Part 12

1.2K 117 19
                                        

Pukul tujuh malam, Taehyung menjemput Jungkook di kediamannya. Range rover merah terparkir di depan halaman rumah keluarga Jeon.

Membenahi tatanan rambut yang sebenarnya sudah rapi, Taehyung menatap pantulan dirinya pada kaca spion. Dirasa pas, ia segera beranjak turun dan memasuki area rumah Jungkook.

Memencet bel sebanyak dua kali. Taehyung sontak membungkuk sopan kala mendapati kepala keluarga Jeon membukakan pintu untuknya.

"Selamat malam, paman Jeon" Sapanya penuh keramahtamahan.

Daesung memperhatikan penampilan Taehyung dari atas hingga bawah. Lalu mempersilahkan kekasih dari anak bungsunya itu untuk masuk terlebih dahulu.

"Jadi, kau mau mengajak Jungkook makan malam bersama keluarga besar mu?"

Daesung bertanya ketika keduanya telah duduk berhadapan di sofa ruang tamu. Meski sendirinya sudah tahu dari Jungkook mengenai tujuan Taehyung datang kemari, Daesung tetap ingin memastikan.

Sebagai seorang pria, setidaknya Taehyung harus meminta ijin secara langsung.

"Iya, paman. Saya meminta ijin pada paman untuk membawa Jungkook pergi makan malam bersama keluarga saya"

"Pulang jam berapa?"

Taehyung terdiam sebentar. Menimang jika terlalu malam apakah Jungkook diperbolehkan untuk menginap atau tidak.

Ia berdeham satu kali sebelum memberanikan diri bertanya sekaligus meminta ijin lagi.

"Kemungkinan acara berlangsung sampai malam sekali paman. Apabila paman mengijinkan apa Jungkook boleh menginap di rumah saya?" Taehyung meneguk air liur dengan gugup kala melihat ekspresi Daesung.

Buru-buru ia menyambung ucapannya. "Tidak satu kamar kok, paman. Nanti Jungkook bisa tidur di ruang tamu rumah keluarga saya"

Daesung menatap Taehyung penuh penilaian sebelum berakhir mengela napas dan mengangguk.

"Baiklah. Sekali ini saja saya ijinkan" Kata Daesung tanpa tahu bahwasanya Jungkook memang sudah sering menginap saat sang ayah sedang bertugas di luar kota.

Tentu sang ibu tidak memberitahu sebab yakin Daesung tidak akan memperbolehkan dan Jungkook bisa mengomel karenanya.

"Terima kasih, paman"




.

.

.






Range rover merah Taehyung terparkir di halaman kediaman megah keluarga Kim. Tangan kekar yang sedari tadi sibuk mengusap paha kekasih cantiknya seketika berhenti.

"Cantik sekali" Taehyung memuji seraya memindai kembali penampilan Jungkook yang luar biasa memukau.

"Tidak perlu kau katakan pun aku sudah tahu" Jungkook berkata sembari merapikan poni bagian depan yang sedikit teracak.

Taehyung kontan tertawa pelan. Melepas seat belt lalu memajukan tubuh hendak mencium bibir semerah cherry milik yang muda. Namun Jungkook segera menahan dada Taehyung.

"Jangan. Nanti riasan ku berantakan"

Tak ingin memaksa. Taehyung kembali ke posisi semula. "Baiklah" Ia menunggu beberapa menit sampai Jungkook selesai membenahi diri; yang sebenarnya menurut Taehyung sudah sangat rapi.

Taehyung membuka pintu dibagian sisi penumpang. Mengulurkan tangan yang diterima baik oleh Jungkook. Mereka berjalan bersisian dengan Jungkook yang merangkul lengan Taehyung.

"Selamat malam, Paman dan Bibi" Jungkook menyapa kedua orang tua Taehyung dengan ramah. Dan mendapat balasan yang tak kalah ramah juga.

Mereka duduk melingkar pada salah satu meja. Usai pelayan menuangkan minuman di gelas masing-masing Seungho turut membuka suara.

"Bagaimana kabar mu, Jungkook?" Tanyanya ramah.

"Baik, paman" Balas seraya tersenyum. "Paman, bagaimana? Selama di luar negeri makan enak-enak tidak?"

Seungho lantas tertawa. Dari dulu Jungkook tetap sama. Selalu makanan yang ditanyakan.

"Disana enak semua. Tapi paman lebih suka masakan Korea. Mungkin karena lidah paman terlalu lokal" Kata Seungho lalu melanjutkan tawanya.

Berbagai topik terus dibahas. Jungkook merasa tak canggung sama sekali lantaran Seungho terus mencairkan suasana agar lebih nyaman.

Semua berjalan baik bagi Taehyung. Berpikir mungkin ini bisa jadi saat yang tepat untuk berbicara kepada kedua orang tuanya mengenai permintaan Jungkook tempo lalu.

"Pa, Ma" Panggil Taehyung. Sontak Minyoung dan Seungho menatap putra sematawayangnya penuh atensi.

Taehyung menarik napas dalam. Ia menoleh sejenak pada Jungkook yang ternyata juga menatapnya seolah menanti kelanjutan dari perkataan Taehyung.

Menarik kedua sudut bibir. Telapak tangan Taehyung melingkupi punggung tangan Jungkook yang berada di atas meja.

"Ada yang ingin aku bic--"

"Oh itu mereka!"

Belum sempat Taehyung selesai bicara, Minyoung lebih dulu berseru seraya bangkit dari tempat duduknya. Menghampiri dua presensi manusia yang baru saja memasuki ruangan.

Mata Jungkook mengikuti langkah Minyoung berjalan dan betapa terkejutnya ia mendapati Jihoon dan seorang wanita paruh baya yang Jungkook yakini adalah ibu dari pemuda tersebut turut hadir di sini.

Kedua wanita itu saling berpelukan sebelum Minyoung beralih memeluk Jihoon sama seperti tadi memeluk ibu Jihoon.

"Maaf ya, terlambat" Ujar Seulhee diikuti tubuh yang sedikit membungkuk. Pun Jihoon juga melakukan hal yang sama.

Jungkook kontan menatap Taehyung seolah meminta penjelasan. Yang dibalas dengan gelengan tanda bahwa ia juga tidak tahu menahu.

"Duduk sini" Minyoung mempersilahkan Seulhee untuk duduk disampingnya.

Sementara Jihoon lekas mengambil tempat duduk disamping Taehyung.

"Hai, Tae" Sapanya.

Taehyung tidak membalas. Ia berlagak tak acuh dan justru berbicara pada Jungkook.

"Sayang, mau pindah tempat saja?"

Seulhee tentu mendengar ungkapan Taehyung barusan. Wanita itu sedikit terkejut ketika Taehyung memanggil Jungkook dengan sebutan yang biasa dipakai oleh sepasang kekasih.

"Maaf, dia ini siapa?" Tanya Seulhee merujuk pada Jungkook yang masih terdiam.

Taehyung tersenyum. Kemudian menggandeng tangan Jungkook erat. "Kekasih saya, Bibi Park" Ia lalu berdiri dan menarik Jungkook untuk mengikutinya. "Kalau begitu saya ingin berjalan-jalan dulu. Silahkan nikmati makanannya"


.

.

.



"Jung, aku bisa jelas-"

Didetik yang sama bibir Jungkook mendarat sempurna di bibir Taehyung.

"Aku tahu" Katanya. Kedua lengan itu melingkar di leher yang lebih tua.

Sedikit berjinjit, Jungkook menumpukan dagunya di bahu Taehyung. Vokalnya dibuat sedemikian dalam. Membisikkan sebuah ajakan yang Taehyung ketahui merupakan suatu godaan menyenangkan.

"Mau ke kamar sebentar, Kim?"

Kala kedua mata mereka bertemu, Taehyung mengangguk perlahan. Membiarkan Jungkook menarik tangannya menuju tempat yang mungkin akan menjadi saksi atas kegiatan panas keduanya.





[ ]






baru sadar ternyata aku udh lama gak update wkwk

Take Two || taekook (Discontinue) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang