Gadis berhelaian merah muda itu termenung dibalkon rumahnya. Angin berhembus menerbangkan helaian merah mudanya tapi tak mampu mengganggu kegiatan melamun gadis itu. Secangkir kopi digenggamannya yang mulai mendingin juga tak mampu mengusik kegiatan melamun gadis itu. Pikirannya berputar mengingat percakapannya dengan sahabat kuningnya saat mengantar dirinya pulang sekolah tadi.
Flashback
"Ra"
"Ra"
"RA"
Sakura tersentak mendengar teriakan naruto. Maklum saja jika ia tidak dengar, lalu lintas yang padat dan helm yang digunakan menghambat pendengarannya, ditambah gadia itu lagi lagi melamun.
"APASIH?" Sahut sakura sewot.
"Harusnya gue yang marah ra, Lu budek banget sih?! Jangan ngelamun mulu nanti gue ngegas lu nyungsep gimana?"
"Ya gue jatuh lah, masa gitu aja lu gatau?!"
"Yatuhan jangan ra... nanti gue dimarahin kalo lu gak sampe rumah keadaan utuh"
"Dih siapa yang marahin?"
"Ya siapa lagi kalo bukan mantan lu si teme?!"
"Ck, gak jelas"
Sakura memutuskan untuk menghiraukan sahabat kuningnya yang terus mengoceh tak jelas disepanjang jalan mereka menuju rumahnya. Naruto ini memang kelewat berisik, jika perempuan dapat bicara 10.000 kata perhari maka Naruto apa gender naruto kalau dia bicara lebih dari 10.000 kata perharinya?
Tak terasa naruto menghentikan motornya didepan pagar putih kediamannya. Sakura turun perlahan dan melepas helm putih milik naruto.
"Thank's ya nar" Sakura hendak berbalik sebelum pergelangan tangannya dicengkram oleh sahabat kuningnya.
"Ra gue serius"
"Hah?"
"Iya gue serius sasuke masih mikirin lu"
Sakura menghempaskan lengan naruto pelan. "Nar lu tuh belain dia karena lu temen dia kan?"
"Engga ra. Gue beneran, He fucked up"
"Maksudnya?"
"Hidupnya berantakan banget ra, seumur umur gue temenan sama dia, pertama kalinya gue liat dia seberantakan ini" Naruto membuka helm perlahan dan memperlihatkan raut seriusnya.
"Menurut gue engga, He can go to the bar like he used to liked and hangout with his "girl-friend"
"Justru itu ra!" Naruto mengacak rambutnya frustasi.
Sakura menggeleng tak mengerti. Bagian mana yang menurut naruto kalau hidup sasuke berantakan tanpa dirinya?
Naruto menghela nafas. "Sasuke gak pernah kayak gitu ra, gue tau kemarin kalian putus juga pasti salah paham kan?"
Alis sakura menukik tajam. "Lu gak usah sok tau nar! Gak ada salah paham, mending lu ajarin temen lu cara ngehargain orang sebelum lu nasihatin gue tentang hubungan"
"Ra, it was a mistake. Karin itu sepupu gue— lebih tepatnya sepupu gila gue yang suka sasuke dari zaman popok tapi gak kesampean jadinya dia begitu"
Sakura tertawa meledek "Oh ya? Gak kesampean kok ciuman?"
"Mereka gak mungkin ciuman ra, trust me. Lu boleh iris kuping gue kalo gue salah"
KAMU SEDANG MEMBACA
OneShoot
Cerita PendekKumpulan Oneshoot. Rated T-K Characters ©️ Masashi Kishimoto Cover ©️ Pinterest ©️ All Rights Reserved
