Sebelum menjemput Jungkook untuk berangkat ke kampus bersama, Taehyung menyempatkan diri mengunjungi perusahaan sang ayah.
Kelas di mulai pukul 13.00, artinya masih ada waktu sekitar dua jam lagi. Usai menyelesaikan tugas yang belum dikerjakan dari minggu lalu, Taehyung segera menuju mobilnya. Melaju membelah jalanan yang tidak terlalu ramai kala itu.
Beberapa karyawan yang mengenal turut menyapa. Memberi salam hormat kepada calon penerus. Taehyung memasuki lift yang di khususkan untuk petinggi perusahaan. Kemudian menekan tombol menuju lantai paling atas.
Sekretaris ayahnya bergegas membukakan pintu saat Taehyung tiba. Tak lupa mempersilahkan anak dari presdirnya tersebut untuk masuk.
"Hai, Tae" Sapa sang ayah. "Tumben sekali kau mau kesini tanpa dipaksa" Guraunya.
Taehyung mendudukkan bokongnya di kursi yang berhadapan dengan Kim Seungho.
Melihat raut wajah Taehyung yang tampak gelisah, Seungho menginisiasi. Mengambilkan sebotol air mineral yang tersedia di samping mejanya.
"Minumlah dulu. Baru bicara" Ujarnya seraya menyerahkan botol mineral. "Sepertinya ada sesuatu yang menganggu mu. Ada apa?"
"Pa"
"Ya?"
Taehyung menarik napas sejenak. "Sebenarnya ada hal penting yang ingin aku bicarakan"
"Apa itu?"
"Tentang hubungan ku dan Jungkook"
Satu alis Seungho terangkat spontan. "Kenapa?"
"Tahun depan aku memasuki semester akhir dan aku akan mengambil skripsi"
"Lalu?"
"Sambil mengerjakan skripsi, aku mau belajar mengelola perusahaan Papa lebih intens dari sebelumnya"
Seungho tentu terkejut. Tidak biasa Taehyung sendiri yang meminta untuk belajar mengelola perusahaan. Lantaran sering kali Seungho yang lebih dulu meminta bahkan terkadang memaksa Taehyung.
Maka dari itu, ia sedikit tak menyangka Taehyung akan berkata demikian.
"Kau serius, Tae?"
Taehyung mengangguk tanpa ragu.
"Lalu apa hubungannya dengan kau dan Jungkook? Kau sedang menginginkan sesuatu?"
Tepat.
Pertanyaan yang keluar dari mulut Seungho sangatlah tepat sasaran.
Taehyung tidak ingin menunda lagi. Sebelum berbicara, ia membasahi bibirnya yang terasa kering karena gugup.
"Pa, aku sudah memikirkan ini matang-matang. Tahun depan aku ingin menikahi Jungkook"
"Apa?" Seungho tidak bisa menyembunyikan ekspresi terkejutnya.
"Aku ingin membawa hubungan ku dan Jungkook ke tahap yang lebih serius"
Ada jeda yang tercipta disela keduanya. Seungho menatap sang anak dengan pandangan serius. Menelisik jauh kedalam netra tajam milik Kim Taehyung.
Tidak ditemukan sebuah gurauan disana. Pula tidak ditemukan keraguan.
Menghela napas. Seungho meluruskan punggungnya yang semula bersandar. "Kau yakin, nak? Menikah itu bukan persoalan yang mudah, Taehyung. Di dalamnya harus ada tanggung jawab, kesetiaan, ketulusan, dan cinta"
"Aku yakin, Pa. Aku jelas mencintai Jungkook. Dia satu-satunya di hidup ku. Seseorang yang teramat ingin aku miliki. Aku tidak mau kehilangan Jungkook, Pa"
KAMU SEDANG MEMBACA
Take Two || taekook (Discontinue)
FanfictionPada dasarnya sebuah hubungan tidak akan menjadi baik ketika salah satunya menyimpan rahasia. Top! Tae Bott! Jk Started 15/11/2024 End -
