27. Mama's girl

36 3 3
                                        

.

.

.

Kini kita beralih ke tim penyelidik club ballerina, disaat mereka menyelidiki lebih dalam sekarang Niko ingat ada sebuah teka-teki yg belum ia pecahkan (yg gtw silahkan ke chap 23.Who is she?)

'Angin yg berhembus kencang bagaikan seseorang yang mudah menghilang
Air terjun yg mulai berhenti mengalir bagaikan angin yg berhenti'

" Sekarang gw tau...angin yg berhembus kencang bagaikan seseorang yg mudah menghilang berarti seseorang yg kita sayangi hilang dari muka bumi ini..." Ucap Niko berpikir ia sontak membelalakkan matanya saat menyadari apa yg ia ucapkan

Tim yg menyelidiki club ballerina seketika terkejut mendengar ucapan Niko, mereka kebingungan karna belum tau Niko mendapatkan teka-teki apa

" Air terjun yg mulai berhenti mengalir bagaikan angin yg berhenti berarti kasih sayang yg ia berikan kepada orng yg ia sayangi maka seketika berhenti dan rasa kasih sayang itu menghilang..." Lirih Niko pelan, ia menatap sendu ke jam tangan silver di genggaman tangannya

Seda№ ngkan di sisi Milly dan cowok-cowok masih mengejar orng berjubah hitam itu

Berjubah hitam itu masih berlari dan ia kini berada didepan kelas anak atas
Kini Arlan sudah berada didepan memojokkan berjubah hitam itu dengan yg lainnya

" Hah!..Lo siapa s1alan!" Tegas Vincent menatap tajam berjubah hitam itu, Berjubah hitam itu hanya diam,perlahan smirk ia perlihatkan

Vincent yg tak dijawab menatap tajam berjubah hitam itu, ia mengepalkan tangannya kuat kuat dan perlahan melangkah mendekati berjubah hitam itu namun ditahan oleh Leon

" Tahan dulu vin, kita gatau kalau dia berbahaya atau tidak " sahut Milly melangkah kesamping kiri Vincent
Leon mengangguk yg berarti menyutujui perkataan Milly

" Benar apa yg dibilang Milly vin, kita sebaiknya mengintrogasi nya disini saja, jaga jarak dan berwaspada" ujar Leon memperjelas yg dimaksud Milly, Vincent memutar kedua matanya malas dan sekarang ia diam

" Kenapa kau berada di club ballerina itu?" Tanya Leo menatap tajam berjubah hitam itu, kita panggil saja S atau 'salah' karna berjubah hitam itu sangat sulit untuk mencari identitas nya

" Apasih,panggil aja s apa susah,dia kan identitas nya susah dicari " malas Rey dan menghela nafas

" Oke S, kenapa kau bisa berada di club ballerina itu? Dan DRI mana kau mendapatkan kunci club itu? " Tanya Arlan ke S, S masih diam Arlan yg kesal berusaha sabar

" Heh jawab bngst, Lo punya telinga atau kagak si anj?! " Marah langit ingin menerkam si S namun ditahan oleh Rey

" Sabar ngit, kita selesaikan ini baik-baik" ucap Leo berusaha menenangkan langit

" Jawab pertanyaan kami, siapa kmu?" Tanya Arlan ke S, si S hanya diam, ia terkekeh kecil

" Cri tau saja sendiri inisial ad di R, E, L, dan A, atau R.E.L.A..." ucap si S dengan nada berat dan menjawab pertanyaan Arlan

" Jika kalian ingin tau dari mana aku mendapatkan kunci itu...itu rahasia " jawab si S menjawab pertanyaan satunya dengan nada yg berat, ia menjeda perkataannya

" Berhati-hatilah, aku dan teman ku akan mengincar kalian " lanjut si S melanjutkan perkataan nya, Vincent yg mendengarkan kata 'mengincar' seketika melangkah maju dan ingin mencekik si S

Namun Bru saja beberapa langkah maju ia terpental keras kebelakang, Rey dengan sigap menangkap Vincent

" K-kekuatan itu seperti Celine.." kaget Arlan membelalakkan matanya pupil mata Arlan bergetar dan melihat kearah Milly, Milly yg menjadi pusat pertanyaan mereka terdiam

HT School (ON GOING)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang