"Kau bohong? Katamu kita bisa pergi dari dunia ini dengan tenang jika kita bisa menyerap sari kehidupan dari anak itu? Kau, wanita itu! Kalian berjanji akan membantuku untuk pergi dari dunia ini! Kalian tau bagaimana menderitanya aku terombang-ambing di dunia ini tanpa tau harus bagaimana dan kemana! Kalian menipuku!" Juna membentak sosok yang mirip dengannya namun lebih tinggi dan lebih besar.
Sosok itu yang terdiam hanya bisa mamandangi Juna dengan tatapan yang sama bingungnya.
"Apa maksudmu? Gabrielle mengatakan hal yang benar, bagaimana bisa ia menipu kita?" Sosok yang mirip Juna berusaha mendekati Juna.
"Tidak Narajuna, Gabrielle menipu kita!" Sosok Narajuna berhenti, bola mata hitamnya perlahan berubah menjadi violet.
"Apa maksudmu menipu?"
"Kita bukan kembar! Aku belum mati! Kau bukan Narajuna!"
"Aku tidak mengerti.." Narajuna perlahan menciut, tubuh tinggi besarnya berubah jadi seukuran Juna bahkan bola mata violetnya juga mulai mengeluarkan cahaya.
"Juna.." Arjuna membuka matanya yang terpejam, bola mata Juna juga tampak mengeluarkan cahaya kekuningan, "K-kau.."
"Narajuna kau.." Keduanya saling tatap dengan bingung, pertama kali Juna melihat sosok Narajuna yang sangat sama persis seperti dirinya dengan bola mata violet seperti saat ini. Sosok Narajuna yang biasa Juna lihat akan terlihat mengerikan dan sangat besar, tidak seperti sekarang ini.
Narajuna menyelami mata kuning keemasan milik Juna, dengan kekuatan lebih yang ia miliki dan kekuatan dari bola mata itu Narajuna dapat mengetahui kebenaran dari asal-usul mereka berdua, "Kau benar.. Gabrielle menipu kita." Narajuna melayang menjauhi Arjuna, "Kau masih hidup, hanya aku yang mati."
"N-narajuna?"
"Arjuna, kau harus kembali.. Setelah kau kembali kau akan mengingat semuanya, aku tidak bisa membantumu setelah ini, percaya pada kekuatanmu sendiri." Narajuna kembali pada sosok seramnya, "Haidar pasti bisa menolongmu, aku akan menghentikan Gabrielle."
"Narajuna jangan-" Belum habis kalimat keluar dari mulut Arjuna, sosok Narajuna sudah terlebih dahulu menghilang dari hadapannya, "Sial!"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Gimana? Arjuna udah balik dar?" Satria meletakkan tasnya diatas meja, didekatinya Haidar yang tengah mondar-mandir di dekat pintu kaca pembatas ruang tamu dengan halaman belakang. Satria baru saja selesai kelas dan bergegas ke rumah Haidar karena Ravren mengabari bahwa Haidar kehilangan Arjuna sejak dua hari yang lalu.
Satria sedikit khawatir karena tidak biasanya Haidar dan Ravren terlihat sangat panik saat sosok yang menempelkan Haidar itu tiba-tiba menghilang.