Part 9

861 95 14
                                        

Seorang lelaki berlari panik ke arah Taehyung dan Daniel yang berjaga di pos tiga. Pun para anggota lain yang sedang menyelesaikan teka-teki agar bisa melanjutkan perjalanan ke pos berikutnya ikut menoleh.

"Ada apa?" Daniel bertanya saat lelaki yang merupakan adik tingkatnya tersebut tiba dengan napas tersengal-sengal. "Kenapa lari-lari?"

"I-itu, kak—" Jeda, ia menarik napas sekali lagi. "Ada yang sakit"

"Siapa?" Tanya Daniel lagi.

"Jihoon, kak. Kelompok delapan"

Daniel dan Taehyung saling berpandangan sebentar. Salah satu dari mereka harus tetap berjaga di pos. Maka Daniel yang memang membawa motor berniat mengajukan diri untuk menolong namun Taehyung terburu menyela.

"Biar aku saja" Katanya. Ia mengambil kunci motor Daniel. Lalu mengikuti sang adik tingkat yang menuntunnya ke tempat dimana kelompok delapan berhenti.

Taehyung memberhentikan motornya di pinggir jalan. Dilihatnya Jihoon yang tampak pucat pasi tengah bersandar pada sebuah batang pohon besar. Sedangkan teman-teman sekelompoknya yang lain menemani.

"Jihoon" Panggil Taehyung seraya mendekat. Ia menepuk pipi Jihoon pelan agar pemuda itu membuka mata.

Agaknya kondisi Jihoon sudah setengah sadar. Taehyung lantas melepas jaket yang ia kenakan dan memakaikannya ke tubuh Jihoon.

"Kak Taehyung" Ia menyahut lirih. Tubuhnya terasa lemas dan tak bertenaga.

Hela napas berat. Akan sulit membawa Jihoon memakai motor jika begini. "Kau" Taehyung menunjuk salah seorang lelaki. "Ikut aku naik motor"

Taehyung mengangkat tubuh Jihoon dengan enteng. Lalu menaikkannya ke atas motor. Posisi Taehyung menyetir, Jihoon ditengah, dan satu lelaki anggota kelompok delapan yang lain di belakang.

Memacu kendaraan dengan kecepatan sedang. Tak dipungkiri Taehyung sedikit khawatir.

Setibanya di posko, Taehyung segera membawa Jihoon ke tenda medis dengan dibantu oleh beberapa rekan panitia.

Ketika Jihoon telah mendapat penangganan, Taehyung hendak pergi. Bermaksud kembali ke pos tiga karena meninggalkan Daniel sendirian disana. Tetapi tangan Jihoon yang menarik ujung bajunya mau tak mau buat ia menoleh.

"Jangan pergi" Ujar Jihoon lemah.

"Aku masih harus berjaga, Jih"

Taehyung berusaha melepaskan tangan pemuda itu yang justru bertambah erat.

"Jihoon"

"Please, sekali ini saja"

Melihat Jihoon yang hampir menangis, terpaksa Taehyung menemani pemuda itu. Mungkin hanya sampai Jihoon tertidur.

Tidak masalah. Pikirnya
 
   

.

.

.
 
   

 

Kepala Taehyung berulang kali nyaris jatuh lantaran rasa kantuk yang menyerang. Masih berada di tenda medis. Ia memandang Jihoon yang sudah terlelap.

Pukul sebelas malam, ia hampir memejam apabila suara Namjoon yang memanggilnya tidak terdengar.
 

"Taehyung"
  

"Apa?"
 

Melihat Namjoon yang tampak gelisah lantas membuat alis Taehyung menukik heran.

Namjoon menggigit bibir bawahnya sebelum bicara dengan gugup. "J-jungkook hilang, Tae"

Take Two || taekook (Discontinue) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang