Double V
"Eh kalian berdua?"
"Baguslah, sepertinya kalian bertiga sudah saling mengenal, bahkan mungkin dekat?"
Suara Pak Mark membuat ketiga remaja itu mengalihkan perhatian kembali kepada kepala sekolah itu. Lelaki yang baru saja datang pun segera bergabung ikut duduk disebelah Vanya yang lainnya.
"Benar begitu bukan?"
"E-enggak kok Pak, kita cuma..."
"Iya Pak kita cukup dekat"
Itu adalah suara lelaki yang terakhir masuk ruangan, jawabannya tersebut mendapat tatapan aneh baik dari Vanya maupun lelaki yang satunya.
"Vanya, Vino apakah benar pernyataan dari Temy?"
Ya, kedua lelaki yang menjadi partner olimpiade Vanya adalah Vino juga Temy.
"Nggak Pak, kita berdua nggak dekat sama dia, kalo saya sama Vanya baru beneran dekat Pak"
Vanya mengernyit, mengapa Vino tidak meng-iyakan saja pertanyaan Pak Mark agar tidak terlalu jauh ditanya?
Pak Mark tersenyum tipis mendengar setiap jawaban yang berbeda dari ketiga muridnya ini.
"Saya harap, dengan adanya olimpiade ini, kalian bertiga bisa menjadi team yang kompak satu sama lain, tidak saling menyalahkan dan bisa berbagi pengetahuan bersama, paham?"
"Paham Pak!"
Hanya Vanya yang menjawab. Sedangkan Vino tengah menatap sengit Temy yang dengan sengaja memasang wajah mengejek untuk Vino.
"Baiklah untuk tiga Minggu ini, saya harap kalian bisa mempersiapkan apa yang harus dipersiapkan, dan saya beri kalian waktu belajar bersama di setiap jam pelajaran terakhir, dan jika murid lainnya pulang jam 13:30, maka kalian setidaknya bisa pulang di jam 15.00-16.00, apakah kalian keberatan?"
Ketiga remaja itu sempat terdiam untuk sesaat.
"Maaf Pak, jika diantara kami ada yang mengikuti eskul, apakah kami tetap harus belajar bersama?"
Pertanyaan tersebut terlontar dari bibir Vino yang tau jika setiap dari mereka mengikuti eskul disekolah ini.
"Kalian bisa izin sementara waktu tidak bisa mengikuti eskul tersebut, agar kalian bisa fokus dengan kegiatan belajar kalian, ingat ini adalah Olimpiade yang besar!"
Vanya yang sedari tadi diam terlihat menekuk sedikit wajahnya hingga tubuhnya sedikit merosot. Hal itu disadari oleh Pak Mark.
"Kenapa Vanya? Apa kamu keberatan mengikuti olimpiade ini?"
Vanya tersadar dan kembali menegakkan tubuhnya ke posisi awal.
Vino dan Temy pun mengalihkan pandangan mereka kepada Vanya, dan benar saja gadis itu terlihat sedikit murung.
"Saya tidak keberatan Pak, hanya saja saya baru bergabung dengan eskul musik, dan saya sangat senang karna bisa mengembangkan hobi saya, qtapi untuk sekarang saya tidak bisa menghadiri eskul itu..."
Vino terlihat menatap wajah Vanya dengan sendu, sepertinya Vanya benar-benar suka melakukan kegiatan yang berhubungan dengan musik.
KAMU SEDANG MEMBACA
Double V
Teen Fiction-kita ditakdirkan bertemu untuk saling melengkapi- Sevanya Oqueenza adalah seorang gadis gigih dalam melakukan hal yang dianggapnya benar namun dibalik itu ia mempunyai masa lalu kelam yang ia tutup serapat mungkin sampai ia bertemu dengan Bintang...
