Gue hantu anjir

4.7K 461 38
                                        

"Sat, lo yakin?" Maven dengan sebuah Alkitab ditangan bertanya ragu pada Satria yang tengah menyeting kameranya pada sebuah tongsis.

"Yakin, kan lo bilang hantu itu gak ada." Ditekannya tombol rekam saat merasa kameranya sudah pas. "Kita buktiin hari ini, hantu itu ada atau gak." Lanjutnya sembari merapikan rambut.

"Bang, gue takut." Jinan sudah menempel pada Ravren sejak mereka tiba di rumah kosong yang dikatakan rumah paling angker di wilayah tempat tinggal mereka itu.

Rumah yang mewah, tapi sudah lama ditinggalkan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Rumah yang mewah, tapi sudah lama ditinggalkan.

"Cemen amat lo, liat noh si indigo." Ditunjuknya Haidar yang sedang mengamati sekitar, "Yang bisa liat hantu tapi penakut kayak dia aja keliatan biasa aja, berarti gak ada setannya disini." Ravren memang benar, Haidar yang sejak sampai di rumah megah itu sama sekali tidak merasa terganggu. Tidak ada sesosok arwah pun yang Haidar lihat sejak tadi.

"Lo yakin ni tempat angker Sat? Gue gak liat apapun." Haidar menyenggol rusuk Satria, mencoba mengalihkan pemuda itu dari ponselnya.

"Katanya si Jaya sih disini angker." Satria ikut memperhatikan sekeliling, memang rumah yang mereka hampiri ini terlihat sangat biasa, hanya sedikit gelap karena sudah lama ditinggalkan. Bahkan Satria sama sekali tidak merasa bahwa rumah itu angker.

"U-udahlah, kita balik aja yok." Jian menarik-narik lengan baju Maven yang diam-diam menggumamkan ayat-ayat Alkitab.

"EH KOCAK! KITA KESINI MAU NYARI SETAN, LO MALAH BERDOA!" Chandra yang sadar kalau Maven tengah berdoa berteriak dengan suara melengking.

"Ah elah bang, tahan dulu do'anya." Satria dengan tidak sopannya membekap mulut Maven, merampas pelan Alkitab yang ia bawa kemudian memasukkan Alkitab tersebut kedalam ranselnya.

"Cih, hantu itu gak ada guys." Ejek Chandra, menirukan kalimat Maven siang tadi dengan nada bicara yang menjengkelkan juga wajah yang yang dibuat sejelek mungkin.

"H-hantu itu emang gak ada, tapi Tuhan tu ada njing!" Maven membela diri, dari luar memang terlihat bahwa Maven itu tidak mempercayai hantu, tapi sebenarnya dia juga sedikit merasa takut dengan keberadaan makhluk tak kasat mata itu.

Pernah sekali dirinya melihat pocong dengan wajah rusak tengah berdiri menghadang jalannya saat ia pulang sekolah senja hari.

Sejak saat itu Maven membenci senja, karena baginya senja itu adalah waktu dimana makhluk tak kasat mata itu akan muncul dan menampakkan diri mereka.

"Ehh.." Haidar mengalihkan pandangan pada jendela bangunan yang terletak di lantai dua rumah itu. Sayup-sayup ia lihat sebuah bayangan seseorang diatas sana. "Sat, ni rumah beneran udah terbengkalai?"

"Asik, Haidar in action gais.." Tongkat dari tongsis ia panjangkan, diarahkan kamera ponsel menyorot dirinya dan Haidar yang masih termangu memandang ke lantai atas. "Lo liat apa dar?" Tanya Satria yang membuat Haidar sekilas mengalihkan tatapannya.

Indigo (HyuckNa) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang