biar ku coba membuat pendarahannya berhenti"

Anak itu menurut, memperhatikan sakura yang merogoh sapu tangan dan tali lanyard kampusnya. Melingkarkan sapu tangan disekitar pergelangan tangannya lalu mengikatnya dengan tali lanyardnya.

OneShoot Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang